Tampilkan postingan dengan label Rawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Konsep Foyer untuk Rumah Praktik Dokter


TANYA

Saya seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai dokter gigi. Supaya bisa bekerja sambil menjaga anak saya yang masih kecil, saya ingin membuka praktik di rumah. Namun saya bingung dengan penataan ruang di rumah saya agar dapat dijadikan ruang praktik. Saya berencana membuat ruang praktik di ruang tamu, karena ruangan ini cukup besar, yaitu berukuran 6 m x 5 m. Tetapi saya ingin tetap ada akses masuk ke dalam rumah tanpa harus melalui ruang praktik. Peralatan yang akan saya masukkan ke ruang praktik adalah kursi praktik, lemari, meja, dan kursi. Saya juga ingin menyediakan ruang tunggu, yang rencananya akan diletakkan di teras rumah yang berukuran 3 m x 2 m. Apakah ini memungkinkan?
Oya, pintu masuk ke dalam rumah saat ini terletak di tengah-tengah dinding yang panjangnya 6 m. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya.
Tari, Pluit
JAWAB
Salam kenal untuk Bu Tari di Pluit. Saat ini memang sudah menjadi satu tren, seorang profesional menggerakkan usahanya dari rumah tinggal, yang biasa dikenal dengan sebutan SOHO (small office home office). Membuka praktik dokter gigi di rumah seperti Bu Tari memang menjadi satu pilihan yang menarik. Sambil bekerja, seorang ibu atau orangtua tetap dapat mengawasi anak-anaknya.
Saya coba perkenalkan satu konsep foyer, untuk memecahkan masalah Bu Tari. Foyer, atau bisa juga disebut lobi, atau hall, pada dasarnya berfungsi sebagai ruang penerima pertama dari rumah, atau bangunan lain seperti hotel, kantor, dan sebagainya.
Foyer di rumah sangat baik digunakan terutama sebagai ruang antara, atau ruang pengarah antara area publik dengan area privat. Dalam beberapa penyelesaian pada rumah tinggal, foyer dapat digunakan sebagai ruang antara sebelum tamu atau penghuni masuk ke dalam rumah. Pada saat hujan, maka jas hujan, payung, sepatu, dapat disimpan di ruang ini. Ruang ini biasanya dilengkapi dengan cermin, meja konsol, atau dapat juga ditambahkan rak-rak simpan sepatu, kursi tunggu, dan sebagainya.
Dalam kasus Bu Tari, maka foyer digunakan sebagai ruang pengarah antara ruang publik yakni ruang praktik dokter dengan ruang privat yakni ruang tamu ataupun ruang keluarga.
Secara ringkas saya coba usulkan penyelesaian sebagai berikut. Ruang teras yang berukuran 2 m x 3 m tetap dapat digunakan sebagai ruang pendaftaran dan ruang tunggu pasien tanpa harus mengubahnya. Ruang tamu yang ukurannya 6 m x 5 m, dibagi menjadi dua ruang utama yakni ruang praktik dokter dan ruang tamu, dengan foyer sebagai ruang antara. Letak pintu tidak saya ubah; tetap seperti yang ada saat ini.
Silakan perhatikan denah dan gambar berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai ruang foyer, dan sedikit gambaran dari dalam ruang praktek dokter gigi Bu Tari.
Demikian Bu Tari, mudah-mudahan jawaban ini cukup memuaskan. Silakan mencoba ide-ide lain.

Senin, 05 November 2012

ISTILAH PROPERTI


AJB
Akta Jual Beli
Agunan (Collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka kredit atau pembiayaan
Amortisasi
Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo
Anuitas
Cara pembayaran kewajiban secara berkala selama jangka waktu tertentu
Angsuran Tetap
Pembayaran kewajiban dalam jumlah tetap dalam periode tertentu
Arus Kas (Cash Flow)
Simpulan aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana
Booming
Kondisi dimana ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi
BBN
Bea Balik Nama
BPHTB
Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan
BPN
Badan Pertanahan Nasional
Floating interest rate
Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank
Gain
Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan
IMB
Izin Mendirikan Bangunan
Indent
Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu
KPR
Kredit Kepemilikan Rumah
KPA
Kredit Pemilikan Apartemen
KDB
Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
KLB
Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
NJOP
Nilai Jual Objek Pajak
NPWP
Nomor Pokok Wajib Pajak

