Rabu, 14 September 2011
PORTFOLIO KAMI
Jumat, 15 April 2011
Portfolio Kami
Kamis, 31 Maret 2011
Tips Meningkatkan Produktifitas Para Desainer
By Lizard Wijanarko on January 4, 2011
Produktifitas dan menagement waktu adalah hal penting dalam pekerjaan kita. Cara meningkatkan produktifitas kerja para desainer kini semakin dicari. Hari ini AhliDesain dengan senang hati membagi beberapa tips tentang bagaimana meningkatkan produktifitas kerja yang sering kali dipakai dan dijalankan oleh para master pekerja desain, dan bahkan terkadang secara tidak disadari pernah kita lakukan. Begitu pula Anda akan menemukan beberapa tips yang mungkin sama dengan tips produktifitas kerja dari para desainer atau para motivator.
Sebagian besar dari tips desain yang ada dalam daftar tips meningkatkan produktifitas kerja ini dapat dipakai dan dilakukan oleh setiap jenis orang yang kreatif. Kami berharap Anda dapat menemukan serangkaian tips ini berguna dan dapat membantu Anda untuk mempersingkat waktu dan tentu saja untuk dapat melakukan lebih banyak lagi. Dan juga kami ingin mengetahui teknik apa yang Anda gunakan dalam produktifitas kerja. Rolong, bagikanlah kepada kami pengalaman Anda melalui komentar yang ada dibawah.
1. Perencanaan
Perencanaan adalah hal terbaik untuk menyimpan waktu dan menjadi lebih produktif. Anda mempunyai banyak hal yang ingin Anda lakukan, bukan? Mulailah secepat mungkin, sekarang untuk berpikir bahwa dengan cara ini Anda akan dapat mengerjakan apapun dengan lebih cepat dan lebih baik. Salah! Anda harus meluangkan lebih banyak lagi waktu Anda untuk merencanalan apa yang paling penting untuk dilakukan, apa yang kurang perlu dan kemudian tentukan mana pekerjaan yang tidak dapat ditunda. Secara personal saya menggunakan perencanaan dan sketsa sebelum membuat setiap tutorial yang ada di AhliDesain. Pertama, saya membuat sketsa sederhana dengan pena ata pensil di notebook kesayangan saya, kemudian sedikit demi sedikit menambahkan detail, setelah itu mengoreksi dan aha! Banyak waktu terbuang dalam mendesain dan bereksperiman hanya untuk komposisi dan detail visual terselamatkan.
2. Gunakan daftar To-Do
To-Do list membantu untuk tetap terorganisir dan fokus hanya pada hal-hal penting. Juga merupakan alat untuk mengingat hal-hal yang biasanya Anda lupa untuk melakukannya. Saya sedang berbicara tentang tugas-tugas kecil seperti panggilan telepon, email balasan dll Anda dapat menggunakan real-post it notes atau yang virtual (contoh : hottnotes).
3. Singkirkan gangguan
Kadang-kadang sangat sulit untuk memulai pekerjaan Anda karena banyak gangguan yang menyita waktu dan perhatian. Jika Anda benar-benar ingin menjadi produktif dan fokus pada saatnya bekerjam, matikan Skype, yM, TweetDeck (atau aplikasi lain yang Anda gunakan untuk Twitter). Juga email dan facebook yang memeriksa update setiap 5 menit adalah musuh produktivitas terbesar Anda. Gangguan bisa saga berupa TV, radio, hewan peliharaan atau bahkan keluarga. Jadi cari tempat di mana Anda nyaman dan dapat menjadi produktif sebaik mungkin dan mulailah bekerja.
4. Buatlah diri Anda disiplin
Buatlah bentuk disiplin yang realistis dan apa yang lebih penting, berusahalan untuk bekerja pada hal yang seperti itu. Misalnya mengatur waktu untuk memeriksa Facebook, Twitter dan account email. Tetapkan batas waktu untuk membaca blog, berita atau hal-hal lain yang Anda sukai.
5. Jangan bekerja terlalu banyak
Ya itu terdengar EDAN! tetapi bekerja dengan lebih sedikit waktu, Anda akan lebih produktif dan kualitas pekerjaan Anda akan dalam kondisi prima. Jangan mencoba untuk bekerja 12-18 jam / hari karena pada akhirnya Anda akan lebih lambat, pikiran Anda akan suatu tempat di luar pekerjaan dan apa yang paling penting dari kualitas pekerjaan akan lebih rendah. Penelitian membutikan bahwa bekerja dibawah 6 jam dalam satu hari akan membuat seseorang menjadi lebih bahagia, lebih produktif dan sehat. Memang tidak setiap orang bisa melakukannya, namun dengan usaha kita dapat melakukannya, minimal mengurangi TANGGUNGAN pekerjaan.
