Tampilkan postingan dengan label Pengajuan KPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajuan KPR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Desain Tangga Minimalis


Artinya, tangga harus nyaman dipakai. Orang tidak merasa capek naik tangga. Idealnya, tinggi anaktangga 20 cm. Tentu dapat diberi toleransi. Tetapi lebih dari 25 cm akan membuat orang lama-lama cepat lelah. Lebar anak tangga setidaknya 25 cm. Agar cukup untuk tapak kaki. Kurang dari itu membahayakan. Sementara panjang anak tangga yang nyaman untuk lalu lalang minimal 0,9-1meter.
Tinggi (rise) dan lebar anak tangga (run) harus konsisten. Semua anak tangga harus mempunya ukuran tinggi dan lebar yang sama persis. Karena itu perhitungan harus dilakukan sejak awal desain. Yang harus dihitung adalah tinggi lantai atas dan tinggi lantai bawah (elevation). Bagilah elevation dengan tinggi anak tangga. Misalnya tinggi lantai 2 adalah 3m. Dan tinggi anak tangga 20 cm. Maka dibutuhkan. Anak Tangga: 300/20= 15 anak tangga.
Tangga Minimalis
Selanjutnya Anda harus juga menentukan berapa luas ruang yang dibutuhkan untuk tangga. Kalau lebar anak tangga adalah 25. Maka total panjang ruang yang dibutuhkan adalah 25×15 = 3,7m. Total ruang yang dibutuhkan adalah 1m (panjang anak tangga) x 3,7m = 3,7m2.
Pengembangan Bentuk Tangga
Bentuk tangga dapat mengikuti ruang. Jadi tangga tidak selalu berbentuk lurus. Tangga dalam rumahdapat berbentuk L atau U. Yang paling populer adalah tangga bentuk U karena lebih ringkas. Tangga U dapat sangat fleksibel tergantung ruang.
Untuk memastikan presisi tangga Anda dapat membuat gambar elevasi dan gambar denah. Saya tampilkan dua contoh sederhana. Asumsi elevasi adalah 2,85 M. Jumlah anak tangga 15. Pada gambar pertama, luas ruang yang dibutuhkan 2,08 m X 3,275 m Sementara pada gambar kedua luas ruang yang dibutuhkan 2,85 x 2,1m. Ingatlah sekali lagi bahwa bila tinggi lantai berubah menjadi 3m, jumlah anak tangga, dan kebutuhan ruang juga akan berubah.
Tangga dan Mezzanine
Bentuk tangga U juga dapat dikembangkan menjadi mezzanine. Yaitu ruang antara lantai 1 dan 2. Mezzanine dalam rumah merupakan pemberhentian sejenak. Di mezzanine Anda dapat menempatkan ruang keluarga, atau ruang baca. Pada contoh di bawah ini saya memperlihatkan sebuah mezzanine yang difungsikan sebagai ruang belajar. Pada sisi sebelah kiri saya tampilkan gambar denah tangga dan mezzanine. Sedang pada gambar sebelah kanan adalah gambar sketsa dari mezzanine dan tangga.
Perpaduan antara mezzanine dan tangga ini cocok diterapkan dalam rumah dengan lahan terbatas namun kebutuhan ruangnya banyak
Tangga dan Pencahayaan
Area tangga harus mendapat sinar matahari yang cukup dari lantai 2. Jika tidak, area tangga akan lembab dan menimbulkan kesan seram atau muram. Perhitungkan agar sinar matahari dapat masuk ke area tangga. Hal itu dapat dilakukan dengan membuat jendela dengan kaca mati di dinding atau glassblock/genting kaca pada atap rumah.

