Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Renovasi Efisien di Atas Lahan 120 m2



TANYA
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pak Wijoyo yang terhormat, kami telah membeli rumah di perumahan dengan luas tanah 120 m2 dan luas bangunan 49 m2. Kami berencana mengembangkan rumah tersebut dengan menambah ruangan, dengan perincian sebagai berikut.
1. Memindahkan dapur yang ada dari lokasi sekarang (dipindahkan ke bagian belakang)
2. Ruang tidur
3. Ruang makan, diharapkan dekat dengan dapur
4. Kamar pembantu
5. Ruang cuci
6. Tempat jemuran pakaian
7. Taman di bagian belakang rumah (jika ada)
Kami mohon saran dan pertimbangan Bapak, sehingga renovasi rumah ini dapat dilaksanakan dengan biaya seefisien mungkin.
Atas saran & bantuan Bapak kami ucapkan terimakasih.
Puguh Widyotriono
puguh-widyo@***.co.id
Pertanyaan serupa juga diajukan oleh
-Nurul (nrul.rs@***.com)
-Tono Hartono
JAWAB
Assalamualaikum Wr. Wb Bapak Puguh, Ibu Nurul, dan Bapak Tono Hartono. Biaya renovasi banyak ditentukan oleh besar kecilnya renovasi yang dilaksanakan. Semakin banyak kebutuhan ruangnya, tentu biaya yang harus dikeluarkan pun juga semakin besar. Biaya terbesar dalam pembangunan atau renovasi rumah kebanyakan ada pada pembuatan dapur dan kamar mandi. Ruangan-ruangan tersebut, selain memerlukan finishing khusus, juga membutuhkan pekerjaan pemipaan air bersih dan kotor.
Untuk rumah Anda, letak dapur dipindahkan ke belakang. Berarti ada pekerjaan pemipaan tambahan, sehingga diperlukan biaya ekstra untuk penanaman dan penyambungan pipa di bawah lantai. Berbeda dengan pembuatan kamar mandi di lantai atas, yang tidak memerlukan pekerjaan penggalian pipa air, karena bisa diletakkan di bawah plat lantai. Itu sebabnya kebutuhan kamar mandi pembantu saya letakkan di lantai atas ruang cuci. Namun, tetap saja Anda harus melakukan pekerjaan penggalian untuk menghubungkan pipa baru di kamar mandi tersebut dengan pipa lama di kamar mandi lantai bawah.
Dengan memindahkan dapur ke belakang, maka ruang tamu bisa dibuat lebih luas, sehingga bisa berfungsi sekaligus sebagai ruang keluarga. Ruang di bawah tangga, apabila diperlukan, bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan. Apabila Anda ingin lebih menghemat biaya, tangga putar untuk servis tidak perlu dibuat, sehingga akses ke lantai atas bisa melalui tangga utama. Namun, apabila Anda lebih mementingkan privasi, maka tangga putar perlu dibuat, dan pintu penghubung ruang tidur pembantu dengan hall lantai dua tidak perlu dibuat.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan sesuai dengan keinginan Anda sekalian. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Denah Lantai 1
1.    Carport
2.    Teras
3.    Ruang tamu/ruang keluarga
4.    Ruang makan
5.    Dapur
6.    Beranda
7.    Ruang tidur 1
8.    Kamar mandi 1
9.    Ruang tidur utama
10.   Ruang cuci
Denah Lantai 2
11.   Hall
12.   Ruang tidur 2
13.   Kamar mandi 2
14.   Ruang tidur 3
15.   Ruang jemur dan setrika
16.   Kamar mandi pembantu

Senin, 05 November 2012

Pusing Rumah Berantakan Terus? Ini Dia Solusinya!