6. Bekerjalah di waktu yang pendek
Saya telah membaca saya banyak (buuuuuuuuanyak) artikel tentang produktivitas dan manajemen waktu. Saya benar-benar menyukai teknik Pomodoro atau hanya teknik 25 menit kerja. Buatlah jangka waktu 25 menit, 30 menit atau 40 menit dan bekerja, hanya fokus pada pekerjaan, ya itu sulit, tapi kemudian Anda akan memiliki istirahat cukup, minum secangkir air atau bernafas segar udara luar, bukankah itu memotivasi?
7. Selalu fokus pada tugas tunggal (Serial)
Jika Anda membuat kartu nama, jadi desainlah kartu nama saja, tetapi jangan mencoba untuk menulis posting blog atau membuat logo pada waktu yang sama. Alasan yang masuk akal adalah pertama, Anda akan mengerjakannya dengan kualitas yang rendah, kedua Anda akan kehilangan perhatian dan ketiga – Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu melakukan tugas-tugas pararel, karena Anda menghabiskan beberapa detik beralih dari Photoshop ke editor teks atau dashboard blog pada browser Anda dll
8. Pikirkan tentang tujuan Anda
Sebelum memulai pekerjaan berpikirlah tentang tujuan Anda yang paling menggairahkan dan memotivasi Anda, misalnya anda ingin pergi ke Bali untuk liburan Anda berikutnya sehingga Anda berpikir tentang matahari, tiupan angin ditamani segelas ice juice, deburan ombak, pijatan relaksasi dan mungkin Anda akan memasukkan suasana hati Anda ke dalam ruang lingkup kerja dan pada ujungnya Anda akan lebih produktif.
9. Mendengarkan musik
Mendengarkan musik pada saat bekerja tidak untuk semua orang. Hal ini mungkin berlaku jika Anda adalah orang yang suka mendengarkan musik sambil membaca. Yang paling penting adalah bahwa Anda harus memilih sebuah genre yang tidak mengalihkan perhatian Anda dan tidak mengambil perhatian Anda terhadap karya desain Anda. Musik akan membantu Anda untuk menjadi lebih produktif atau kreatif (musik yang membangkitkan gairah dan motivasi). Secara pribadi saya mendengarkan musik dangdut (aye!) dengan volume rendah. Bangun di pagi hari bolehlah putar musik dangdut koplo dengan hentakan keras dan nge-beat, tapi kalau sudah waktu bekerja saya memilih dangdut slow.
10. Tetap Terorganisir
Anda adalah perancang, pengembang, ilustrator apapun, Anda menggunakan sumber daya (resources). Tekstur, pattern, font, ikon, vektor, gambar foto semua hal yang ada di harddisk Anda. Setiap kali Anda mencoba untuk menemukan di mana mereka berada dan Anda akan menghabiskan banyak waktu. Buat beberapa folder, misalnya Design, Kode, Grafis dan menempatkan semua file ke folder tersebut. Jangan terlalu diatur, jangan membuat folder terlalu banyak karena itu tidak cerdas dan Anda akan menghabiskan detik membuka dan menutup folder tersebut, detik menjadi hitungan menit dan bahkan jam dalam jangka panjang, misalnya Anda memiliki sepuluh folder yang tidak perlu, Anda menghabiskan 0,5 detik untuk membukanya dan 0,5 untuk menutupnya.
Jika Anda menggunakan mereka setiap hari: 10 folder x 0,5 detik x 2 x365 = ~ 1 jam / tahun hanya untuk membuka folder! Pikirkan tentang hal ini. Jika perlu buatlah shortcut pada destop Anda namun sekali lagi jangan terlalu banyak karena dapat membuat karya wallpaper kesayangan Anda tertutupi, bila memungkinkan gunakan shortcut keyboard global untuk masuk ke dalam folder tersebut, sudah banyak software yang mengcover masalah ini.