Renovasi Area Bawah Tangga Jadi Kamar Mandi Tamu



Renovasi Area Bawah Tangga Jadi Kamar Mandi Tamu

Manfaatkan ruang di bawah tangga sebagai tempat yang berfungsi untuk penyimpanan atau kamar mandi tamu. Dijadikan kamar mandi tamu, area di bawah tangga ini lebih mudah dijangkau agar tamu tidak perlu masuk ke dalam kamar mandi pemilik rumah.
Apabila Anda tertarik untuk mengubah area bawah tangga menjadi kamar mandi tamu, simak dulu beberapa hal berikut ini:
- Ukurlah ketinggian langit-langit di area bawah tangga tersebut. Untuk ketinggian yang nyaman sekitar 2 meter. Karena tangga tidak sama tingginya, bagian langit-langit yang lebih rendah dimanfaatkan sebagai area penyimpanan peralatan kamar mandi seperti  tisu atau sabun.
- Buat level lantai lebih rendah daripada level  lantai bagian luar kamar mandi tersebut. Umum untuk penurunan level dibuat sekitar 5 cm. Supaya air di dalam kamar  mandi tidak akan ke luar dan menggenangi ruang lainnya.
- Perhatikan sirkulasi udara, usahakan ada akses udara masuk dari luar ke dalam. Agar kamar mandi tidak menjadi  lembab dan menjamur. Untuk menghemat tempat, buatlah bukaan berupa lubang angin berkisi-kisi agar udara tetap masuk, tetapi hewan-hewan kecil terhalang.
- Pastikan penerangan buatan di dalam kamar mandi. Lebih bagus lagi jika memungkinkan dibuat  jalan masuk cahaya alami, seperti kaca yang  terhubung ke luar rumah. Cahaya matahari  baik untuk menghalau kelembaban ruangan serta berkembangnya jamur dan kuman.
- Karena letaknya di bawah tangga, tidak  semua fungsi kamar mandi dapat terakomodasi. Yang terpenting, bagi sebuah kamar mandi tamu adalah keberadaan kloset  dan wastafel.

(Sumber: properti.kompas.com)


Kamis, 22 November 2012

Konsep Foyer untuk Rumah Praktik Dokter


TANYA

Saya seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai dokter gigi. Supaya bisa bekerja sambil menjaga anak saya yang masih kecil, saya ingin membuka praktik di rumah. Namun saya bingung dengan penataan ruang di rumah saya agar dapat dijadikan ruang praktik. Saya berencana membuat ruang praktik di ruang tamu, karena ruangan ini cukup besar, yaitu berukuran 6 m x 5 m. Tetapi saya ingin tetap ada akses masuk ke dalam rumah tanpa harus melalui ruang praktik. Peralatan yang akan saya masukkan ke ruang praktik adalah kursi praktik, lemari, meja, dan kursi. Saya juga ingin menyediakan ruang tunggu, yang rencananya akan diletakkan di teras rumah yang berukuran 3 m x 2 m. Apakah ini memungkinkan?
Oya, pintu masuk ke dalam rumah saat ini terletak di tengah-tengah dinding yang panjangnya 6 m. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya.
Tari, Pluit
JAWAB
Salam kenal untuk Bu Tari di Pluit. Saat ini memang sudah menjadi satu tren, seorang profesional menggerakkan usahanya dari rumah tinggal, yang biasa dikenal dengan sebutan SOHO (small office home office). Membuka praktik dokter gigi di rumah seperti Bu Tari memang menjadi satu pilihan yang menarik. Sambil bekerja, seorang ibu atau orangtua tetap dapat mengawasi anak-anaknya.
Saya coba perkenalkan satu konsep foyer, untuk memecahkan masalah Bu Tari. Foyer, atau bisa juga disebut lobi, atau hall, pada dasarnya berfungsi sebagai ruang penerima pertama dari rumah, atau bangunan lain seperti hotel, kantor, dan sebagainya.
Foyer di rumah sangat baik digunakan terutama sebagai ruang antara, atau ruang pengarah antara area publik dengan area privat. Dalam beberapa penyelesaian pada rumah tinggal, foyer dapat digunakan sebagai ruang antara sebelum tamu atau penghuni masuk ke dalam rumah. Pada saat hujan, maka jas hujan, payung, sepatu, dapat disimpan di ruang ini. Ruang ini biasanya dilengkapi dengan cermin, meja konsol, atau dapat juga ditambahkan rak-rak simpan sepatu, kursi tunggu, dan sebagainya.
Dalam kasus Bu Tari, maka foyer digunakan sebagai ruang pengarah antara ruang publik yakni ruang praktik dokter dengan ruang privat yakni ruang tamu ataupun ruang keluarga.
Secara ringkas saya coba usulkan penyelesaian sebagai berikut. Ruang teras yang berukuran 2 m x 3 m tetap dapat digunakan sebagai ruang pendaftaran dan ruang tunggu pasien tanpa harus mengubahnya. Ruang tamu yang ukurannya 6 m x 5 m, dibagi menjadi dua ruang utama yakni ruang praktik dokter dan ruang tamu, dengan foyer sebagai ruang antara. Letak pintu tidak saya ubah; tetap seperti yang ada saat ini.
Silakan perhatikan denah dan gambar berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai ruang foyer, dan sedikit gambaran dari dalam ruang praktek dokter gigi Bu Tari.
Demikian Bu Tari, mudah-mudahan jawaban ini cukup memuaskan. Silakan mencoba ide-ide lain.