Pusing Rumah Berantakan Terus? Ini Dia Solusinya!
Membereskan rumah memang pekerjaan yang paling merepotkan dan menyusahkan, sehingga sering kali kita merasa malas untuk melakukannya. Kita sering hanya mengandalkan tenaga pembantu saja untuk urusan yang satu ini, sehingga ketika tiba saatnya pembantu izin pulang kampung atau justru mendadak berhenti kerja, tebak siapa yang panik dan kalang kabut? Ya, Anda.
Tapi tidak perlu khawatir. Banyak cara praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga supaya rumah tetap rapi setiap hari. Berikut tips yang bisa Anda jadikan pedoman untuk membereskan kekacauan rumah Anda secara cepat!
Bersihkan Secara Teratur
Yah, kebiasaan buruk kita dalam hal beres-membereskan ini biasanya adalah sikap kita yang sering menunda-nunda. Seribu macam penyangkalan biasanya selalu datang di benak Anda ketika Anda sudah berniat untuk melakukan kegiatan ini secara teratur. Kebiasaan baik memang tidak bisa muncul sendiri, semua harus dilatih. Oleh karena itu latihlah kebiasaan berbenah secara teratur dengan membuat jadwal singkat setiap dua atau tiga hari sekali. Setelah beberapa lama dijalankan secara konsisten, Anda akan menjadi terbiasa berbenah secara teratur.
Sediakan Box Darurat di Setiap Ruangan
Selalu sediakan Box atau keranjang besar sebagai tempat menaruh barang-barang yang berserakan di lantai secara cepat. Untuk menghindari kesan aneh dengan adanya Box yang tiba-tiba muncul di setiap ruangan, Sesuaikan warna atau motif dari Box dan keranjang itu dengan desain dekorasi di setiap ruangan rumah Anda.
Singkirkan Yang tidak Perlu!
Mungkin Anda sering kali menumpuk barang-barang lama di rumah, baik itu pakaian bekas yang sudah kekecilan atau bangkai barang-barang elektronik yang sudah rusak. karena menganggap “suatu saat nanti” barang tersebut akan dipakai lagi. Kebiasaan ini memang baik karena dapat menghemat uang Anda jika dibanding harus selalu membeli barang baru. Tapi sering kali, barang tersebut mengendap berbulan-bulan sampai bertahun-tahun lebih di rumah Anda.  Jika hal ini terjadi sudah tandanya Anda menyingkirkan mereka dari rumah Anda, karena sudah jelas mereka tidak akan pernah dipakai lagi, sampai kapanpun.
Utamakan kebersihan Ruang yang sering dipakai Tamu
Untuk mereka yang terpaksa bersih-bersih karena ada tamu penting yang akan datang secara mendadak, Cukup bersihkan ruangan yang sering dipakai oleh Tamu, seperti teras rumah, ruang tamu, ruang makan dan kamar mandi. Tutup semua pintu kamar tidur dan gudang agar rumah terkesan rapi secara keseluruhan.
Sediakan Tisu atau Lap Sebanyak Mungkin
Mendadak ada makanan dan minuman tumpah di atas meja? Dengan tisu dan lap, semuanya bisa terselesaikan. Hampir setiap hari kita harus berurusan dengan noda-noda kecil membandel yang ditimbulkan oleh makanan, minuman, spidol, dan benda-benda lain pada furnitur atau lantai. Oleh karena itu sediakan tisu dan lap bersih sebanyak mungkin, supaya bisa segera dipakai saat diperlukan.
Sediakan Ruangan Khusus untuk menyembunyikan Benda yang Berantakan
Tumpukan pakaian kusut yang belum disetrika belum sempat dibereskan dan dilipat, tapi Tamu penting sudah keburu datang? Tenang! Segera ungsikan mereka semua ke sebuaah tempat persembunyian aman yang tidak diketahui tamu, lalu segera bersihkan meja, kursi, dan lantai supaya tampak bersih dan segar. Nah, baru setelah tamu pulang, Anda bisa kembali berurusan dengan para pakaian kusut yang telah menanti Anda membereskan mereka.
Sumber: wolipop.com

