Rabu, 24 Oktober 2012
Material Pagar, Kenali Dulu Karakteristiknya
Minggu, 01 Januari 2012
Rabu, 14 September 2011
Tutorial Membuat Gradien Background
Tutorial membuat gradien background merupakan tutorial yang menarik. Pada tutorial kali ini kita akan belajar membuat gradien background namun bikinan sendiri...
Tanpa panjang dan lebar serta gak pake lama (GPL) ayo kita buat GRADIEN!!!
1. Jalankan program photoshop.
Caranya: Start --> All Program --> Adobe Photoshop
2. Buat Lembar kerja baru
Caranya: tekan [Ctrl] + [N]
Anda bisa membuat pengaturan anda sendiri, tapi
Disini saya atur seperti ini:
Name = Gradien
preset Sazes = 800 x 600
Width = 800
Height = 600
Resolution = 72 pixels/inch
Mode = RGB Color
Contents = Transparent (*recommended)
Tekan [ok]
2. Setelah itu klik Gradient Tool dengan gambar icon pada tool box sebelah kiri
Gradien Tool
3. Pada layar sebelah atas terdapat properties dari gradien
Klik kiri pada bagian yang saya beri lingkakaran sehingga muncul kotak dialog
Gradien Editor
ini adalah pengaturan normal pada komputer saya
4. Sekarang waktunya mengedit gradien yang diinginkan, sebagai contoh saya akan membuat gradien
"merah - hitam - merah - hitam - merah"
Caranya:
Ubah Name = merah - hitam - merah - hitam - merah
Gradien Type = Solid
Smoothness = 100%
Klik tanda lingkaran dengan no. 1
Lalu ke lingkaran no.2 dan pilih warna merah [OK]
Selanjutnya
Sama seperti langkah sebelumnya
namun kali ini pada no. 4 kalian pilih warna hitam [OK]
Selanjutnya
Yup masih sama namun kali ini pada no. 6 pilih warna merah
Selanjutnya
Sama, ubah warna no. 8 menjadi hitam
Selanjutnya
Sama, ubah warna no. 10 menjadi merah
Hasilnya:
Setelah itu klik tombol new pada dialog Gradien Editor tersebut
Dan Jadi deh........
Anda bisa mengembangkannya sendiri sesuai dengan kreatifitas anda
Sedikit tambahan
Coba dengan mode gradian yang anda buat
Ada 5 Macam mode gradien:
a. Linear Gradien
Gradien searah garis lurus
Pada Lembar kerja tahan klik kiri lalu sapukan dari kiri ke kanan, hasilnya:
b. Radial Gradien
Gradien seolah-olah muncul dari pusat suatu lingkaran
hasilnya:
c. Angle Gradien
Gradien dengan sudut tertentu namun tetap berpusat pada inti
Hasilnya:
d. Reflected Gradien
Sama seperti linear namun dengan effek terbalik
e. Diamond Gradien
Gradien dengan effek belah ketupat / diamond
Hasilnya:
Kegunaan:
Dengan menguasai teknik gradien maka akan membuat disain anda semakin atraktif dan nyata
SEMOGA BERMANFAAT
http://www.ilmugrafis.com/photoshop_dasar.php?page=tutorial-membuat-gradien-background
PORTFOLIO KAMI
Rabu, 25 Mei 2011
Merubah tampilan interior rumah
Bosan dengan tampilan interior rumah ? mulailah memikirkan dan merubah tata letak perabotan rumah atau mengganti beberapa perabotan kecil dengan yang baru, sehingga suasana berbeda hadir di tengah keluarga. Memilih waktu di akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk menata rumah, tentunya layak dicoba sekedar menyegarkan kembali suasana rumah dengan tampilan interior rumah yang baru.
Menghadirkan suasana baru di dalam rumah tidak harus merubah komponen utama ruangan yang ada seperti dinding, platfon, ataupun lantai. Banyak cara yang bisa dilakukan termasuk mengganti beberapa perabot ataupun aksesories rumah yang sifatnya sederhana, tetapi mampu menghadirkan suasana baru di dalam rumah.
Cara yang biasa dipakai adalah merubah tata letak perabotan di dalam rumah. Tanpa harus mengeluarkan uang, suasana di dalam rumah bisa diperbaharui, misalnya dengan menukar letak sofa dan lemari pembatas ruangan ditukar posisinya bisa juga menggeser posisi tempat tidur ataupun mengotak-atik posisi interior di dapur.
