Tampilkan postingan dengan label Harga Murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Murah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Menghadapi Pengembang Pailit


TANYA

Kami membeli sebuah rumah di kawasan “B” secara tunai bertahap. Kami telah menempati rumah tersebut lebih dari satu tahun. Sampai saat ini kami belum menandatangani AJB (Akta Jual Beli), sehingga kami belum memiliki sertifikat atas rumah kami tersebut. Dahulu, pengembang menjamin bahwa sertifikat akan kami terima selambat-lambatnya delapan bulan sejak tanggal serah terima. Tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya.
Kemudian beberapa hari yang lalu, kami membaca sebuah pengumuman di salah satu surat kabar yang isinya menyatakan bahwa pengembang perumahan kami pailit. Apa yang harus kami lakukan untuk mendapatkan sertifikat hak atas rumah kami tersebut? Terima kasih.
Rianna,
Jakarta
JAWAB
Ibu Rianna, terima kasih untuk pertanyaannya. Pada prinsipnya, Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena bila benar pengembang itu pailit maka pengadilan pasti telah menunjuk seorang kurator untuk membereskan piutang atau kewajiban pengembang yang pailit.
Perlu digarisbahwahi, kurator berhak untuk menentukan batas waktu tertentu dalam menerima permasalahan atau pengaduan dari Ibu. Atau dengan kata lain, kurator berhak menolak pengaduan Ibu, bila telah melewati batas waktu yang ditentukan. Oleh karena itu kami sangat menyarankan, Ibu mencari informasi siapa kurator yang telah ditunjuk. Setelah itu segera daftarkan permasalahan Ibu di kantor kurator yang terkait.
Sebagai dasar pengurusan sertifikat, salah satu syaratnya adalah harus ada AJB (Akta Jual Beli) yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli di hadapan Notaris/PPAT. Dalam hal ini, karena pengembang telah diputuskan pailit, pengembang tidak berhak menandatangani AJB. Dengan demikian bila seluruh kondisi dan persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi maka kuratorlah yang akan menandatangani AJB tersebut.
Guna pengurusan tersebut, yang perlu Ibu persiapkan selain dokumen-dokumen terkait adalah dana untuk membayar kurator, membayar biaya notaris, serta biaya pengurusan pembuatan sertifikat.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Senin, 05 November 2012

Cara Memilih Apartemen

Cara Memilih Apartemen
Tinggal di apartemen tentu ada kebanggaan tersendiri. Mengapa? Karena apartemen identik dengan gaya hidup atau trend masa kini. Kebanyakan yang tinggal di apartemen adalah kalangan menengah ke atas. Dan kemudahan akses apartemen serta berbagai fasilitas penunjang yang tersedia membuat nilai tambah untuk tinggal di apartemen.

Namun tidak berarti tinggal di apartemen benar-benar menyenangkan. Sebelum Anda membeli sebuah unit apartemen, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal seperti cara memilih apartemen yang baik dan apa saja kelebihan dan kekurangan di apartemen.

Berikut adalah tips saat anda memutuskan untuk membeli sebuah unit apartemen, hal – hal yang harus diperhatikan selain fasilitas yang ditawarkan oleh pihak marketing, Cari tahu juga tentang tempat parkir, sistem keamanan, sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran, ketersediaan air, dan lainnya. Hal ini sering terluput dari para pembeli.

Ketika anda tertarik dengan sebuah iklan apartemen yang ada di Spanduk – spanduk di berbagai jalan dikota anda atau anda melihat dari berbagai media cetak maupun online namun apartemen tersebut belum dibangun atau belum rampung, sebaiknya Anda menanyakan tentang siapa pengembangnya dan bagaimana kelengkapan surat-surat yang diperlukan untuk mendirikan apartemen. Dalam beberapa kasus, pengembang yang tidak professional tidak kunjung membangun apartemen yang diiklankan atau bangunan setengah jadi dibiarkan terbengkalai. Tentu kejadian ini akan merugikan pihak pembeli.