INI DIA TIPS MEMBUAT RUANG TAMU TAMPAK BARU



INI DIA TIPS MEMBUAT RUANG TAMU TAMPAK BARU
Ruang tamu merupakan ruangan utama yang paling banyak dilihat dan dikunjungi oleh orang dari luar rumah, seperti tetangga, sanak keluarga ataupun teman. Oleh karena itu, jangan sampai ruang tamu rumah terlihat tidak terawat, sehingga menimbulkan kesan jelek bagi si pemilik rumah.
Nah, untuk menciptakan ruang tamu yang bersih dan apik, berikut langkah yang bisa dilakukan:
Basmi jamur membandel di ruang tamu
Pada dinding dan plafon ruang tamu terkadang muncul jamur akibat air yang merembes saat hujan lebat terjadi. Kalau jamur yang tumbuh masih terbilang ringan, kita bisa menghilangkannya dengan cuka, fungisida atau cairan disinfektan. Namun jika serangan jamur sudah terlalu lama, Anda terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaiki atap, mengganti plafon dan mengecat ulang tampilannya.
Perbarui cat dinding yang sudah lapuk
Waktu paling ideal untuk mengecat dinding adalah saat kondisi matahari tidak bersinar terik. Hal ini dikarenakan pada saat kondisi terlalu terik, cata bagian luar akan terlalu cepat mengering dibanding lapisan dalam sehingga menyebabkan cat retak, menggelembung atau mengelupas.
Agar lapisan cat tidak mudah mengelupas, sebaiknya plamur hanya digunakan untuk menutupi retak rambut halus pada dinding, karena jika digunakan sebagai cat dasar justru akan membuat cat makin mudah mengelupas, karena sifat plamur yang tidak mengikat.
Bersihkan kaca jendela secara teratur
Untuk membuat ruang tamu tetap terlihat bersih, jendela merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan. Anda pasti tidak mau tamu Anda menganggap Anda jorok karena mereka tidak bisa melihat pemandangan taman melalui kaca jendela yang tertutup debu tebal.
Untuk membersihkan jendela banyak larutan pembersih kaca yang dijual di pasaran. Namun untuk menghemat biaya, Anda bisa menggunakan campuran dari beberapa sendok soda kue, air cuka dan air hangat bersih untuk membersihkan kaca jendela secara efektif.
Rawat gorden atau tirai di rumah Anda
Lakukan perawatan ringan seminggu sekali dengan menggunakan penyedot debu, kemoceng, atau lap. Jangan lupa bersihkan bagian belakang gorden, karena sering kali kita hanya ingat untuk membersihkan bagian depan gorden saja. Untuk menjaga agar gorden selalu steril, jangan lupa untuk me-laundrygorden Anda tiga bulan sekali. Supaya jendela Anda tidak terlihat kosong saat gorden sedang di laundry,selalu siapkan gorden cadangan, sehingga bisa dipakai bergantian dengan gorden lain.
Rawat karpet dan sofa ruang tamu Anda
Cara cepat untuk membersihkan karpet dan sofa, adalah dengan menggunakan penyedot debu atauvacuum. Penggunaan sikat karpet roll juga bisa digunakan sebagai alat pembersih alternatif selainvacuum. Jika karpet Anda sudah sangat kotor dan sudah lama tidak dicuci, sebaiknya bawalah karpet Anda ke laundry.
Untuk membersihkan noda di karpet dan sofa yang membandel, bersihkanlah dengan larutan cuka dicampur dengan dua sendok garam. Sebaiknya, jangan taruh sofa di dekat sinar matahari langsung karena akan membuat kainnya cepat kusam. Bisa juga menggunakan slipcover untuk melindungi warna asli sofa.
Sumber: Harian Warta Kota dan Berbagai sumber