Jika anda memiliki dana lebih anda bisa memasang wallpaper, mengganti cat dinding, sampai mengganti perabot rumah. Kalau anggaran minim serta waktu tak tersisa, mengapa tidak mencoba bermain main dengan soft furnishing.
Soft Furnishing adalah sentuhan elemen dekorasi yang bentuknya tidak terlalu besar, tetapi mampu mengubah suasana. Misalnya, cushion, dan pernak-pernik kecil lain. Tidak perlu usaha lebih untuk memasangnya. Soft furnishing juga cenderung bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal tinggal sesuaikan bujet dan selera.
Konsep perumahan sekarang minimalis, jadi perabotan juga harus se-efektif mungkin. Pengunaan wall shelf dapat mempercantik ruangan sekaligus dapat difungsikan untuk menyimpan aksesoris yang mempercantik ruangan. Perabotan sederhana seperti figura foto atau lukisan – lukisan sederhana bisa diperbaharui untuk menyajikan pemandangan yang berbeda didalam rumah. Perubahan juga bisa dilakukan dengan mengganti beberapa aksesori yang sederhana, seperti cover bantal kursi dan karpet. Sedangkan untuk ruangan dapur, untuk rumah yang tidak memiliki cukup ruangan sekarang sudah tersedia kitchen kabinet yang lebih praktis.
Perubahan – perubahan perabot bisa juga dilakukan dengan mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini. Hal ini dapat memperbaharui suasana rumah tinggal anda.
Pilihan lain yang lebih signifikan merubah interior rumah adalah dengan mengganti wallpaper. Perubahan pada tata letak interior rumah akan berdampak positif. Selain mengurangi kejenuhan, suasana baru di dalam rumah juga dapat membuat penghuninya lebih dapat menikmati desain interior rumah tinggalnya. Jadi tunggu apalagi soft furnishing menanti sentuhan anda untuk tampilan interior rumah anda.
sumber : http://www.rumahuang.com/merubah-tampilan-interior-rumah/
Minggu, 10 April 2011
Wardrobe Atau Walk In Closet ?
Lemari ini sulit dipindah-pindah karena sudah built in dengan sebuah ruang. Lazimnya peletakan dekat kamar mandi dalam kamar tidur utama, menyatu dengan tempat berdandan. Jadi, selesai mandi kita bisa langsung memilih busana di walk in closet sebelum berhias. Keluar dari kamar tidur sudah dalam keadaan rapi. Wardrobe tersedia dalam bentuk produk jadi, sedangkan walk in closet dibuat berdasarkan pesanan (customized).
Sesuai kebutuhan
Menurut Evelyn Nila Chandra, Designer PT Linear Indonesia, produsen furniture lain di Jakarta yang mengusung merek The Line, walk in closet harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. “Jadi, kita perlu menentukan dulu barang-barang yang akan disimpan di walk in closet mulai dari pakaian, tas, sepatu, sampai aksesori,” katanya.
Dari situ bisa dirumuskan bentuk modul yang akan diaplikasikan pada walk in closet seperti pintu, rak, laci, dan area gantung. Rak untuk menaruh pakaian lipat, handuk, dan selimut; laci untuk pakaian dalam, kaos kaki, dan yang sejenis itu; area gantung untuk pakaian yang harus digantung seperti kemeja dan gaun panjang, atau bisa juga ditambah area gantung khusus untuk dasi, selendang, dan syal.
Penempatan barang-barang dalam modul perlu juga disesuaikan dengan jenis dan frekuensi penggunaannya. “Misalnya, sepatu pesta yang jarang dipakai bisa ditaruh di lemari dengan tempat khusus sepatu,” jelasnya. Sementara pintu bisa diterapkan bisa juga tidak. Yang penting semua barang dalam lemari terlindung dari debu dan kotoran. Kalau diberi pintu, bentuknya bisa lipat (folding door) atau geser (sliding door).
Lampu otomatis
Evelyn menyarankan pemasangan walk in closet sudah direncanakan saat merancang rumah. Bentuknya disesuaikan dengan luas ruang. Bisa I-line (memanjang segaris dengan dinding), berbentuk L, atau empat persegi panjang. Pada rumah besar walk in closet bisa didesain terhubung dengan ruang tidur atau bahkan ruang mandi kering. Jangan lupa memajang cermin atau meja rias agar aktivitas berpakaian dan berdandan lebih maksimal.
Bahan lemari pakaian beragam sesuai dengan desain ruang. Selain MDF (medium density fiber), kayu nyatoh dan plywood dengan finishing melamik atau duco juga populer digunakan. Pilihan warna dan motifnya juga beragam. Aplikasi kaca sandblast (buram) pada pintu dapat makin mempercantik lemari.