Menghadapi Pengembang Pailit


TANYA

Kami membeli sebuah rumah di kawasan “B” secara tunai bertahap. Kami telah menempati rumah tersebut lebih dari satu tahun. Sampai saat ini kami belum menandatangani AJB (Akta Jual Beli), sehingga kami belum memiliki sertifikat atas rumah kami tersebut. Dahulu, pengembang menjamin bahwa sertifikat akan kami terima selambat-lambatnya delapan bulan sejak tanggal serah terima. Tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya.
Kemudian beberapa hari yang lalu, kami membaca sebuah pengumuman di salah satu surat kabar yang isinya menyatakan bahwa pengembang perumahan kami pailit. Apa yang harus kami lakukan untuk mendapatkan sertifikat hak atas rumah kami tersebut? Terima kasih.
Rianna,
Jakarta
JAWAB
Ibu Rianna, terima kasih untuk pertanyaannya. Pada prinsipnya, Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena bila benar pengembang itu pailit maka pengadilan pasti telah menunjuk seorang kurator untuk membereskan piutang atau kewajiban pengembang yang pailit.
Perlu digarisbahwahi, kurator berhak untuk menentukan batas waktu tertentu dalam menerima permasalahan atau pengaduan dari Ibu. Atau dengan kata lain, kurator berhak menolak pengaduan Ibu, bila telah melewati batas waktu yang ditentukan. Oleh karena itu kami sangat menyarankan, Ibu mencari informasi siapa kurator yang telah ditunjuk. Setelah itu segera daftarkan permasalahan Ibu di kantor kurator yang terkait.
Sebagai dasar pengurusan sertifikat, salah satu syaratnya adalah harus ada AJB (Akta Jual Beli) yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli di hadapan Notaris/PPAT. Dalam hal ini, karena pengembang telah diputuskan pailit, pengembang tidak berhak menandatangani AJB. Dengan demikian bila seluruh kondisi dan persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi maka kuratorlah yang akan menandatangani AJB tersebut.
Guna pengurusan tersebut, yang perlu Ibu persiapkan selain dokumen-dokumen terkait adalah dana untuk membayar kurator, membayar biaya notaris, serta biaya pengurusan pembuatan sertifikat.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Senin, 12 November 2012

Beli Rumah dari Saudara? Harus Jelas Hitam Putihnya!