Senin, 29 Oktober 2012

Pintar-pintar Menyusun Kontrak


Surat kontrak tak hanya dibutuhkan kala Anda membeli atau menyewa rumah. Ada juga poin-poin pentingkala membangun rumah antara Anda dengan tukang yang perlu disahkan dalam kontrak.
Anda berharap pengerjaan renovasi rumah bisa rampung dalam dua bulan saja. Namun kenyataannya, impian memiliki rumah baru harus tertunda karena kerja tukang acak-acakan. Mau menuntut, tak ada ikatan hukum yang mendasari. Mulai kini, lupakan jalan kekeluargaan antara Anda dengan kontraktor atau tukang. Susun surat kontrak dengan isi rapi dan mendetil.
1. Identitas yang jelas
Poin pertama yang terpenting adalah nama dan identitas yang jelas sebagai PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Kontrak berfungsi mengikat dua orang atau pihak berbeda dalam sebuah perjanjian yang disepakati bersama. Oleh karena itu, pastikan nama dan alamat ditulis dengan lengkap dan jelas agar perjanjian ini bersifat mengikat secara spesifik pada dua pihak tersebut.
2. Rincian Harga.
Pertama-tama tentukan apakah harga bersifat mutlak dan mengikat. Misalnya, sejak awal Anda menetapkan hanya akan mengeluarkan biaya sebesar 25 juta rupiah dan tidak bersedia menanggung biaya tambahan apapun selama renovasi berlangsung. Ada yang menyebut sistem tersebut sebagailump sum, ada juga yang menyebutnya fixed price.
Umumnya, kontraktor atau tukang masih bersedia menanggung penambahan minor di luar harapan. Namun tidak demikian jika penambahan biaya cukup besar. Oleh karena itu tambahkan pasal atau butir yang berisi batas maksimal kesediaan Anda membayar biaya tambahan. Sebaiknya, Anda memang menyiapkan dana tambahan minimal setengah kali biaya renovasi meski tak seluruhnya harus dicantumkan dalam butir tersebut.
Yang terpenting, paparkan rincian harga tersebut dalam beberapa bagian yang mendetil. Misalnya bagi rincian tersebut per proses pengerjaan atap, lantai, dinding dan sebagainya. Uraikan harga, material, dan proses sedetil mungkin untuk menghindari mark up.
3. Term of payment.
Kontraktor pasti meminta DP atau uang muka di awal pengerjaan. Ada dua cara membayar yang bisa Anda lakukan. Pertama adalah pembayaran DP di awal yang dilanjutkan dengan  pembayaran berkala. Misalnya sejak awal Anda sudah memutuskan akan membayar dalam 10 kali pembayaran yang dilakukan setiap minggu.
Yang kedua adalah DP by progress yang dibayarkan sesuai proses. Misalnya Anda membayar 10% di awal renovasi, lalu Anda membayar lagi 20% ketika renovasi sudah menunjukkan kemajuan pada minggu berikutnya.
4.  Penalti.
Jadwalkan dengan baik lama pengerjaan proyek. Atur kinerja tukang dengan penalti atau sanksi yang mengikat. Misalnya, jika tukang melebihi jumlah hari kerja yang disepakati (tak terhitung Sabtu dan Minggu), potong sisa tagihan atau biaya pembayaran yang dijanjikan.
Umumnya, sisa tagihan dipotong per hari dengan perhitungan 2/1000 x total biaya. Meskipun demikian, batasan maksimal pemotongan adalah hingga 3% dari total biaya. Pasal yang mengatur tentang penalti ini biasanya juga diikuti oleh penalti untuk pemilik rumah jika terlambat melakukan pembayaran.
5. Garansi.
Sebagai pemilik rumah, Anda bisa meminta garansi terhadap kerusakan rumah untuk jangka waktu tertentu. Menurut Desainer Interior Eduardus Tri Aryo, tak semua bagian rumah bisa dilindungi oleh garansi jangka panjang “Untuk furnitur yang bersifat tear and wear, misalnya meja makan, paling hanya satu bulan saja,” ujarnya. “Karena furnitur-furnitur tersebut kan sifatnya dipakai terus. Jadi umumnya ada goresan pun karena dipakai, bukan karena rusak,” lanjut Eduardus lagi.
Lebih lanjut, Eduardus menyarankan agar pemilik rumah sebisa mungkin meminta garansi terhadap rumah hingga melewati satu kali musim hujan. “Untuk melihat apakah ada kebocoran atau tidak,” jelasnya.
(Aghnia Sofyan)
Foto: Teddy Yunantha
Lokasi: Show Unit Urbana Place, Bintaro

http://www.tabloidrumah.com/?p=3994