Tampilkan postingan dengan label kontraktor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontraktor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

5 Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

tips-menata-rumah-mungil.jpg
Bagaimana tips menata rumah mungil agar nyaman ditempati? Memiliki rumah berukuran kecil bukanlah sebuah alasan Anda tidak bisa menjadikannya sebagai tempat istirahat yang memenangkan. Ada sejumlah tips bagaimana membuat rumah mungil Anda memiliki suasana menyenangkan dan terlihat lebih luas. Dengan memainkan warna dan pencahayaan, Anda pun bisa mendapatkan rumah idaman Anda.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda ingin menata rumah mungil Anda adalah cobalah untuk berdiskusi dengan seluruh penghuni rumah. Sehingga nantinya akan didapatkan keselarasan yang seimbang antara nuansa rumah yang baru dengan penghuninya. Dan berikut ini 5 tips bagaimana menata rumah mungil Anda dengan benar :

1. Manfaatkan Ruangan Rumah secara Efisien
Maksud dari memanfaatkan ruangan rumah secara efisien adalah tempatkan benda-benda senada di dalam ruangan yang tepat. Selain itu, usahakan juga untuk memanfaatkan ruangan-ruangan kosong yang strategis, seperti di bawah tangga, sebagai tempat meletakkan barang perkakas.

2. Perhatikan Pencahayaan di dalam Rumah
Ada dua jenis pencahayaan yang biasa digunakan di dalam ruangan. Pencahayaan pertama adalah dengan menggunakan cahaya berwarna putih. Fungsi penggunaan cahaya putih adalah untuk memberikan kesan sebuah ruangan terlihat luas, formal, dan nyaman ditempati. Sedangkan pencahayaan kedua adalah berwarna kuning. Pencahayaan warna kuning digunakan untuk memberikan kesan romantis, hangat, dan alami.

3. Pengaturan Jendela dan Pemilihan Model Kaca
Fungsi utama dari penggunaan jendela berkaca adalah untuk menjaga sirkulasi udara dan cahaya yang masuk di dalam ruangan. Penggunaan jendela dengan kaca yang tepat akan membuat kesan rumah Anda menjadi lebih luas. Gunakan jendela berukuran besar dan model kaca polos tanpa motif agar rumah Anda terasa hangat, nyaman, dan segar.

4. Pemilihan Warna Cat Dinding
Untuk sebuah ruangan mungil, alangkah lebih baik jika Anda memilih jenis warna terang dan hindari penggunaan warna gelap. Penggunaan cat dinding berwarna terang akan memberikan kesan ruangan yang ceria, tanpa batas, dan segar. Sedangkan penggunaan warna gelap akan memberikan kesan ruangan menjadi lebih sempat. Apabila Anda berniat untuk memasang wallpaper, cobalah untuk menggunakan wallpaper bermotif ringan. Motif-motif seperti garis tipis lebih baik digunakan agar ruangan memberikan kesan lembut di mata.

5. Pemilihan Perabotan dan Furnitur
Perabotan rumah tangga yang digunakan sebaiknya memiliki desain yang sederhana. Pilihlah warna furnitur yang lembut ketika dipandang mata. Hindari penggunaan barang-barang yang terlihat berat dan menumpuk beberapa barang di satu tempat. Jangan lupa untuk memasukkan unsur alam seperti bungan dan tanaman di dalam rumah.

http://arafuru.com/ruangan/5-tips-menata-rumah-mungil-anda.html

Senin, 03 Oktober 2011

Rahasia Merancang Rumah Tinggal Sendiri

Panduan praktis mendesain rumah. Berbagai tip model desain rumah minimalis modern, etnik, atau tropis , dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi. Sedikit saja pembaca blog ini adalah klien kami. Pasalnya, menggunakan jasa studio arsitek, mungkin di luar pertimbangan banyak anggota masyarakat. Saya maklumi adanya. Karenanya, trik desain kali ini saya sharekan untuk Anda yang akan mendesain rumah sendiri.
Buahnya adalah sejumput doa Anda.. Misalnya terungkap dari email  mas Iwan, seorang pembaca. Saya terima kemarin (30/01/10). Ia dengan tulus minta izin mengkoleksi artikel annahape.com Begini bunyi emailnya.