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Di kota-kota besar, banyak pengembang properti yang marak membangun apartemen. Hal ini karena minat untuk tinggal dalam bangunan tempat tinggal vertikal di daerah perkotaan cukup besar. Penyebabnya antara lain terbatasnya lahan untuk mendirikan pemukiman horizontal atau rumah di daerah perkotaan serta harga tanah yang sudah mahal. Sedangkan apartemen yang dibangun secara vertikal memerlukan lahan yang lebih sedikit sehingga harganya lebih terjangkau.

 Kemacetan yang umum terjadi di kota-kota besar dapat menyebabkan kelelahan saat harus pergi atau pulang dari kantor. Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.

Kehidupan masyarakat perkotaan yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis. Unit apartemen biasanya tidak terlalu besar, sehingga waktu dan energi yang diperlukan untuk membersihkan ruangan tidak terlalu banyak. Mereka juga tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu.

Tingkat keamanan juga lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam dan CCTV yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Ini merupakan hal yang penting karena sebagian besar masyarakat perkotaan yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar, baik untuk bekerja, makan atau rekreasi.

Fasilitas yang tersedia di apartemen juga menjadi daya tarik tersendiri. Sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya.

Kerugian Tinggal di Apartemen

Selain kelebihan dari apartemen, ada pula kekurangan tinggal di apartemen yang perlu diketahui. Misalnya biaya perawatan (maintenance fee) atau service charge yang harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk membayar penggunaan listrik di tempat umum, lift, kebersihan tempat umum, biaya petugas keamanan, kebersihan, dan lainnya. Biaya ini biasanya dihitung tiap meter persegi dari luas unit apartemen yang dimiliki.

Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi. Misalnya larangan membawa binatang peliharaan. Bagi Anda yang menyukai tanaman, Anda tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan. Anda juga harus bertimbang rasa ketika akan mendengarkan musik atau kegiatan lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Luas apartemen yang tidak terlalu besar mungkin tidak disukai bagi yang telah terbiasa tinggal di rumah dengan ukuran luas.

Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit. Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosialisai antar tetangga. Ditambah dengan tingkat kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni, membuat keakraban dan sikap tolong menolong dalam hunian ini berkurang.

Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah. Karena semakin sedikitnya lahan untuk pemukiman sehingga harga tanah akan lebih mahal.

Apartemen kini telah menjadi alternatif pilihan tempat tinggal yang trend. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah Anda akan senang untuk menempati sebuah apartemen.

Rabu, 24 Oktober 2012

Tanah Merah Bagus Untuk Pengurukan



Pekerjaan menguruk bukanlah pekerjaan kecil dan sepele. Material yang digunakannya pun harus yang terbaik karena akan membantu dalam menopang bangunan di atasnya.
Tidak sepenuhnya menopang, sih, karena tetap fungsi utama menopang bangunan terletak pada kekuatan pondasi dan struktur bangunan. Tetapi tetap saja, keduanya tidak akan berdiri kokok tanpa alas yang baik.
Salah satu yang menjadi kriteria utama material pengurukan adalah tanah yang digunakan harus memiliki tingkat kepadatan yang baik. Dari sekian jenis tanah yang ada, tanah merah dianggap memiliki tingkat kepadatan tanah yang lebih baik dibanding tanah hitam.
“Dari bobot, kepadatan, maupun daya rekatnya, tanah merah ini lebih baik dibanding dengan tanah hitam,” terang Anton, penjual tanah merah di daerah BSD, Tangerang. Hanya saja, Anto menjelaskan agar fungsinya maksimal sebagai alas bangunan, tanah merah tidak dipadatkan dalam kondisi tanah basah.
“Kondisi tanah merah sebaiknya kering. Setelah tanah dimasukkan ke area urukan, lalu dipadatkan dengan alat,” terang Anto mengenai teknik pengerjaannya. Untuk harga tanah merah di pasaran sekitar Rp200.000-an.
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Foto: Irfan Hidayat