PPh
Pajak Perolehan penghasilan
PBB
Pajak Bumi dan Bangunan
PPJB
Pengikatan Perjanjian Jual Beli
PPN
Pajak Pertambahan Nilai
Pembiayaan Ulang (Refinancing)
Mengubah atau mengganti struktur pinjaman yang lama dengan yang baru. Pembiayaan ulang ini dilakukan supaya memperoleh suku bunga yang lebih kecil atau jumlah angsuran yang lebih kecil
Rusunami
Rumah Susun Sederhana Milik
Rusunawa
Rumah Susun Sederhana Sewa
SBDK
Suku Bunga Dasar Kredit
SPPT
Surat Pemberitahuan Pajak
SIUP
Surat izin untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan
SHGB
Sertifikat Hak Guna Bangunan
SHM
Sertifikat Hak Milik
SPOP
Surat Pemberitahuan Objek Pajak

Rabu, 24 Oktober 2012

7 Keuntungan Investasi Properti


Investasi di sektor di properti masih jadi pilihan utama kebanyakan orang. Setidaknya ada 7 keuntungan yang menjadi daya tarik berinvestasi di bidang properti.

  1. Calon investor tidak harus memiliki uang tunai sebanyak harga beli properti yang akan dibeli. Investor bisa mendapatkan properti dengan menggunakan sebagian uang sendiri dan sisanya memakai uang orang lain, dalam hal ini uang bank.
  2. Investor bisa membeli properti dengan nilai yang jauh lebih tinggi daripada yang dibayarnya.
  3. Investor bisa meningkatkan nilai propertinya secara besar-besaran tanpa mengeluarkan banyak uang. Bandingkan dengan investasi di emas atau saham. Ketika membeli emas, investor tidak bisa menaikkan harga emas Anda. Kalau mau menjual maka harganya sesuai dengan harga pasar yang fluktuatif naik turun. Meski emas Anda diberi hiasan atau bentuk yang indah, cukup sulit untuk mendapatkan pembeli yang senang dengan emas Anda. Demikian juga investasi di saham. Anda tidak bisa mengontrol harga saham yang Anda beli.
  4. Investor bisa mendapatkan kredit lagi dari properti yang sudah dimiliki, kemudian membelikan properti yang lain.
  5. Investor tidak perlu memantau properti yang sudah dimiliki setiap saat. Begitu Anda beli sebuah rumah misalnya, Anda tidak perlu lagi setiap hari mendatangi rumah itu. Tidak perlu kuatir rumah Anda hilang. Kondisinya akan berbeda jika memiliki emas senilai Rp200 juta. Anda akan memikirkan tempat yang aman.
  6. Investor tidak perlu harus memantau harga properti setiap hari atau setiap bulan. Setelah properti dibeli, maka Anda bisa menyewakannya. Setelah itu, Anda sudah tidak perlu memikirkan apakah harganya akan naik atau turun. Dengan demikian, beban pikiran Anda relatif ringan dibanding dengan investasi atau bisnis yang lain.
  7. Harga properti cenderung naik. Kenaikannya yang pasti adalah secara perlahan-lahan dan konsisten, tapi tidak menutup kemungkinan kenaikannya akan melejit karena adanya perubahan positif disekitar properti Anda. Anda tertarik?
(Hotmian Siahaan)

Rabu, 17 Oktober 2012

Gading Kencana Asri





Perumahan Gading Kencana Asri adalah hunian asri yang terletak di Kota Sukabumi, memakai jasa d'sign untuk membuat brosur penjualan dengan konsep green minimalist.