Kutipannya, “…Terus terang saja saya dalam waktu dekat ini akan membuat rumah di sekitar lokasi dimana saya tinggal yaitu di kawasan candi Borobudur, tentunya dengan dana tidak terlalu banyak. Saya juga bingung desainya akan seperti apa, dan biayanya berapa. Nah,untuk itu, setelah saya banyak membaca artikel yang mbak anna muat, dan barangkali bisa mengobati kebingungan saya selama ini, mohon kiranya saya atas nama pribadi minta ijin untuk mengcopy artikel-artikel yang saya butuhkan. Besar harapan saya, mbak Anna mengijinkan saya untuk mencopy artikel tersebut. Sekian permohonan ijin saya mbak. Saya ucapkan banyak terimakasih, Mudah-mudahan Tuhan selalu meridloi kita semua, dan sukses selalu untuk Mbak Anna…”
Menulis trik desain, adalah bagian dari niat berbagi kami. Memberi insipirasi Anda? Syukurlah! Seperti yang ditulis Dian Hatianindri, salah satu fans Rumah Annahape. Tulisnya: “Senangnya bs bergabung, baru 1 jam pertama aja udah banyak dapat inspirasi.Terus berkarya mba’ Anna”(31/01/10). Sekali lagi, syukurlah!
Nah, untuk Anda di berbagai pelosok Tanah Air, dan sedang mencoba mendesain rumah sendiri, semoga tip kali ini dapat membantu.Tip  ini bicara tentang tiga prinsip dasar dari sekian banyak prinsip dalam desain arsitektur: garis, tekstur dan pencahayaan.

Prinsip pertama: adalah garis. Ada dua bentuk garis yaitu vertikal dan horisontal. Secara Ekstrim, desain rumah dapat menggunakan salah satu sebagai corak dasar desain rumah. Artinya, ada bangunan dengan corak horisontal yang kuat. Ada juga bangunan dengan corak vertikal yang kuat. Perhatikan 2 contoh gambar berikut.
Rumah dengan corak horisontal memberi kesan lembut, bersih dan menciptakan atmosfir yang tenang. Sementara rumah dengan garis vertikal menimbulkan kesan solid dan formal.
Selain vertikal dan horisontal, tentu ada jenis garis yang lain seperti miring, atau lengkungan. Tetapi intinya, Anda harus dapat membuat salah satu garis sebagai tema rumah secara  konsisten berirama dan harmonis. Memadukan garis vertikal dan horisontal untuk Anda yang awam arsitektur akan sangat beresiko. Karena itu saran saya, sebaiknya Anda memilih dominasi vertikal atau horisontal pada rumah Anda sendiri.
Contoh di bawah ini adalah eksperimen desain Annahape Studio dengan corak vertikal pada rumah tropis etnik. Rumah-rumah etnik yang biasanya didominasi garis horisontal, pada desain ini diubah menjadi vertikal. Kesan yang ingin ditimbulkan adalah gagah namun tetap kalem.


Prinsip kedua adalah tekstur. Tekstur dapat bersifat fisik. Yaitu tekstur material bangunan yang dipakai. Seperti kasar, halus, bergelombang dan sebagainya. Tetapi tekstur dapat juga bersifat visual. Yaitu kesan yang didapat dari pengulangan bentuk-bentuk garis dan warna. Yang terutama perlu diperhatikan dalam mendesain rumah adalah tekstur visual. Penataan batu alam,batu bata, atau almunium yang harmonis akan membuat rumah Anda berkarakter. Pada contoh dibawah ini saya menunjukkan tekstur visual yang diperoleh dari scondary skin yang terbuat dari almunium (Lihat Tip 62 tentang secondary skin). Tekstur fisik almunium yang halus menimbulkan tekstur visual yang berbeda karena desain komposisi. Bila almunium itu difinishing dalam gradasi warna, efek visualnya pasti akan lebih kuat.

Pada gambar-gambar sebelumnya apakah Anda dapat melihat tekstur visual baik pada rumah vertikal maupun horisontal?
Prinsip ketiga adalah pemanfaatan cahaya matahari sebagai ornamen rumah. Prinsip dasar dari desain rumah yang baik adalah, sinar matahari dapat masuk kesemua ruang di dalam rumah. Lebih lanjut, sinar matahari dapat menjadi sumber desain rumah yang baik. Pada contoh berikut saya memperlihatkan bagaimana, sinar matahari dapat menciptakan ornamen arsitektur  yang eksotik. Untuk mengurangi tajamnya sinar matahari, Anda dapat memanfaatkan filter kaca atau polikarbonat.