Untuk memudahkan pencarian barang di lemari, walk in closet perlu dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis saat kita mengambil pakaian, dan mati setelah kita keluar dari lemari. Sebaiknya gunakan lampu halogen yang cahayanya terang dan mampu memperlihatkan warna asli pakaian dalam lemari. Jadi, kita tidak keliru memilih. Bisa juga lampu neon kecil dengan intensitas cahaya memadai.
Chantique menjual lemarinya sekitar Rp4 juta/meter lari. Sedangkan The Line menawarkan koleksi lemari dengan tinggi 207 cm, lebar 101 cm, dan panjang 60 cm seharga Rp4,9 juta. Sementara walk in closet akan dikerjakan dengan minimal order untuk 10 proyek dengan harga sesuai kesepakatan. Tak ada tips khusus untuk merawat lemari pakaian. Yang penting jaga kelembabannya agar pakaian tidak berjamur dan cepat rusak. “Buka pintu lemari supaya udara masuk,” ujar Fernando.
Sumber: housing-estate.com
Selasa, 22 Maret 2011
Pilihlah Rumah dengan Jalur Kereta Api Kota (KRL)
Dalam memilih tempat tinggal, jalur transportasi menjadi perhitungan penting. Hal ini terkait kemudahan akses dan mobilitas. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota besar, semisal Jakarta dan daerah penyangganya. Sebagai pusat industri dan pemerintahan, kawasan Jakarta dan sekitarnya memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.
Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa terlihat di daerah ini, apalagi pada jam berangkat dan pulang kerja. Pemerintah Daerah pun sudah mengupayakan beberapa cara untuk mengurangi tingkat kemacetan yang sepertinya makin menjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan fungsi model transportasi berupa Kereta Api Listrik (KRL). KRL ini sendiri sudah dioperasikan sejak bertahun-tahun yang lalu sebagai sebuah sarana transportasi alternatif. Selain tarifnya yang relatif murah, bepergian dengan menggunakan KRL dapat membantu meminimalkan jumlah kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya meskipun bukan satu-satunya pemecahan masalah dari ruwetnya kemacetan di ibukota.Oleh kareta itu, memilih daerah hunian yang dilewati (berdekatan) dengan jalur KRL saat ini banyak menjadi trend. Apalagi dengan semakin macetnya jalan raya, kereta api menjadi alternatif transportasi yang menggiurkan terutama bagi para pekerja/karyawan yang membutuhkan ketepatan waktu.
Berikut adalah rute KRL yang beroperasi di kawasan Jabodetabek :
Rumah Mungil yang Tak Lagi Sempit
Tersedianya lahan rumah yang kian minim dewasa ini memang menjadi kendala tersendiri untuk menghadirkan rumah yang nyaman. Salah satu kesulitan yang ditemui adalah keterbatasan ruang sehingga pergerakan anggota keluarga pun terbatas.
Bagi sebagian orang, lahan yang kecil bukan masalah karena justru memudahkan mereka untuk merawatnya- terlebih bila memiliki tingkat kesibukan yang tinggi. Namur bila jumlah anggota keluarga dan kebutuhan ruang kian bertambah, konsep rumah bertingkat bisa dijadikan jalan keluar. Berikut beberapa tip yang bisa dijadikan inspirasi bagi Anda.
1. Pembagian Ruang
Dengan adanya dua lantai, membagi area akan terasa lebih mudah. Di lantai bawah bisa dibuat dua ruang tidur, dengan satu kamar utama dan satu kamar yang lebih kecil, serta satu kamar mandi. Untuk pemisahan area antara ruang tamu dan ruang makan bisa dilakukan dengan menggunakan pemisah ruangan yang mudah dipindahkan. Bila masih tersisa ruang terbuka di bagian belakang, bisa juga digunakan sebagai ruang makan tanpa menghilangkan taman sama sekali. Tentunya dengan tambahan atap atau kanopi untuk menahan tampias air hujan.
Sementara itu di lantai atas bisa digunakan sebagai ruang menonton televisi untuk menjaga privasi, area untuk menjemur pakaian dan dua kamar tidur tambahan. Usahakan untuk tidak membuat terlalu banyak sekat, baik di lantai atas maupun bawah.
Untuk menyiasati area kamar mandi yang sempit, Anda dapat menyingkirkan bak mandi dan mengganti dengan shower yang jauh lebih hemat tempat.