Penting dipahami bahwa membeli rumah dari saudara bukan berarti segalanya dibuat secara kekeluargaan. Anda tetap harus mengikuti prosedur membeli rumah pada umumnya agar semua transaksi terekam jelas dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Awalnya, Dedi Setiadi (32) berniat membantu kakaknya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Saat sang kakak menawarkan rumahnya agar ia beli, Deni pun mengiyakan. “Keputusan saya, ya, karena ingin membantu kakak saya,” ucap Deni. Selain membantu, ada alasan lain yang membuat ia cepat menerima keputusan itu, yaitu kakaknya memberikan penawaran menarik. “Uang yang harus saya serahkan cukup 60% dari nilai total rumah. Sisanya, dibayar saat anaknya masuk kuliah. Dan itu berarti 9 tahun lagi,” tambahnya.
Tak ada hitam putih. Semua transaksi hanya berdasar sebuah “kepercayaan”. Tetapi, setelah 2 tahun berlalu, kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Mendadak, kakaknya selalu meminta uang dengan pelbagai alasan. Awalnya, Deni memberi sejumlah uang yang diminta. Tetapi, saat kakaknya meminta dengan nominal besar, ia terus terang tidak menyanggupi. Ketidak sanggupan ini membuat ia merasa “diteror” kakaknya sendiri. Pertengkaran di antara kedua saudara ini pun akhirnya meledak. Deni merasa air susu dibalas dengan air tuba.
Roni Sembirin Yusuf, konsultan keuangan, PT Winsolutions Financial Consultant, menjelaskan bahwa siapapun pelakunya, tanpa terkecuali, semua yang melibatkan transaksi keuangan wajib dibuatkan hitam putihnya. “Semua yang berhubungan dengan uang itu sifatnya sangat sensitif. Siapapun bisa kalap gara-gara masalah uang. Semua hanya bisa diminimalisasi dengan yang namanya kontrak hitam di atas putih,” terang Roni. Lantas, bagaimana agar kita terhindar dari permasalahan ini?
Ini yang Terpenting!
Jangan terburu-buru memberikan kata “iya” kepada saudara Anda. Walau Anda memang tertarik dengan bentuk desain rumah atau kondisi lingkungan perumahannya yang nyaman ditinggali, sebaiknya cek kondisi keuangan tabungan Anda terlebih dulu. “Jika jumlahnya mencukupi bahkan setelah dihitung Anda masih memiliki tabungan sisa, maka tidak masalah. Tetapi, jika jumlahnya tidak mencukupi atau mencukupi tetapi membuat Anda kehilangan tabungan seluruhnya, sebaiknya perlu berpikir ulang,” ungkap Roni.
Ia menerangkan bahwa jumlah tabungan yang harus dimiliki sisanya tidak kurang dari 20% atau seminimal-minimalnya dapat memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga (jika sudah berkeluarga) selama 4-6 bulan. “Ingat, Anda juga memiliki prioritas untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Jika Anda sudah berkeluarga, juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga Anda,” ucap Roni. “Intinya, jangan sampai Anda menolong saudara dari lubang buaya, tetapi Anda sendiri terperosok dan termakan oleh buaya itu,” ungkap Roni memberi perumpamaan.
Lihat, Teliti, dan Periksa
Walau membeli rumah saudara, bukan hal terlarang jika Anda memeriksa barang yang akan dibeli. Periksa secara seksama kondisi fisik rumah. Apakah masih layak huni atau tidak. Ini penting agar Anda bisa bernego tentang harga rumah. Jika masih layak huni, berarti harga jualnya masih tinggi. Jika tidak, harga dipastikan bisa lebih rendah. Selain itu, tanyakan juga umur rumahnya. Umur rumah digolongkan menjadi 3, yaitu baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10-20 tahun), dan tua (lebih dari 20 tahun). “Semakin tua usia bangunan, semakin besar kemungkinan Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan,” terang Roni.
Pastikan juga bahwa lingkungan perumahan yang akan dibeli memiliki standar kenyamanan dan keamanan yang baik. Jika keduanya tidak terpenuhi, biasanya harga rumah nilainya akan di bawah standar. Jika saudara Anda tetap menjualnya dengan harga tinggi, lebih baik sarankan saja dia untuk menjualnya ke orang lain. Selain tidak akan hidup nyaman di rumah ini, Anda yang berniat untuk investasi pun dipastikan akan kesulitan untuk menjualnya kembali. Terpenting, pastikan bahwa rumah bebas dari sengketa dan lengkap surat-suratnya.
Harga yang Disepakati, Wajar
Membeli rumah dari keluarga biasanya tidak memiliki standar yang jelas. Bahkan, dalam kondisi keuangan yang mendesak ada dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, seseorang akan berani menjual rumahnya di bawah standar harga pasar. Sebenarnya, ini sebuah keuntungan bagi Anda. Tetapi, karena bersaudara, sebaiknya Anda tidak sekejam itu membeli rumah dengan harga semurah-murahnya. Tentukan harga yang sedikit memberi dia “kebahagiaan”.
“Harga harus benar-benar disepakati kedua belah pihak. Jika memang memungkinkan, bawa juga keluarga dalam menentukkan harga rumah ini. Minimalnya, harga disepakati oleh Anda dan isteri Anda (jika Anda sudah menikah) dan saudara Anda beserta isterinya (jika kasusnya saudara Anda sudah menikah),” terang Roni.
Pembayarannya Jelas
Walaupun jual belinya dengan saudara atau pihak keluarga, perlu dibuat surat perjanjian di atas materai antara penjual dan pembeli (pihak 1 dan pihak ke-2). Hal ini penting agar tidak terjadi sengketa di dalam keluarga nantinya. “Banyak kasus karena tidak adanya dokumen kontrak mengakibatkan perselisihan antaranggota keluarga. Dari mulai terjadi adu fisik, hingga hilangnya nyawa di tangan keluarga sendiri,” tukas Roni.
Jika Anda membeli secara tunai, kondisinya akan lebih mudah karena Anda tidak perlu melakukan pembayaran sisanya. Bagaimana jika dicicil? Roni menjelaskan harus dibuat secara detail proses pembayarannya. Misalnya, akan dicicil selama berapa tahun dan perbulannya akan dibayar berapa? Jika sudah pasti, Anda berpegang dengan perjanjian tersebut. “Perlu diingat, perjanjian hitam di atas putih ini perlu menggunakan materai dan juga saksi. untuk saksi sebaiknya dari pihak di luar anggota keluarga,” terang Roni. Jika kedua belah pihak jelas, permasalahan membeli rumah dari keluarga akan terhindar.
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Foto: Jou Endhy Pesuarissa
Lokasi: Rumah Contoh Perumahan Grand Cilebut, Bogor