All, masih ada prinsip-prinsip praktis dalam desain rumah. Sementara, cobalah menerapkan ke-3 prinsip itu dalah rumah yang sedang Anda desain

*http://annahape.com/2010/01/31/tip-75-trik-rahasia-merancang-rumah-tinggal-sendiri/

Jumat, 15 April 2011

Plus Minus Tinggal di Apartemen

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Di kota-kota besar, banyak pengembang properti yang marak membangun apartemen. Hal ini karena minat untuk tinggal dalam bangunan tempat tinggal vertikal di daerah perkotaan cukup besar. Penyebabnya antara lain terbatasnya lahan untuk mendirikan pemukiman horizontal atau rumah di daerah perkotaan serta harga tanah yang sudah mahal. Sedangkan apartemen yang dibangun secara vertikal memerlukan lahan yang lebih sedikit sehingga harganya lebih terjangkau.
Kemacetan yang umum terjadi di kota-kota besar dapat menyebabkan kelelahan saat harus pergi atau pulang dari kantor. Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.
Kehidupan masyarakat perkotaan yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis. Unit apartemen biasanya tidak terlalu besar, sehingga waktu dan energi yang diperlukan untuk membersihkan ruangan tidak terlalu banyak. Mereka juga tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu.
Tingkat keamanan juga lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam dan CCTV yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Ini merupakan hal yang penting karena sebagian besar masyarakat perkotaan yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar, baik untuk bekerja, makan atau rekreasi.
Fasilitas yang tersedia di apartemen juga menjadi daya tarik tersendiri. Sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya.
Kerugian Tinggal di Apartemen
Selain kelebihan dari apartemen, ada pula kekurangan tinggal di apartemen yang perlu diketahui. Misalnya biaya perawatan (maintenance fee) atau service charge yang harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk membayar penggunaan listrik di tempat umum, lift, kebersihan tempat umum, biaya petugas keamanan, kebersihan, dan lainnya. Biaya ini biasanya dihitung tiap meter persegi dari luas unit apartemen yang dimiliki.
Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi. Misalnya larangan membawa binatang peliharaan. Bagi Anda yang menyukai tanaman, Anda tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan. Anda juga harus bertimbang rasa ketika akan mendengarkan musik atau kegiatan lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Luas apartemen yang tidak terlalu besar mungkin tidak disukai bagi yang telah terbiasa tinggal di rumah dengan ukuran luas.
Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit. Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosialisai antar tetangga. Ditambah dengan tingkat kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni, membuat keakraban dan sikap tolong menolong dalam hunian ini berkurang.
Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah. Karena semakin sedikitnya lahan untuk pemukiman sehingga harga tanah akan lebih mahal.
Memilih Apartemen
Ketika Anda memutuskan untuk membeli sebuah unit apartemen, ada hal penting yang harus diperhatikan selain fasilitas yang ditawarkan. Cari tahu juga tentang tempat parkir, sistem keamanan, sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran, ketersediaan air, dan lainnya. Hal ini sering terluput dari para pembeli.
Bila Anda tertarik dengan sebuah iklan apartemen tetapi apartemen tersebut belum dibangun atau belum rampung, sebaiknya Anda menanyakan tentang siapa pengembangnya dan bagaimana kelengkapan surat-surat yang diperlukan untuk mendirikan apartemen. Dalam beberapa kasus, pengembang yang tidak professional tidak kunjung membangun apartemen yang diiklankan atau bangunan setengah jadi dibiarkan terbengkalai. Tentu kejadian ini akan merugikan pihak pembeli.
Apartemen kini telah menjadi alternatif pilihan tempat tinggal yang trend. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah Anda akan senang untuk menempati sebuah apartemen.

Portfolio Kami





Kamis, 10 Maret 2011

Tips Penggunaan Ranjang

Ranjang

Ranjang memiliki banyak bentuk dan ukuran. Pada umumnya ranjang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas biasanya adalah bagian yang empuk dan nyaman untuk ditiduri. Bagian ini biasanya disebut sebagai kasur. Pada zaman dahulu, kasur biasanya diisi dengan jerami bagi masyarakat pada umumnya. Bagi orang kaya kasur tersebut biasanya diisi dengan bulu seperti bulu angsa. Lalu belakangan kasur diisi dengan kapas ataupun bahan buatan lainnya untuk mengisi kasur. Saat ini kebanyakan kasur modern menggunakan pegas dan busa. Ada juga yang menggunakan air maupun udara sebagai bahan di dalam kasur khusus.