Material Pagar, Kenali Dulu Karakteristiknya



Memilih material pagar bukan perkara sepele. Ada persyaratan yang harus dipenuhi berkaitan dengan peletakannya yang berada di luar ruang dan langsung berhubungan dengan pelbagai kondisi cuaca. Kesalahan memilih material dan cara menanganinya akan membuat tampilan pagar tidak maksimal. Sebelum menentukkan material apa yang akan dipakai, ini dia penjabaran karakteristik materialnya.
Besi
(+) Kuat dan kokoh. Mampu memberi perlindungan dan keamanan yang baik bagi pemilik rumah. Selain itu, besi termasuk material yang awet, tidak mudah kusam, dan dapat dibentuk beragam desain sesuai dengan keinginan.
(-) Harga relatif mahal. Semakin tebal besi yang dipakai, semakin lama waktu pengerjaannya.
Catatan:
Tak boleh tampil polos, harus di-finishing menggunakan cat besi. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, dan klasik.
Beton
(+) Kuat dan solid. Walau kesannya masif dan kaku karena berbentuk flat, pagar ini terbilang awet dan tahan lama.
(-) Mahal dalam pembuatannya dan butuh waktu yang lama.
Catatan:
Jika diekspos harus di-finishing menggunakan cat anti lumut dan di-waterproofing dengan menggunakan cat transparan. Atau, di-finishing menggunakan cat eksterior. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, dan modern.
Bata Plesteran
(+) Dilihat dari tampilan, mirip dengan beton. Tetapi dari kekuatan, dinding beton lebih baik. Sedang dari cara aplikasi, dinding bata plesteran tidak hanya berbentuk flat, tetapi dapat bermotif atau profilan.
(-) Jika campuran bahan dalam memplester tidak baik, dapat mengakibatkan retak bahkan gompel.
Catatan:
Pengerjaannya mirip dengan dinding rumah, tetapi karena posisinya di luar harus diberi lapisan anti lumut. Lebih baik tidak di ekspos dan di-finishing dengan cat. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, dan klasik.
Batu Alam
(+) Dapat menghadirkan kesan alami. Bentuknya bermacam-macam dengan pilihan warna beragam hingga memberi Anda banyak pilihan model pagar.
(-) Membutuhkan perawatan berkala agar batu tidak berlumut dan tetap tampil cantik. Pengerjaan pun dituntut harus rapi.
Catatan:
Pilih batu alam yang memiliki pori-pori kecil dan warna agak gelapan, seperti andesit dan candi. Tujuannya agar pagar terlihat bersih, tidak cepat berjamur, dan berlumut. Jangan lupa meng- coatingagar batu alam tahan lama. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain modern dan tradisional.
Bata Ekspos
(+) Memberikan tampilan lebih natural terhadap rumah seperti batu alam.
(-) Membutuhkan perawatan berkala agar bata tidak berlumut dan tetap tampil cantik. Pengerjaan pun dituntut harus rapi. Bila dibandingkan dengan batu alam, ia mudah lapuk dan cepat ditumbuhi lumut.
Catatan:
Pilih bata yang menggunakan teknik pabrikasi, bukan bata tradisional. Secara presisi dan porositasnya pun memiliki kondisi jauh lebih bail. Jangan lupa meng- coating agar bata ekspos tahan lama. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain modern dan tradisional.
Kayu
(+) Memberi tampilan alami dan berkesan hangat. Karakteristiknya yang mudah dibentuk beragam model membuat banyak orang menggunakan material ini.
(-) Mudah kusam, keropos, dan lapuk.
Catatan:
Jangan sesekali menggunakan kayu buatan seperti MDF, particle board, atau multipleks, karena akan langsung hancur saat terkena hujan. Kayu yang digunakan harus solid dan padat. Disarankan menggunakan kayu besi atau kayu ulin, tetapi harganya sangat mahal. Jangan lupa untuk meng-coating. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, tradisional, dan klasik.
Bambu
(+) Bambu mudah didapat dan harganya relatif murah. Bentuk dan penampilannya dapat menghadirkan kesan unik pada tampilan pagar dan rumah.
(-) Tidak kokoh, mudah kusam, keropos, dan lapuk.
Catatan:
Untuk bambu ekspos, pilih bambu kuning, jangan bambu hijau. Warnanya yang bagus membuat tampilan pagar kian menarik. Kualitasnya juga lebih kuat dibanding bambu hijau.. Jangan lupa untuk meng-coating. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain tradisional dan modern.
Tanaman
(+) Pagar tanaman dapat mempercantik sekaligus melindungi rumah. Kehadirannya dapat memperlunak tampilan bangunan rumah. Selain itu, tanaman juga menjadi sarana dalam menyaring polusi udara dan suara dari jalan. Warna-warni dari bunga tanaman juga bisa menimbulkan kesan hidup, alami, dan indah.
(-) Perlu perawatan intensif seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. Jika tidak dikerjakan dengan teliti, tampilan pagar tidak akan tampil sempurna.
Catatan:
Tanaman yang biasa dijadikan untuk pagar adalah bambu, beluntas (Pluchea indica), kemuning (Murraya paniculata), soka (Ixora spp), dan tanaman rambat, Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, tradisional, dan klasik.
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Foto: Tan Rahardian