Selasa, 30 Oktober 2012

Mengenal Lebih Jauh tentang Sejarah & Perkembangan Ruko



Sejarah & Perkembangan Ruko
Mengenal lebih jauh tentang ruko berarti mengajak kita berlari ke titik mula, sejarah. Asal muasal. Alkisah tentang suku Hokkian, kaum China perantau. Sebagian besar suku ini berasal dari Propinsi Fujian, terutama pesisir Zhangzhou dan Quanzhou, sebuah kota pelabuhan dan perdagangan. Mereka membelah laut, menyabung nasib, mendulang peruntungan, hingga sampai ke nusantara. Kaum perantau ini lalu bermukim dengan membawa budaya dari negeri asal yang kita sebut Kawasan Pecinan. Mereka telah terbiasa tinggal di sebuah rumah kecil memanjang, tiam-chu julukannya, berarti rumah dan toko, atau ruko.
Tipologi ruangnya persegi empat, bermuka kecil, mengalur panjang ke belakang. Terdiri satu atau dua lantai untuk berdagang sekaligus berhuni. Area tengah bangunan terdapat cim-chay (sumur dalam) dan (tian-jiang) berarti sumur langit, identik dengan courtyard di masa kini. Secara ekologis, berfungsi sebagai ventilasi udara dan masuknya sinar matahari, juga tempat penampungan air yang berasal dari air sumur dan air hujan. Ruangan ini juga berguna sebagai dapur, ruang makan, hingga arena berkumpulnya anggota keluarga. Di tiam-chu ini juga terdapat altar leluhur sekaligus tempat peyimpanan abu, representasi anggota keluarga yang telah meninggal. Dalam skala sosial, ruko tradisional ini kerap berperan sebagai ajang perkumpulan warga, terutama jika pemiliknya orang terpandang atau mempunyai jabatan tertentu dalam struktur masyarakat.
Seiring perubahan iklim politik dan sosial, masyarakat Tionghoa yang hidup berkoloni, akhirnya ‘keluar’ dari Pecinan, membaur dengan warga pribumi. Ruko pun mengalami pergeseran fungsi dan makna, kini lebih banyak berfungsi sebagai toko saja atau gudang. Masyarakat di luar etnis Tionghoa ikut membangun ruko, karena bentuknya yang efisien, yang di masa modern ini lalu berkembang, juga berfungsi sebagai tempat berkantor, atau lazim disebut rukan (rumah kantor).
Fungsi & Investasi Ruko
Sejalan dengan perkembangan kota-kota di Indonesia, ruko menjadi salah satu elemen penting pertumbuhan ekonomi perkotaan. Nilai investasi ruko sangat optimal, untuk dijual kembali atau disewakan. Karena itu, ruko bertumbuh pesat, mengiring tetumbuhan properti lain seperti perumahan, rusunami, apartemen, mal, plaza, supermal, trade center, town square, dsb. Ruko menjamur mulai dari jalan protokol hingga jalan sekunder. Ruko mengakomodir segenap aktifitas di sektor usaha, baik barang maupun jasa: ritel, otomotif (motor dan mobil), elektronik, kuliner, pendidikan, telekomunikasi, pelayanan kesehatan, perbankan, teknologi informasi, dll. Semangat entrepreneurship yang marak di kalangan anak muda belakangan ini pun turut mendongkrak kehadirannya. Ruko baru hadir, ruko lama direnovasi.
Lokasi & Tipologi Bangunan Ruko
Lokasi ruko lantas menjadi faktor kunci. Akan tepat ketika dibangun di tepi jalan utama atau jalan kabupaten, di depan kompleks perumahan yang sudah dihuni, memiliki akses kendaraan mudah, baik pribadi maupun angkutan umum, dengan arus lalu lintas ramai. Apalagi jika di sekelilingnya terdapat fasilitas pendukung seperti area wisata kuliner, wisata belanja, perkantoran, bahkan tempat ibadah. Sebaliknya, lokasi yang tersembunyi alangkah baiknya dihindari, misal di gang atau di dalam perumahan, kecuali untuk rukan.