Komponen dari kasur terdiri atas kain pembungkus kasur, lapisan bantalan, lalu penunjang dan penahan. Kain pembungkus kasur berfungsi untuk membungkus seluruh isi kasur. Lapisan bantalan berfungsi untuk menambah kenyamanan tidur dan juga berfungsi untuk menyerap kelembapan dan keringat. Sedangkan penunjang dan penahan, umumnya berupa kumparan baja atau pegas tempaan. Semakin banyak pegas dan semakin tebal kawat yang digunakan, semakin baik daya tunjangnya. Pada ranjang modern ada juga yang menggunakan kasur busa lateks atau poliuretan. Kasur ini lebih nyaman dari kasur pegas dan lebih ringan.

Sedangkan bagian bawah ranjang umumnya lebih keras dan disebut sebagai kerangka penunjang. Pada zaman dahulu biasanya berupa kayu baik dengan bentuk unik dengan ukiran maupun biasa. Lalu ada juga yang dibuat dari besi dan bahan logam lainnya. Saat ini, sudah digunakan kotak pegas (box spring) yang juga cukup keras di bagian bawah kasur sebagai bagian dari ranjang atau tempat tidur. Tujuannya untuk memberi dukungan tambahan bagi kenyamanan kasur.

Sebagai bagian dari ranjang juga tersedia bantal untuk mengganjal kepala, seprai untuk menutup kasur, selimut untuk menambah kehangatan serta penutup ranjang (bed cover) untuk menjaga ranjang tetap bersih. Di Indonesia, umumnya orang juga menggunakan guling untuk menambah kenyamanan tidur.

Kapan Saat Mengganti Ranjang?

Kapan Saat yang Tepat Mengganti Ranjang?

Jika leher terasa kaku dan punggung menjadi nyeri ketika bangun tidur.
Jika ranjang sudah tidak empuk dan nyaman serta di beberapa bagian mulai muncul tonjolan.
Jika ranjang mulai mengeluarkan suara berderit.
Jika rangkanya sudah mulai rusak sehingga tidak rata lagi ataupun mulai goyah.
Jika ranjang mulai terasa sempit sehingga Anda dan pasangan sering terbentur.

Jika Anda sering merasa resah di ranjang, lalu sulit mencari posisi yang nyaman saat tidur dan sering merasa pegal dan kaku saat bangun tidur, maka bisa jadi problemnya adalah ranjang Anda. Itu berarti ranjang Anda sudah harus diganti, setidaknya bagian kasur dari ranjang tersebut. Umumnya umur sebuah ranjang sekitar sepuluh tahun. Setelah itu, fungsi dan kenyamanan ranjang akan berkurang. Faktor kelebihan berat badan juga dapat mempercepat kerusakan ranjang.

Beberapa problem bisa muncul karena ranjang yang sudah mulai rusak atau sudah tidak laik lagi. Misalnya problem nyeri di punggung. Problem lainnya adalah ketidaknyamanan saat tidur dan Anda sulit tidur nyenyak. Beberapa ranjang yang sudah tidak rata akan membuat tidur Anda miring dan hasilnya adalah tidak nyaman bahkan bisa mengganggu kesehatan. Jika Anda dan pasangan bertambah berat badannya maka ukuran ranjang yang sempit akan membuat Anda sering berbenturan dengan pasangan. Hal ini juga akan membuat tidur menjadi tidak nyaman dan tidak nyenyak. Ranjang yang sudah tidak laik akan membuat tulang Anda menjadi tidak sehat. Jika Anda sering menemukan problem pada ranjang Anda, maka saatnya mengganti ranjang tersebut. Bagaimana tips memilih ranjang yang baik?

Tips Memilih Ranjang yang Baik

Bagian terpenting suatu ranjang adalah bagian kasur karena kasur menjadi kunci kenyamanan Anda di atas ranjang. Karena itu, berhati-hatilah saat membeli ranjang. Jika Anda memutuskan membeli ranjang bekas, pertimbangkan beberapa hal berikut. Ranjang bekas biasanya sudah menyerap keringat dan kulit ari orang lain. Bahkan beberapa ranjang bekas memiliki kutu dan bisa menimbulkan alergi dan asma. Jadi Anda harus memastikan bahwa ranjang bekas tersebut benar-benar bersih dan masih layak digunakan.