2. Cahaya
Satu hal yang harus diperhatikan dari rumah mungil adalah memberi cahaya masuk lebih banyak untuk memberi kesan lebih luas. Atap yang cukup tinggi, membuat balkon atau bukaan jendela yang cukup besar dapat memberi cahaya yang lebih banyak. Agar lebih maksimal, gunakan pula warna furnitur dan dinding yang terang.
3. Furnitur
Gunakan furniture dengan ukuran sedang untuk menjaga fleksibilitas area. Akan lebih baik bila menggunakan furniture multifungsi, seperti tempat tidur yang memiliki laci penyimpanan di bagian bawahnya. Gunakan pula furniture yang memungkinkan untuk mengisi bagian sudut untuk meminimalkan area yang terbuang.
Saat ini ada beberapa pengembang yang menggunakan konsep rumah bertingkat di atas lahan mungil. Bila tidak, tanyakan secara detil apakah penghuni dapat mengubah bentuk dasar rumah dan pondasi rumah tersebut sanggup untuk dibuat dua tingkat. Akan lebih baik lagi bila masih ada sisa lahan, sekitar 0,5-1 meter, untuk mengembangkan bentuk rumah. (KOMPAS)
Kamis, 10 Maret 2011
Tips Penggunaan Ranjang
Ranjang
Ranjang memiliki banyak bentuk dan ukuran. Pada umumnya ranjang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas biasanya adalah bagian yang empuk dan nyaman untuk ditiduri. Bagian ini biasanya disebut sebagai kasur. Pada zaman dahulu, kasur biasanya diisi dengan jerami bagi masyarakat pada umumnya. Bagi orang kaya kasur tersebut biasanya diisi dengan bulu seperti bulu angsa. Lalu belakangan kasur diisi dengan kapas ataupun bahan buatan lainnya untuk mengisi kasur. Saat ini kebanyakan kasur modern menggunakan pegas dan busa. Ada juga yang menggunakan air maupun udara sebagai bahan di dalam kasur khusus.
Komponen dari kasur terdiri atas kain pembungkus kasur, lapisan bantalan, lalu penunjang dan penahan. Kain pembungkus kasur berfungsi untuk membungkus seluruh isi kasur. Lapisan bantalan berfungsi untuk menambah kenyamanan tidur dan juga berfungsi untuk menyerap kelembapan dan keringat. Sedangkan penunjang dan penahan, umumnya berupa kumparan baja atau pegas tempaan. Semakin banyak pegas dan semakin tebal kawat yang digunakan, semakin baik daya tunjangnya. Pada ranjang modern ada juga yang menggunakan kasur busa lateks atau poliuretan. Kasur ini lebih nyaman dari kasur pegas dan lebih ringan.
Sedangkan bagian bawah ranjang umumnya lebih keras dan disebut sebagai kerangka penunjang. Pada zaman dahulu biasanya berupa kayu baik dengan bentuk unik dengan ukiran maupun biasa. Lalu ada juga yang dibuat dari besi dan bahan logam lainnya. Saat ini, sudah digunakan kotak pegas (box spring) yang juga cukup keras di bagian bawah kasur sebagai bagian dari ranjang atau tempat tidur. Tujuannya untuk memberi dukungan tambahan bagi kenyamanan kasur.
Sebagai bagian dari ranjang juga tersedia bantal untuk mengganjal kepala, seprai untuk menutup kasur, selimut untuk menambah kehangatan serta penutup ranjang (bed cover) untuk menjaga ranjang tetap bersih. Di Indonesia, umumnya orang juga menggunakan guling untuk menambah kenyamanan tidur.
Kapan Saat Mengganti Ranjang?
Kapan Saat yang Tepat Mengganti Ranjang?
| Jika leher terasa kaku dan punggung menjadi nyeri ketika bangun tidur. |
| Jika ranjang sudah tidak empuk dan nyaman serta di beberapa bagian mulai muncul tonjolan. |
| Jika ranjang mulai mengeluarkan suara berderit. |
| Jika rangkanya sudah mulai rusak sehingga tidak rata lagi ataupun mulai goyah. |
| Jika ranjang mulai terasa sempit sehingga Anda dan pasangan sering terbentur. |
Jika Anda sering merasa resah di ranjang, lalu sulit mencari posisi yang nyaman saat tidur dan sering merasa pegal dan kaku saat bangun tidur, maka bisa jadi problemnya adalah ranjang Anda. Itu berarti ranjang Anda sudah harus diganti, setidaknya bagian kasur dari ranjang tersebut. Umumnya umur sebuah ranjang sekitar sepuluh tahun. Setelah itu, fungsi dan kenyamanan ranjang akan berkurang. Faktor kelebihan berat badan juga dapat mempercepat kerusakan ranjang.