Berdasarkan tipologi bangunan yang diatur dalam Keterangan Rencana Kota (KRK) dari Dinas Tata Ruang, ruko dibagi menjadi dua tipe. Pertama, tipe tunggal, di mana satu unit berada dalam satu kaveling. Atau, satu atap bangunan ruko yang terbagi beberapa unit, berada dalam satu kaveling besar. Ruko tunggal memiliki jarak bebas depan, belakang, kanan, dan kiri. Tipe kedua disebut tipe deret atau kopel. Sisi kanan kiri menempel ruko lain. Jarak bebasnya hanya ke depan dan ke belakang. Tipologi semacam ini muncul akibat mahalnya harga tanah, kebutuhan efisiensi ruang, dan biaya konstruksi yang cukup tinggi.
Permasalahan Ruko & Solusinya
Populasi manusia meningkat, namun luasan bumi tak bertambah. Itulah yang membuat harga tanah semakin mahal. Kota pun berkembang, baik secara interstisial, vertikal, maupun horizontal. Harga tanah tertinggi berada di pusat kota, di lokasi strategis, serta di pinggir-pinggir jalan utama, tempat di mana ruko berada. Maka, dalam perencanaannya tidaklah mudah, mengingat setiap meter persegi adalah uang. Target pengguna harus ditetapkan sejak semula. Perilaku konsumen harus benar-benar dipahami, tentang sebuah kebutuhan belanja sekaligus rekreasi.
Di samping itu, faktor fungsional dan faktor sosial harus diperhatikan. Faktor fungsional terdiri dari aspek komersial, seperti penempatan elemen iklan: poster, banner, etalase, untuk menarik pembeli datang. Lalu, kapasitas parkir harus cukup untuk manuver kendaraan. Sulitnya memarkir kendaraan, akan membuat konsumen enggan mampir. Bagi pemilik, halaman yang cukup lapang perlu untuk kelancaran arus pasok barang oleh truk-truk besar. Berlanjut aspek lingkungan, seperti lansekap, drainase, taman. Faktor sosial menjelaskan bagaimana keberadaan sebuah kompleks ruko mampu mengakomodasi sektor informal di sekeliling lokasi. Idealnya, semua terpenuhi.
Beberapa permasalahan yang terkait dengan ruko beserta solusinya :
Permasalahan pemborosan energi, yaitu konsumsi listrik dan AC berlebihan. Hal ini disebabkan beberapa hal. Pertama, karena void atau yang di masa dulu disebut cim-chay, kini menghilang, dengan alasan efisiensi ruang. Solusinya yaitu dengan membuat taman kecil di area paling belakang. Kedua, fasad dibuat datar tanpa tritisan atau kanopi sehingga langsung terkena panas matahari. Kulit bangunan berupa dinding atau kaca yang tanpa isolator menjadi panas, langsung merembet ke dalam bangunan. Cara mengatasinya yaitu dengan membuat secondary skin atau kulit kedua dengan bahan yang tidak menjadi konduktor panas. Ketiga, kurangnya penerangan di dalam ruangan. Jalan keluarnya adalah dengan membuat mezanin dan skylight.
Permasalahan lingkungan, berkurangnya lahan hijau, serta area parkir yang terasa panas dan gersang. Solusi yang ditawarkan adalah menghindari penggunaan material yang menutup seluruh lapisan tanah seperti aspal atau semen, lalu menggantinya dengan bahan alternatif seperti grass block. Akan lebih baik bila menanam pohon peneduh, jika memungkinkan.