Senin, 22 Oktober 2012

Rumah Terkecil Sedunia Telah Dibuka di Polandia


22 Oct 2012 10:06:30 WIB

Rumah di Warsawa ini berbentuk segitiga memanjang ke bawah 9 m dan lebar 1,4 m dengan ruangan serba kecil.
WowKeren.com - Seorang arsitek asal Polandia sempat mengumumkan bakal membangun rumah paling kecil sedunia. Kini rumah tersebut sudah selesai dibangun dan resmi dibuka. Rumah itu hanya memiliki lebar 1,4 meter dan diapit oleh dua bangunan besar.

Bangunan yang terletak di kota Warsawa ini memiliki desain triangular (segitiga) dengan tinggi 9 meter. Arsitek bernama Jakub Szczesny yang membangunnya dan akan menjadi rumah bagi penulis Israel, Edgar Keret. Sebagai pemimpin proyek ini, Edgar akan tinggal disana selama setahun.

Rumah paling sempit di Eropa ini juga memiliki ruangan normal layaknya rumah biasa namun dengan ukuran minimalis. Karena tidak ada ruangan untuk membangun jendela maka cahaya matahari didesain bisa masuk melalui lubang di kamar tidur.

"Di dalamnya terdapat tempat yang dibutuhkan, seperti dapur kecil, kamar mandi, tempat tidur dan tempat kerja yang serba kecil," ucap Jakub. "Semuanya bisa diakses melalui tangga."

Edgar mengatakan tujuan pembangunan rumah ini untuk mengisi ruang kosong di kota. Konsep itu dihubungkan dengan tragedi Perang Dunia II di Warsawa yang menghancurkan separuh kota. Hal itu dapat diatasi dengan bangunan modern dengan bentuk memanjang ke atas bawah.

"Penelitian menunjukkan bahwa kita sedang mendekati bencana sosial karena ruang hidup terlalu sedikit," imbuh Jakub. "Ini menunjukkan bahwa kamu tidak memerlukan ruang yang sangat banyak untuk hidup."

Berikut ini foto rumah terkecil sedunia di Polandia:

 

(wk/mr)
Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00026852.html#ixzz2A6F1jEEX

Minggu, 21 Oktober 2012

Lebih Nyaman Memajang Karya Anak?


www.houzz.com
Anda tidak mungkin memajang semua karya anak Anda di dinding rumah. Sebelum memilih beberapa karyanya, pilihlah dinding atau lokasi lain tempat memajang arya tersebut

KOMPAS.com - Memang, terkadang orang sulit memutuskan karya seni seperti apa yang cocok untuk ruangan-ruangan di rumahnya. Sulitnya memutuskan bukan hanya karena ada begitu banyak pilihan, tetapi karena pertimbangan harus matang lantaran harga lukisan atau karya seni lain tidak murah.

Untuk itu, Anda dapat mulai berburu karya seni dari penjual barang bekas, saudara atau teman yang sudah bosan dengan koleksi mereka, atau memajang kain-kain bercorak unik. Selain alternatif-alternatif ini, Anda sebenarnya juga punya jalan keluar lain, terutama jika saat ini anak Anda masih berusia balita.

Ya, Anda bisa memanfaatkan kegemaran mereka melukis, mewarnai, dan mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah dengan memajang karya seni buatan mereka. Nanti, ketika tumbuh semakin besar, kenang-kenangan masa kecil mereka akan tetap terpampang di rumah.

Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Dengan memajang karya seni anak-anak Anda di rumah, suasana rumah akan terasa lebih nyaman. Dengan membiarkan anak terus berkreasi serta memberikan penghargaan semacam ini, anak jadi senang, hati orang tua pun tenang.
Hal pertama harus Anda ingat dalam menjadikan karya anak Anda sebagai pajangan adalah memperlakukan hasil karya tersebut dengan serius. Lewat situs Oprah.com, Oprah Winfreymemberikan contoh seorang ibu bernama Janell. Janell mendekor rumahnya dengan karya sang anak.
"Janell menggantung hasil karya Isabella, anaknya, di rumah. Namun, Janell menggunakan lebih dari sekedar paku payung. Ia memperhatikan warna yang digunakan di dalam karya dengan warna ruangan, dinding, mebel, dan gorden. Janell memperlakukannya seperti karya yang serius," ujar Oprah.
Janell juga menggunakan pigura putih di seluruh rumah. Dia bilang, itu dilakukan agar hasil karya anaknya menjadi lebih tampak.
"Selain itu, untuk memberikan kontinuitas dari ruang ke ruang," ujar Oprah.
Agar dapat melakukan hal yang sama dengan Janell, berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan ketika memajang karya anak Anda. Siapa tahu, Anda juga akan dipuji oleh Oprah.
Buatlah pilihan
Anda tidak mungkin memajang semua karya anak Anda di dinding rumah. Sebelum memilih beberapa karyanya, pilihlah dinding atau lokasi lain tempat memajang karya tersebut. Pilih area yang tidak penuh agar hasil karya dapat menjadi fokus utama.
Masukkan dalam pigura senada
Biasanya, karya anak Anda akan sangat berbeda dari karya yang satu ke karya yang lain. Agar dapat memajangnya berdamping-dampingan, cobalah memilih pigura dengan warna dan ukuran yang sama.
Jadikan karya anak sebagai patokan
Jika memungkinkan, Anda juga dapat mendekor ruang berdasarkan warna palet dari lukisan anak Anda. Dengan begini, ruangan tersebut akan tampak serasi.
Tertarik mencoba?
(Sumber: http://www.oprah.com)

Rabu, 17 Oktober 2012

Gading Kencana Asri





Perumahan Gading Kencana Asri adalah hunian asri yang terletak di Kota Sukabumi, memakai jasa d'sign untuk membuat brosur penjualan dengan konsep green minimalist.

KPR 99% ACC


Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K – Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah.

  1. Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan. #99KPRDisetujui
  2. Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet. #eh #ups #99KPRDisetujui
  3. Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya. #99KPRDisetujui
  4. Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF. #99KPRDisetujui
  5. Kl  belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan. #99KPRDisetujui
  6. Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan. #99KPRDisetujui
  7. Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian. #99KPRDisetujui
  8. Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah* #99KPRDisetujui
  9. Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh. #99KPRDisetujui
  10. Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor. #99KPRDisetujui
  11. NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis! #99KPRDisetujui
  12. Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia. #99KPRDisetujui
  13. Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI. #99KPRDisetujui
  14. Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih. #99KPRDisetujui
  15. Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga. #99KPRDisetujui
  16. Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank! #99KPRDisetujui
  17. Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right? #99KPRDisetujui
  18. Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d #99KPRDisetujui
  19. Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah. #99KPRDisetujui
  20. Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik. #99KPRDisetujui
  21. Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d #99KPRDisetujui
  22. Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku. #99KPRDisetujui
  23. Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya. :D

Rabu, 26 September 2012

DESAIN RUMAH MASA KINI




Image
Desain rumah masa kini tidak harus terpaku pada tren atau gaya tertentu. Kebiasaan dan gaya hidup pemilik serta kepedulian terhadap lingkungan, berpengaruh kuat pada desain sebuah hunian.

