Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Portfolio Kami





Tips Agar Pengajuan KPR Disetujui


Berikut ini adalah tips untuk memperbesar kemungkinan aplikasi KPR disetujui bank. Tips ini dikutip dari blog dan tweet Aryo Diponegoro.

Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K–Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah.
  • Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan.
  •  Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet.
  •  Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya.
  •  Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF.
  • Kl  belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan.
  • Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan.
  • Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian.
  • Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah*
  • Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh.
  • Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor.
  • NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis!
  • Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia.
  • Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI.
  • Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih.
  • Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga.
  • Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank!
  • Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right?
  • Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d
  • Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah.
  • Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik.
  • Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d
  • Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku.
  • Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya. :D

Jumat, 15 April 2011

Plus Minus Tinggal di Apartemen

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Di kota-kota besar, banyak pengembang properti yang marak membangun apartemen. Hal ini karena minat untuk tinggal dalam bangunan tempat tinggal vertikal di daerah perkotaan cukup besar. Penyebabnya antara lain terbatasnya lahan untuk mendirikan pemukiman horizontal atau rumah di daerah perkotaan serta harga tanah yang sudah mahal. Sedangkan apartemen yang dibangun secara vertikal memerlukan lahan yang lebih sedikit sehingga harganya lebih terjangkau.
Kemacetan yang umum terjadi di kota-kota besar dapat menyebabkan kelelahan saat harus pergi atau pulang dari kantor. Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.
Kehidupan masyarakat perkotaan yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis. Unit apartemen biasanya tidak terlalu besar, sehingga waktu dan energi yang diperlukan untuk membersihkan ruangan tidak terlalu banyak. Mereka juga tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu.
Tingkat keamanan juga lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam dan CCTV yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Ini merupakan hal yang penting karena sebagian besar masyarakat perkotaan yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar, baik untuk bekerja, makan atau rekreasi.
Fasilitas yang tersedia di apartemen juga menjadi daya tarik tersendiri. Sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya.
Kerugian Tinggal di Apartemen
Selain kelebihan dari apartemen, ada pula kekurangan tinggal di apartemen yang perlu diketahui. Misalnya biaya perawatan (maintenance fee) atau service charge yang harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk membayar penggunaan listrik di tempat umum, lift, kebersihan tempat umum, biaya petugas keamanan, kebersihan, dan lainnya. Biaya ini biasanya dihitung tiap meter persegi dari luas unit apartemen yang dimiliki.
Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi. Misalnya larangan membawa binatang peliharaan. Bagi Anda yang menyukai tanaman, Anda tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan. Anda juga harus bertimbang rasa ketika akan mendengarkan musik atau kegiatan lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Luas apartemen yang tidak terlalu besar mungkin tidak disukai bagi yang telah terbiasa tinggal di rumah dengan ukuran luas.
Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit. Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosialisai antar tetangga. Ditambah dengan tingkat kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni, membuat keakraban dan sikap tolong menolong dalam hunian ini berkurang.
Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah. Karena semakin sedikitnya lahan untuk pemukiman sehingga harga tanah akan lebih mahal.
Memilih Apartemen
Ketika Anda memutuskan untuk membeli sebuah unit apartemen, ada hal penting yang harus diperhatikan selain fasilitas yang ditawarkan. Cari tahu juga tentang tempat parkir, sistem keamanan, sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran, ketersediaan air, dan lainnya. Hal ini sering terluput dari para pembeli.
Bila Anda tertarik dengan sebuah iklan apartemen tetapi apartemen tersebut belum dibangun atau belum rampung, sebaiknya Anda menanyakan tentang siapa pengembangnya dan bagaimana kelengkapan surat-surat yang diperlukan untuk mendirikan apartemen. Dalam beberapa kasus, pengembang yang tidak professional tidak kunjung membangun apartemen yang diiklankan atau bangunan setengah jadi dibiarkan terbengkalai. Tentu kejadian ini akan merugikan pihak pembeli.
Apartemen kini telah menjadi alternatif pilihan tempat tinggal yang trend. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah Anda akan senang untuk menempati sebuah apartemen.

Selasa, 22 Maret 2011

Daerah Rawan Banjir di DKI Jakarta

Berikut ini adalah daerah-daerah rawan banjir di DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat s.d. Jakarta Selatan.

Jakarta Pusat:

1.Matraman Dalam
2.Kalipasir Kwitang
3.Bunderan HI, Kebon Kacang, Teluk Betung
4.Pejompongan/AL5.Jatipinggir
6.Mangga Dua
7.Karang Anyar
8.Serdang
9.Gunung Sahari
10.Cempaka Putih

Jakarta Utara:

11.Kapuk Kamal
12.Kapuk Kamal Sediatmo
13.Pantai Indah Kapuk
14.Kapuk Muara, Teluk Gong, Muara Angke
15.Pluit
16.Pademangan Barat
17.Pademangan Timur
18.Sunter Agung
19.Sunter Jaya
20.Lagoa Buntu
21.Kebon Bawang
22.Warakas
23.Sungai Bambu
24.Papanggo
25.Yos Sudarso
26.Sunter Timur, Kodamar
27.Perum Walikota Jakarta Utara
28.Kelapa Gading
29.Rawa Badak, Tugu, Lagoa
30.Tugu Utara
31.Semper
32.Dewa Ruci, Dewa Kembar
33.Rorotan/Babek ABRI

Jakarta Barat:

34.Rawa Buaya
35.Duri Kosambi
36.Tegal Alur
37.Kapuk Kedang/Poglar
38.Cengkareng
39.Kembangan Green Garden
40.Meruya
41.Pesing
42.Krendang , Duri Utara
43.Jelambar
44.Tomang Rawa Kepa
45.Jati Pulo
46.Pinang Sia
47.Mangga Besar
48.Tanjung Duren
49.Grogol
50.SukaBumi Utara
51.Kelapa Dua
52.Duri Kelapa

Jakarta Selatan:

53.IKPN
54.Pondok Pinang
55.Cirendeu Permai
56.Kebalen , Mampang
57.Tegal Parang
58.Petogogan
59.Pondok Karya
60.Damai Jaya
61.Pulo Raya
62.Setia Budi Barat
63.Kampung Melayu
64.Kalibata , Rawa Jati
65.Cipulir , Ciledug Raya

Jakarta Timur:

66.ASMI, Perintis
67.Pulo Mas
68.Pulo Nangka
69.Rawa Bunga
70.Kebon Nanas
71.Cipinang Jaya
72.Cipinang Indah
73.Pondok Kelapa
74.Buluh Perindu
75.Halim PK
76.Keramat Jati
77.Kampung Rambutan
78.Ujung Menteng