Permasalahan monotonitas desain. Gelombang industrial yang melanda dunia, dengan penggunaan material fabrikasi seperti baja, besi, dan aluminium, telah menyebabkan keseragaman wajah kota. Ruko kemudian hanya berupa perpaduan kotak beton dan kaca. Lalu adanya asumsi yang mengatakan bahwa pasar lebih menyukai konsep heritage negara mapan/negara-negara Eropa daripada konsep budaya Indonesia. Mereka lalu menyebut berbagai istilah langgam desain seperti minimalis modern atau klasik mediterania. Dari segi tipologi ruang, desain open plan cenderung membosankan. Solusinya, kita bisa memasukkan unsur permainan warna, material, tekstur, dimensi, dan geometri. Jika secara eksterior cukup sulit karena terbatas ruang geraknya, kita bisa bermain di area interior, misalnya menambahkan sentuhan lokalitas atau etnis di dalamnya. Untuk peletakan tangga yang biasanya berada di bagian belakang, bisa ditarik ke depan dan didesain khusus untuk sengaja dipajang sebagai point of interest, seperti model multi storey retail di Jepang. Sistem ini juga menguntungkan bagi ruko yang disewakan per lantai karena akan membentuk ruang privasi antar penyewa. Lalu untuk pembagian ruang, sebagai contoh, lantai pertama bisa difungsikan sebagai area publik, yaitu area penerima tamu dan ruang pajang produk. Lantai kedua bisa digunakan sebagai workshop, area produksi, ruang staf, dan gudang. Barulah lantai teratas bisa dipakai sebagai area privat yaitu sebagai hunian. Pembagian ruang ini tentu fleksibel, sesuai kebutuhan, sesuai jenis usaha yang digeluti.
Permasalahan bahaya kebakaran. Bangunan yang rapat berderet rentan terhadap bahaya kebakaran. Apalagi bila ruko digunakan untuk bisnis kuliner atau bisnis yang banyak memakai jaringan arus listrik seperti toko peralatan listrik dan komputer, warung internet, bengkel motor atau mobil, penyewaan computer, kursus elektronik, dll. Di sini berisiko terjadinya hubungan arus pendek. Solusinya adalah dengan pembuatan utilitas pemadam kebakaran yang memadai, seperti fire extinguiser, smoke & heat detektor, hydrant, dan sprinkler di setiap lantai.
Tips Membeli Ruko
Faktanya, penjualan ruko menempati indeks tertinggi dalam bursa properti. Namun, jika kita melihat sebuah kawasan ruko yang sepi, kurang laku, mungkin karena lokasi tersebut kurang strategis, tidak memiliki tempat parkir, atau terkena penyegelan karena tidak memiliki IMB dan dibangun di lokasi ilegal. Juga munculnya ruko-ruko baru yang lebih bagus, sementara desain ruko tersebut sudah ketinggalan zaman. Nah, untuk membeli ruko, sebagai tips, belilah ruko langsung dari pengembangnya. Bila melalui perantara, carilah broker profesional yang mengetahui secara pasti harga dan model yang laku di pasaran. Lakukan survei langsung ke lokasi, atau berkonsultasi dengan seseorang yang paham betul seluk-beluk bisnis dan investasi properti. Pilihlah ruko di sentra bisnis dengan pasar yang sudah teruji. Selain pertumbuhan bisnis di lokasi tersebut pesat, harga juga melesat cepat. Jangan lupa, perhatikan peraturan khusus pengguna seperti aturan peletakan papan reklame, ijin atau larangan mengubah fasad, pajak-pajak dan retribusi, perjanjian untuk mengembalikan keadaan seperti semula, serta adanya retaining fee, yaitu pembiayaan kompensasi kerusakan setelah habis masa sewa.
Selamat berburu ruko, semoga Anda beruntung!
http://propertytoday.co.id/mengenal-lebih-jauh-tentang-sejarah-dan-perkembangan-ruko.html