     Seperti apa desain rumah masa kini? Pertanyaan ini seringkali muncul bagi mereka yang ingin membangun rumah, atau merenovasi rumah mereka, khususnya dari sisi arsitektural. Wajar, karena tentu kita tidak ingin terlihat ketinggalan jaman atau tidak mengikuti perkembangan. Rumah masa kini lebih condong untuk mengaplikasikan ide-ide baru baik dari segi arsitektur, interior dan lansekap. Itulah sebabnya, tren terkini selalu menjadi incaran banyak orang sebagai panutan. Namun sesungguhnya, desain rumah hendaknya mencerminkan kebiasaan, karakter dan gaya hidup penghuninya. Jangan Anda tergiur oleh suatu gaya atau desain tertentu, hanya karena tren semata.

ImageImage
Rumah tinggal merupakan tempat bernaung seseorang dan keluarganya. Aktifitas dan gaya hidup yang berbeda-beda tentu menuntut wadah berlindung yang berbeda pula. Banyak hal personal yang mempengaruhi perancangan rumah tinggal. Sebuah rumah berarsitektur modern di Indonesia bisa tampil dengan sentuhan tradisi. Ini karena kebudayaan masyarakat tetap memiliki pengaruh dalam pembagian fungsi ruang. Kesibukan kehidupan perkotaan turut mempengaruhi fasad rumah, dengan tampil lebih sederhana dan ringan. Namun, tak menutup kemungkinan interior rumah akan ditata secara maksimalis untuk mengeksplor kecintaannya terhadap budaya timur.

     Arsitektur bukanlah soal bentuk fisik semata. Sebuah arsitektur rumah tinggal, hendaknya dapat menerjemahkan karakteristik dan keunikan masing-masing pemilik rumah ketimbang sekadar mengikuti tren. Masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dapat menampilkan keindahan bentukan rumahnya tanpa harus terbelenggu oleh tren.  

ImageDesain rumah masa kini makin kreatif, lewat teknologi material dan cara aplikasi yang beragam. Dinding rumah tak lagi harus berlapis cat dengan warna-warni tertentu, namun bisa tampil polos dengan semen unfinished atau beton ekspos yang menampilkan kejujuran material. Grassblock yang identik sebagai material untuk perkerasan atau menutup tanah berumput pada lapangan parkIr, ternyata bisa beralih fungsi sebagai dinding. Demikian pula susunan ribuan botol-botol bir atau minuman energi yang bisa disulap menjadi dinding sekaligus sebagai elemen dekoratif. Unik dan estetis.

Rumah Tropis
ImageRumah tropis masih mendominasi desain rumah masa kini di Indonesia. Ini karena iklim tropis yang ada seringkali menimbulkan panas matahari berlebih, kelembaban yang cukup tinggi, curah hujan, pergerakan angin dan sebagainya. Desain arsitektur tropis tidak sekedar memperhitungkan agar bangunan tidak panas dan ketika hujan tidak tampias, namun juga bagaimana untuk menciptakan kenyamanan tinggal di dalamnya, semisal dengan membuat plafon tinggi, banyak bukaan, desain jendela, ventilasi silang, atap miring dan ebagainya.
 
ImageUntuk mendinginkan dinding, dapat dibuat ’secondary wall’ setelah dinding utama, di mana ruang diantaranya akan berfungsi sebagai tempat peredam panas. Tidak hanya karena ketebalannya dapat memperpanjang radiasi panas, namun sistem aliran udara yang terjadi di ruang transisi dapat mendinginkan ruang utama. Berbagai material bisa digunakan sebagai secondary wall mulai dari papan, kayu, bekas bantalan rel kereta api, bambu hingga besi atau baja. Eksplorasi desain terus dilakukan, sehingga padu padan material bisa menampilkan keindahan.

Arsitektur Hijau
ImageKesadaran akan arsitektur hijau juga menjadi hal yang mempengaruhi desain rumah tinggal masa kini. Menghindarkan bumi dari kerusakan akibat pemanasan global, dapat dimulai dari desain rumah tinggal. Memadukan bangunan hemat energi dan material ramah lingkungan sangat berkontribusi terhadap penurunan konsumsi energi.
Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana (efisiensi ruang), efisiensi bahan, kualitas bangunan bermutu dan material ramah lingkungan menjadi hal yang diutamakan. Efisiensi ruang yang dimaksud disini adalah menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, misalnya ruang tamu dengan ruang keluarga. Sebagai ganti untuk menerima tamu, tempatkan set meja dan kursi di teras. Pengembangan atap bangunan menjadi taman atap pun makin banyak digunakan karena memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang dan bertambahnya ruang hijau).