Beberapa problem bisa muncul karena ranjang yang sudah mulai rusak atau sudah tidak laik lagi. Misalnya problem nyeri di punggung. Problem lainnya adalah ketidaknyamanan saat tidur dan Anda sulit tidur nyenyak. Beberapa ranjang yang sudah tidak rata akan membuat tidur Anda miring dan hasilnya adalah tidak nyaman bahkan bisa mengganggu kesehatan. Jika Anda dan pasangan bertambah berat badannya maka ukuran ranjang yang sempit akan membuat Anda sering berbenturan dengan pasangan. Hal ini juga akan membuat tidur menjadi tidak nyaman dan tidak nyenyak. Ranjang yang sudah tidak laik akan membuat tulang Anda menjadi tidak sehat. Jika Anda sering menemukan problem pada ranjang Anda, maka saatnya mengganti ranjang tersebut. Bagaimana tips memilih ranjang yang baik?
Tips Memilih Ranjang yang Baik
Bagian terpenting suatu ranjang adalah bagian kasur karena kasur menjadi kunci kenyamanan Anda di atas ranjang. Karena itu, berhati-hatilah saat membeli ranjang. Jika Anda memutuskan membeli ranjang bekas, pertimbangkan beberapa hal berikut. Ranjang bekas biasanya sudah menyerap keringat dan kulit ari orang lain. Bahkan beberapa ranjang bekas memiliki kutu dan bisa menimbulkan alergi dan asma. Jadi Anda harus memastikan bahwa ranjang bekas tersebut benar-benar bersih dan masih layak digunakan.
Jika Anda memutuskan membeli ranjang baru maka Anda juga harus memperhatikan harga dan ukuran ranjang yang tepat. Selain itu, masalah kesehatan juga patut diperhatikan. Ada beberapa orang memiliki masalah dan alergi dengan bahan-bahan tertentu yang merupakan bahan pembuat ranjang dan kasur. Jika Anda dan pasangan berbadan besar, pilihlah ukuran ranjang yang lebih besar. Jika Anda sering berkeringat, pilihlah ranjang yang memiliki daya serap keringat dan kelembapan yang cukup baik.
Di beberapa toko, biasanya Anda diijinkan untuk mencoba ranjang baru tersebut. Beberapa tips berikut ini bisa dilakukan saat akan memilih dan membeli ranjang baru yang baik.
- Jangan cepat mengambil keputusan mengingat harga sebuah ranjang cukup mahal dan akan digunakan untuk jangka panjang.
- Pilih waktu saat Anda tidak lelah pada saat akan mencoba ranjang sehingga tidak akan mengaburkan penilaian Anda terhadap sebuah ranjang. Jika Anda dalam kondisi lelah dan mengantuk, maka semua ranjang akan terasa nyaman sehingga penilaian Anda bisa menjadi tidak cocok dengan kebutuhan sebenarnya.
- Gunakan pakaian yang nyaman dan jangan canggung saat mencoba ranjang tersebut.
- Cobalah berbaring di setiap ranjang yang menjadi pilihan Anda selama beberapa menit dan rasakan perbedaan kenyamanan setiap ranjang.
- Anda juga bisa mencoba berbagai posisi tidur dan rasakan baik-baik tingkat kenyamanan terhadap bahu, pinggul dan punggung Anda.
Tips Merawat Ranjang
Setelah Anda membeli ranjang baru, tentu Anda menginginkan ranjang tersebut bisa membuat Anda tetap nyaman dalam waktu yang lama. Karena itu beberapa tips berikut bisa Anda lakukan agar ranjang tetap awet dan bertahan lama.
- Baca manual perawatan dari pabrik pembuat ranjang yang disertakan saat Anda membeli ranjang baru.
- Setelah ranjang tiba di rumah, buka segera pembungkusnya biasanya terbuat dari polietilen. Tujuan membuka pembungkus agar ranjang dan kasur tidak menjadi lembap, berjamur dan lapuk.
- Setiap dua minggu sekali setelah Anda membeli ranjang yang terbuat dari pegas sebaiknya Anda memutar dan membalik kasur pada ranjang Anda. Tujuannya untuk merapatkan isi kasur dan membuat kasur menjadi rata di setiap bagian. Untuk ranjang yang lebih tua, bisa dilakukan sebulan sekali. Sedangkan jika Anda menggunakan kasur busa seperti lateks, hal ini tidak perlu dilakukan.