Jika Anda memutuskan membeli ranjang baru maka Anda juga harus memperhatikan harga dan ukuran ranjang yang tepat. Selain itu, masalah kesehatan juga patut diperhatikan. Ada beberapa orang memiliki masalah dan alergi dengan bahan-bahan tertentu yang merupakan bahan pembuat ranjang dan kasur. Jika Anda dan pasangan berbadan besar, pilihlah ukuran ranjang yang lebih besar. Jika Anda sering berkeringat, pilihlah ranjang yang memiliki daya serap keringat dan kelembapan yang cukup baik.

Di beberapa toko, biasanya Anda diijinkan untuk mencoba ranjang baru tersebut. Beberapa tips berikut ini bisa dilakukan saat akan memilih dan membeli ranjang baru yang baik.

  • Jangan cepat mengambil keputusan mengingat harga sebuah ranjang cukup mahal dan akan digunakan untuk jangka panjang.
  • Pilih waktu saat Anda tidak lelah pada saat akan mencoba ranjang sehingga tidak akan mengaburkan penilaian Anda terhadap sebuah ranjang. Jika Anda dalam kondisi lelah dan mengantuk, maka semua ranjang akan terasa nyaman sehingga penilaian Anda bisa menjadi tidak cocok dengan kebutuhan sebenarnya.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan jangan canggung saat mencoba ranjang tersebut.
  • Cobalah berbaring di setiap ranjang yang menjadi pilihan Anda selama beberapa menit dan rasakan perbedaan kenyamanan setiap ranjang.
  • Anda juga bisa mencoba berbagai posisi tidur dan rasakan baik-baik tingkat kenyamanan terhadap bahu, pinggul dan punggung Anda.

Tips Merawat Ranjang

Setelah Anda membeli ranjang baru, tentu Anda menginginkan ranjang tersebut bisa membuat Anda tetap nyaman dalam waktu yang lama. Karena itu beberapa tips berikut bisa Anda lakukan agar ranjang tetap awet dan bertahan lama.

  • Baca manual perawatan dari pabrik pembuat ranjang yang disertakan saat Anda membeli ranjang baru.
  • Setelah ranjang tiba di rumah, buka segera pembungkusnya biasanya terbuat dari polietilen. Tujuan membuka pembungkus agar ranjang dan kasur tidak menjadi lembap, berjamur dan lapuk.
  • Setiap dua minggu sekali setelah Anda membeli ranjang yang terbuat dari pegas sebaiknya Anda memutar dan membalik kasur pada ranjang Anda. Tujuannya untuk merapatkan isi kasur dan membuat kasur menjadi rata di setiap bagian. Untuk ranjang yang lebih tua, bisa dilakukan sebulan sekali. Sedangkan jika Anda menggunakan kasur busa seperti lateks, hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Jangan biasakan menekuk dan menggulung kasur, khususnya kasur yang terbuat dari busa ataupun berisi kapas. Karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
  • Setiap hari buka bed cover selama sekitar 30 menit agar ranjang mendapat sirkulasi udara segar dan kelembapan yang diserap oleh ranjang dapat menguap.
  • Hindari anak-anak yang suka meloncat di atas ranjang karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
  • Jangan menggunakan ranjang di sisi yang sama terus menerus karena juga akan merusak bentuk permukaan ranjang. Misalnya Anda sering duduk di salah satu sisi ranjang atau tidur di salah satu sisi ranjang saja.

Ranjang memang menjadi bagian yang penting dalam hidup Anda. Sepertiga kehidupan Anda dihabiskan pada ranjang. Karena itu pilihlah ranjang yang baik untuk kenyamanan tidur Anda. Dan dipastikan Anda akan bangun keesokan pagi dengan badan yang segar dan siap beraktivitas.

URL: http://kumpulan.info

Kamis, 02 September 2010

Desain grafis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.ehenm

Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Daftar Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing

* Adobe Photoshop
* Adobe Illustrator
* Adobe Indesign
* Page Maker
* Coreldraw
* GIMP
* Inkscape
* Adobe Freehand
* Adobe image ready
* CorelDraw

Webdesign

* Macromedia Dreamweaver
* Microsoft Frontpage
* Notepad
* Adobe Photoshop

Audiovisual

* Adobe After Effect
* Adobe Premier
* Final Cut
* Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
* Ulead Video Studio
* Magic Movie Edit Pro
* Power Director

Rendering 3 Dimensi

* 3D StudioMax
* Maya
* AutoCad
* Google SketchUp
* Light Wave
* Blender

*Source : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Beberapa contoh hasil desain grafis kami