ImagePenggunaan material yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Pilih material lokal yang mudah dijangkau untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, produksi karbon monoksida kendaraan, dan juga menghemat biaya. Selain itu, bisa pula digunakan material bekas pakai yang masih layak. Misalnya bambu yang semula berfungsi sebagai perancah, bisa digunakan kembali sebagai pembatas dinding misalnya. Atau genteng bekas pakai yang bisa disusun kembali menjadi penutup dinding. Desain rumah masa kini tidak lagi hanya terpaku pada gaya atau tampilan luarnya saja, namun juga perlu mempertimbangkan kelestarian lingkungan, terutama dalam menghadapi pemanasan global. Desain rumah ramah lingkungan bisa direncanakan sejak awal, sehingga rumah tidak hanya indah tapi juga sehat.

Selasa, 04 September 2012

Pengembang Perumahan Gandeng Perbankan Syariah


SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengembang perumahan mulai melirik perbankan syariah dalam kerjasama pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), menyusul pembatasan uang muka minimal 30 persen pada setiap transaksi pembelian rumah melalui bank konvensional mulai 15 Juni 2012.
Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat mengatakan, kerjasama dengan perbankan syariah dalam pameran REI Expo 3 yang akan diselenggarakan 20 Juni-1 Juli di Mal Ciputra adalah yang pertama kali. Selama ini pengembang perumahan banyak bekerjasama dengan perbankan konvensional dalam hal KPR.
"Karena itu konsumen bisa memilih tetap akan menggunakan jasa bank konvensional atau bank syariah, mana yang memberikan kemudahan paling baik," katanya, hari ini.
Menurut Dibya, dalam pameran tersebut sebanyak delapan bank syariah yakni Bank Jateng Syariah, Mandiri Syariah, BII Syariah, BTN syariah, BNI Syariah, Bank Muamalat, CIMB Niaga Syariah, dan BRI Syariah akan mengikuti pameran. Selain itu, 14 pengembang dari REI Jateng juga akan menawarkan rumah-rumah kelas menengah dan mewah. Pada pameran kali ini rumah tapak sederhana tidak akan ikut pameran karena masalah FLPP yang belum ada kejelasan. "Bila batas minimal uang muka sudah tidak bisa ditawar lagi, kami berharap nilai bunga dapat stabil dan lebih rendah," ujarnya.
Sementara itu Manajer Tim Perbankan Syariah Bank Indonesia Kanwil V Semarang Esti Binukaningsih mengatakan, keikutsertaan perbankan syariah dalam pameran perumahan tersebut selain mengenalkan market bank syariah, juga sekaligus meningkatkan aset bank syariah. Dari pameran tersebut, diharapkan ada target minimal pembiayaan KPR Rp 50 miliar dapat tercapai.
"Kami harapkan konsumen  bisa menggunakan jasa perbankan syariah. Sebab kenaikan minimal uang muka pembelian rumah hanya untuk bank konvensional, tidak di bank syariah. Selama ini rata-rata uang muka pembelian rumah di bank syariah minimal 20 persen," tuturnya.
Dari 12 bank syariah yang memiliki kantor cabang di Semarang, akan ada delapan bank syariah yang ikut pameran. Hal itu menunjukkan bahwa mereka tertarik kepada sektor properti karena dianggap berpotensi dapat mengembangkan aset perbankan syariah.
Pada 2011 aset perbankan syariah di Jawa Tengah tumbuh 50 persen, di atas pertumbuhan nasional sekitar 48 persen. Tahun ini pertumbuhan ditarget 40-45 persen. Total aset perbankan syariah Jateng posisi Maret 2012 mencapai Rp 8,6 triliun. "Melalui pameran ini diharapkan bisa membantu mencapai target aset," katanya.
( Fani Ayudea / CN32 / JBSM )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/14/121276/Pengembang-Perumahan-Gandeng-Perbankan-Syariah