- Jangan biasakan menekuk dan menggulung kasur, khususnya kasur yang terbuat dari busa ataupun berisi kapas. Karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
- Setiap hari buka bed cover selama sekitar 30 menit agar ranjang mendapat sirkulasi udara segar dan kelembapan yang diserap oleh ranjang dapat menguap.
- Hindari anak-anak yang suka meloncat di atas ranjang karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
- Jangan menggunakan ranjang di sisi yang sama terus menerus karena juga akan merusak bentuk permukaan ranjang. Misalnya Anda sering duduk di salah satu sisi ranjang atau tidur di salah satu sisi ranjang saja.
Ranjang memang menjadi bagian yang penting dalam hidup Anda. Sepertiga kehidupan Anda dihabiskan pada ranjang. Karena itu pilihlah ranjang yang baik untuk kenyamanan tidur Anda. Dan dipastikan Anda akan bangun keesokan pagi dengan badan yang segar dan siap beraktivitas.
URL: http://kumpulan.info
Kamis, 02 September 2010
Apa itu Desain Grafis
Desain Grafis juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik, baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi visual.
Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis :
Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri”. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain professional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Bidang Komunikasi Grafis
Komunikasi Grafis merupakan bidang profesi yang berkembang sangat pesat sejak Revolusi Industri (abad ke-19) disaat informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan (iklan, kemasan), penerbitan (koran, buku, majalah) dan informasi seni budaya. Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat yang dapat dipetik dari keakuratan penyampaian informasi pada masyarakat.
Perkembangan di atas juga dipacu oleh kesadaran yang makin tinggi pada efektivitas bahasa rupa (visual) dalam komunikasi masa kini. Bila pada awal munculnya mesin cetak abad ke-15 istilah bidang ini adalah graphic arts yang masih dikonotasikan dengan seni, maka abad ke-20 istilahnya menjadi graphic communication atau juga visual communication. Hal ini menggambarkan peranan komunikasi sebagai
kunci profesi dalam bidang ini.
Saat ini peranan komunikasi yang diemban makin beragam: informasi umum (information graphics, signage), pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan, pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye sosial) dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya istilah komunikasi visual sebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya media yang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan / grafika, film dan video, televisi, web design dan CD interaktif.
Perkembangan itu telah membuat bidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang sangat marak melibatkan modal besar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi ini. Karena itu perlu disiapkan suatu standar yang dapat jadi acuan bagi tenaga kerja dalam profesi ini, baik dalam posisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun dalam perencanaan pendidikan penunjangnya.
Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual
Tugas penyusunan kompetensi ini adalah pada bidang Komunikasi grafis, istilah yg diberikan oleh Dikmenjur setelah berkonsultasi dengan Ditjen Grafika. Kata Grafis sendiri mengandung dua pengertian:
* Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atau Komunikasi Grafis,
* Graphishe Vakken (bld=pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, diartikan sebagai percetakan.
Dalam pengertian ini Komunikasi Grafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan statis (tidak bergerak dan bukan time-based images).
Dasar terminologi perlu untuk menjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan Komunikasi Visual.
Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film/video, internet dll, dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based).
Sedangkan Komunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam lingkup statis, dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika. Dalam lingkup terminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.
Bidang profesi Komunikasi Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, periklanan (advertising), dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu komunikasi grafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta / pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen public relation perusahaan.
Pekerjaan Komunikasi Grafis meliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi, fotografi), olah teks/tipografi (cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks dan images ke dalam rancangan/design yang siap dilaksanakan. Dalam kenyataan di lapangan, situasi kegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum di atas. Olah huruf / type design & typography yang di beberapa negara maju merupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi / olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesi tersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). Di Indonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer oleh desainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang olah huruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang spesialisasi profesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasi grafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensi tersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.
bidang Komunikasi Grafis dipilah menjadi 3 sub-bidang:
* Desain Grafis: merancang / menyusun bahan (huruf, gambar dan unsur grafis lain) menjadi informasi visual pada media (cetak) yang dimengerti publik.
* Ilustrasi: menampilkan informasi dengan ketrampilan gambar tangan dan penuangan daya imajinasi.
* Fotografi: menampilkan informasi dengan ketrampilan menangkap cahaya melalui kamera dan kepiawaian memilih / mengolah hasil bidikan.
source : blogs sebelah