Rabu, 17 Oktober 2012

KPR 99% ACC


Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K – Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah.

  1. Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan. #99KPRDisetujui
  2. Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet. #eh #ups #99KPRDisetujui
  3. Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya. #99KPRDisetujui
  4. Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF. #99KPRDisetujui
  5. Kl  belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan. #99KPRDisetujui
  6. Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan. #99KPRDisetujui
  7. Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian. #99KPRDisetujui
  8. Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah* #99KPRDisetujui
  9. Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh. #99KPRDisetujui
  10. Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor. #99KPRDisetujui
  11. NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis! #99KPRDisetujui
  12. Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia. #99KPRDisetujui
  13. Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI. #99KPRDisetujui
  14. Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih. #99KPRDisetujui
  15. Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga. #99KPRDisetujui
  16. Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank! #99KPRDisetujui
  17. Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right? #99KPRDisetujui
  18. Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d #99KPRDisetujui
  19. Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah. #99KPRDisetujui
  20. Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik. #99KPRDisetujui
  21. Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d #99KPRDisetujui
  22. Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku. #99KPRDisetujui
  23. Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya. :D

Selasa, 18 September 2012

Rumah Sehat


Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: 

rumah-sehat1
1. Sirkulasi udara yang baik.
2. Penerangan yang cukup.
3. Air bersih terpenuhi.
4. Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran.
5. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidakterpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.
Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut:
1. Bahan Bangunan
a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut :
· Debu Total tidak lebih dari 150 µg m3
· Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam
· Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg
b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen.
2. Komponen dan penataan ruang rumah
Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut:
a. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
b. Dinding
· Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara
· Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan
c. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
d. Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus­ dilengkapi dengan penangkal petir
e. Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak.
f. Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.
3. Pencahayaan
Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.
4. Kualitas Udara
Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut :
a. Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C
b. Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%
c. Konsentrasi gas SOtidak melebihi 0,10 ppm/24 jam
d. Pertukaran udara
e. Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam
f. Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3
5. Ventilasi
Luas penghawaan atau ventilasi a1amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.
6. Binatang penular penyakit
Tidak ada tikus bersarang di rumah.
7. Air
a. Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang
b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene.
9. Limbah
a. Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah.
b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.
10. Kepadatan hunian ruang tidur
Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.
Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur”
Bila dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, Rumah harus mempunyai fungsi sebagai :
1. Mencegah terjadinya penyakit
2. Mencegah terjadinya kecelakaan
3. Aman dan nyaman bagi penghuninya
4. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial
Sumber:
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan
Ditjen P2MPLM, Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah, 1995.