Kamis, 24 Mei 2012

Tips Desain Rumah Mungil Minimalis


Desain Rumah Mungil –Gambar Design Rumah Mungil. Indah tidak harus selalu mahal. Kreativitas desain yang arif dan cerdas dari seorang arsitek justru mampu mewujudkan rumah mungil yang hemat bahan bangunan dan menyiasati segala keterbatasan, baik dana maupun lahan. Desain rumah mungil minimalismencakup 2 aspek, yaitu desain rumah interior yang meliputi tata ruang bagian dalam rumah, serta desain rumah eksterior yang merupakan bagian bentuk luar bangunan sebuah rumah.
Untuk memaksimalkan sebuah desain rumah mungil yang artistik dan minimalis, cobalah Anda gunakan tips design rumah mungil seperti yang dilansir architectaria berikut ini.
  1. Gunakan Cermin.
    Cermin menciptakan kesan luas pada ruang. Gunakan cermin di daerah meja makan atau ruang keluarga. Cermin dengan ukuran besar di tempat tepat menghasilkan efek ruang yang kuat. Sebelum cermin diletakkan di dinding, kita dapat mencoba-coba dahulu penempatannya di beberapa tempat untuk mengetahui efeknya pada ruang.
  2. Gunakan Furniture Built-in (Modular Furniture). 
    Desain built-in menciptakan kesan ruang yang simpel dan membuat ruang lebih luas. Selain itu dapat mengurangi biaya pembelian furniture. Misalnya di ruang tidur, lemari dapat dibuat “menempel” ke tembok atau di dalam gypsum. Kita hanya perlu membuat ambalan di dalamnya dan membuat pintunya saja hingga memperkecil biaya pembuatan furniture. Bagian dalam lemari dapat dilapisi wallpaper supaya lebih manis.
  3. Gunakan Furniture Berukuran Kecil. 
    Misalnya untuk meja makan. Gunakan meja makan kecil dan diletakkan menempel tembok dengan 4 kursi. Kursi yang digunakan lebih baik puff sehingga kesan ruang lebih luas. Gunakan pula coffee table dan credenza yang berukuran kecil.
  4. Pilih Furniture Yang Berkesan Ringan.
    Jangan memilih furniture yang “berat” dan tebal. Cari furniture yang tipis dan berbentuk rangka, bukan bidang. Contohnya untuk credenza tv, pilih furniture berkaki, jangan yang penuh sampai ke lantai.
  5. Pilih Warna Ruangan Yang Berwarna Muda. 
    Warna ruang jangan gelap untuk bidang dinding yang besar. Pilih warna muda sehingga terang dan berkesan luas.
  6. Maksimalkan Tempat Penyimpanan. 
    Gunakan semaksimal mungkin furniture untuk tempat penyimpanan. Misalnya membuat laci-laci di bawah ranjang, nakas yang dapat menyimpan barang, credenza yang dapat memuat majalah-majalah dan semua furniture lainnya. Dengan banyak penyimpanan akan mengurangi barang-barang yang dibiarkan tergeletak dan jika arang bertambah banyak tidak perlu membuat lagi tempat peyimpanan.
  7. Ciptakan Kesan Final. 
    Jangan biarkan dinding kosong terlalu besar. Dinding kosong dapat diisi dengan lukisan atau hiasan. Jangan pula dibuat terlalu penuh. Tapi secukupnya saja sehingga bangunan tidak terkesan kosong dan dingin.

Selasa, 22 Maret 2011

Daerah Rawan Banjir di DKI Jakarta

Berikut ini adalah daerah-daerah rawan banjir di DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat s.d. Jakarta Selatan.

Jakarta Pusat:

1.Matraman Dalam
2.Kalipasir Kwitang
3.Bunderan HI, Kebon Kacang, Teluk Betung
4.Pejompongan/AL5.Jatipinggir
6.Mangga Dua
7.Karang Anyar
8.Serdang
9.Gunung Sahari
10.Cempaka Putih

Jakarta Utara:

11.Kapuk Kamal
12.Kapuk Kamal Sediatmo
13.Pantai Indah Kapuk
14.Kapuk Muara, Teluk Gong, Muara Angke
15.Pluit
16.Pademangan Barat
17.Pademangan Timur
18.Sunter Agung
19.Sunter Jaya
20.Lagoa Buntu
21.Kebon Bawang
22.Warakas
23.Sungai Bambu
24.Papanggo
25.Yos Sudarso
26.Sunter Timur, Kodamar
27.Perum Walikota Jakarta Utara
28.Kelapa Gading
29.Rawa Badak, Tugu, Lagoa
30.Tugu Utara
31.Semper
32.Dewa Ruci, Dewa Kembar
33.Rorotan/Babek ABRI

Jakarta Barat:

34.Rawa Buaya
35.Duri Kosambi
36.Tegal Alur
37.Kapuk Kedang/Poglar
38.Cengkareng
39.Kembangan Green Garden
40.Meruya
41.Pesing
42.Krendang , Duri Utara
43.Jelambar
44.Tomang Rawa Kepa
45.Jati Pulo
46.Pinang Sia
47.Mangga Besar
48.Tanjung Duren
49.Grogol
50.SukaBumi Utara
51.Kelapa Dua
52.Duri Kelapa

Jakarta Selatan:

53.IKPN
54.Pondok Pinang
55.Cirendeu Permai
56.Kebalen , Mampang
57.Tegal Parang
58.Petogogan
59.Pondok Karya
60.Damai Jaya
61.Pulo Raya
62.Setia Budi Barat
63.Kampung Melayu
64.Kalibata , Rawa Jati
65.Cipulir , Ciledug Raya

Jakarta Timur:

66.ASMI, Perintis
67.Pulo Mas
68.Pulo Nangka
69.Rawa Bunga
70.Kebon Nanas
71.Cipinang Jaya
72.Cipinang Indah
73.Pondok Kelapa
74.Buluh Perindu
75.Halim PK
76.Keramat Jati
77.Kampung Rambutan
78.Ujung Menteng