11. Gunakan Template
Jangan mencoba untuk menciptakan apapun setiap saat. Jika Anda adalah seorang web desainer membuat template psd kosong dalam resolusi yang sama, tambahkan pedoman, grid, membuat kelompok dan menyimpannya dalam format PSD untuk proyek-proyek masa depan. Pikirkan tentang berapa banyak waktu Anda habiskan setiap kali melakukan tugas-tugas tersebut. Begitu pula Anda desainer grafis, menggunakan template bukanlah sesuatu yang hina atau merendahkan kualitas desain Anda. Minimal template yang seharusnya menghasilkan sesuatu kesan berbeda harus bisa ditangani dengan baik, tidak semua template karakter untuk setiap produk pada proyek berbeda bukan? Mereka mempunyai kesan dan image mereka masing-masing.
Selasa, 22 Maret 2011
Minggu, 10 Oktober 2010
Cara mengubah sapuan brush photoshop
Dalam tutorial Photoshop ini saya akan membahas tentang cara mengubah bentuk sapuan brush. Saat kita menggunakan sebuah brush, baik itu brush yang kita buat sendiri, dari koleksi default-nya Photoshop ataupun dari men-download di internet, brush tersebut masih dapat kita ubah-ubah bentuk sapuannya.
Kali ini brush yang akan saya gunakan adalah sebuah brush yang asal-asalan saya buat, kalau ingin menggunakan brush ini bisa di-download di: mbahdewo_contoh_brush.abr
Tidak harus dengan brush ini untuk sekedar latihannya, dalam Photoshop sendiri sudah ada banyak brush yang siap pakai juga.
Untuk mengubah bentuk sapuan brush, kita harus menggunakan palet Brush. Palet ini pada Photoshop 7.0 hingga CS2 letaknya berada di Palet Well, kalau di Photoshop CS3 dan CS4 ada pada salah satu panelnya. Jika palet Brush belum muncul, bisa juga dimunculkan dengan cara memilih menu Window > Brush.
Yang pertama akan kita bahas adalah Brush Tip Shape.
Ini digunakan untuk mengatur ukuran diameter Brush (sama seperti saat kita memilihnya dari option bar / atau dengan menekan tombol [ dan ]).
Agar lebih mudah melihat bentuk brush ini, yang kita bahas terlebih dulu adalah Spacing. Spacing ini untuk memberi jarak setiap sapuan brush. Geser slidernya untuk menentukan jaraknya.
Disebelah atas pengaturan Spacing, terdapat pengaturan Angle dan Roundness. Angle digunakan untuk memutar bentuk brush, sedangkan Roundness digunakan untuk membuat bentuknya menjadi lebih pipih. Gambar lingkaran dengan tanda panah di samping pengaturan tersebut bisa juga digunakan untuk mengatur Angle dan Roudness. Pengaturan Flip X dan Y digunakan untuk membalik bentuk brush.
Pengaturan Shape Dynamic digunakan untuk mengatur ukuran setiap kali brush disapukan. Size Jitter apabila digeser ke sebelah kanan slidernya, maka akan membuat bentuk yang kecil juga saat brush disapukan.
Angle Jitter digunakan untuk memutar bentuk brush secara acak.
Sebelum kita bahas yang selanjutnya, kita bahas tentang Color Dynamic. Pengaturan ini untuk membuat sapuan brush dengan warna yang berbeda. Warna yang dimaksudkan disini adalah warna Foreground dan Background.
Pengaturan Foreground/Background Jitter akan membuat percampuran warna setiap brush disapukan. Disebelah bawahnya, terdapat pengaturan Hue, Brightness, dan Saturation Jitter serta Purity, silahkan dicoba-coba, langsung kelihatan hasilnya. Itu untuk mengatur intensitasnya pada setiap sapuan brush.
Pengaturan Scattering digunakan untuk membuat sapuan brush yang menyebar secara acak. Seberapa luas penyebarannya bisa diatur pada slider Scatter, sedangkan pengaturan jumlah sapuan yang terbuat bisa diatur pada Count.
Pengaturan Texture, digunakan untuk membuat brush yang sapuannya menggunakan bentuk texture. Bentuk texture ini bisa dipilih seperti halnya texture pada Photoshop yang biasa digunakan untuk membuat Fill. Jika texture yang dipilih ternyata tidak terlihat warna/bentuknya, maka bisa diatur pada bagian Mode. Pada contoh tutorial ini, saya gunakan Mode: Darken
Pengaturan Dual Brush, digunakan untuk membuat sapuan dengan dua buah brush sekaligus. Brush kedua yang bisa dipilih adalah brush yang sekarang sedang ada pada daftar brush yang aktif.
Pengaturan Other Dynamic digunakan untuk mengatur kepekatan tiap sapuan brush. Digeser saja slider pada Opacity dan Flow-nya.
Sumber : blog tetangga

















