Tampilkan postingan dengan label tembok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tembok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2013

Kenali Gaya Sendiri, Sebelum Dekorasi Rumah Diganti


Penulis : Tabita Diela | Kamis, 15 Agustus 2013 | 16:52 WIB

freshome
Sebelum merancang dekorasi rumah, ada baiknya Anda mengenali kepribadian dan gaya sendiri.
KOMPAS.com - Membolak-balik halaman inspirasi desain mungkin merupakan kegiatan yang Anda gemari. Namun, begitu banyaknya sumber dan inspirasi, kemungkinan membingungkan Anda.

Bahkan, tidak jarang desain interior rumah yang diambil langsung dari laman inspirasional terasa kurang "hidup" dan kehilangan sentuhan pribadi.

Hindari hal ini dengan mengetahui gaya pribadi Anda sebelum merancang dekorasi rumah. Berikut ini beberapa cara mengidentifikasi gaya Anda mendekor.
 
Lakukan "tur" dalam rumah 
 
Cobalah memberi perhatian penuh ketika Anda berjalan melewati setiap lorong di dalam rumah. Buatlah catatan mengenai hal-hal yang paling Anda suka dan tidak. Tanya juga pada diri Anda, adakah hal yang selama ini ingin ditambah, ubah, atau kurangi.

Cari alasan di balik keputusan Anda melakukan sesuatu yang terkait dengan dekorasi tersebut. Misalnya, menempatkan foto hitam-putih di dinding hanya untuk mengisi dinding kosong, atau karena Anda menyukai momen di dalam foto dan senang menghias dinding dengan foto monokromatik.
 
Cara paling efisien untuk mulai mendekor kembali rumah dan menciptakan dekor khas Anda adalah menyingkirkan semua yang tidak disukai dan memiliki makna apa pun. Temukan hal-hal tersebut dan mulailah dari daftar yang sudah Anda buat.
 
Cek semua barang 
 
Cobalah melihat kembali koleksi yang Anda miliki. Perhatikan setiap foto, memorabilia, cenderamata, dan suvenir. Kelompokkan semua yang memiliki nilai-nilai sentimental. Gunakan benda-benda tersebut sebagai ornamen dekorasi. Perhatikan warna dan teksturnya. Ekspos kedua hal tersebut dan buat dalam skala yang lebih besar. Misalnya, dengan menggunakan warnanya sebagai warna dinding.
 
Anda juga bisa memajang foto atau kartu pos yang dikumpulkan selama ini. Jadikan satu hiasan berukuran besar, dan pajang di dinding kamar tidur, kamar mandi, atau ruang keluarga Anda.
 
Gunakan "oleh-oleh" perjalanan
 
Selain barang-barang koleksi yang bersifat sentimentil, jangan lupakan cenderamata dari perjalanan Anda. Topeng-topeng khas, patung, peta, maupun foto dari perjalanan bisa Anda pajang. Umumnya, benda-benda etnik ini mampu membawa karakter pada rumah Anda.
 
Selaraskan dengan hobi
 
Untuk memberikan karakter pada rumah, perlu menyelaraskan dekorasinya dengan berbagai hal yang Anda suka. Pecinta olah raga, pecinta buku bacaan, atau seorang fotogafer akan memiliki rumah yang sangat berbeda. "Pamerkan" kesukaan Anda di rumah. Dengan cara ini, bukan hanya Anda yang akan dipermudah karena memiliki ruang-ruang khusus bagi hobi Anda, namun tamu-tamu juga dapat segera melihat adanya karakter dalam rumah Anda.
 
Bayangkan rumah impian
 
Sekarang, coba bayangkan rumah impian Anda. Kemudian, cobalah membuat rumah sekarang   mendekati rumah impian tersebut. Manfaatkan teknik-teknik sederhana seperti penggunaan garis vertikal untuk memberikan ilusi ketinggian plafon, kaca untuk memberikan ilusi luasnya interior rumah, penggunaan warna-warna terang, atau penggunaan log-log kayu untuk "menurunkan" plafon rumah. 
 
Jangan takut menggabungkan beberapa gaya dekorasi dalam rumah Anda. Eksplorasi ide dari majalah, internet, buku, dan bahkan rumah teman atau tetangga Anda. 
 
Sumber :
Editor :
Hilda B Alexander

Jumat, 10 Mei 2013

5 Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

tips-menata-rumah-mungil.jpg
Bagaimana tips menata rumah mungil agar nyaman ditempati? Memiliki rumah berukuran kecil bukanlah sebuah alasan Anda tidak bisa menjadikannya sebagai tempat istirahat yang memenangkan. Ada sejumlah tips bagaimana membuat rumah mungil Anda memiliki suasana menyenangkan dan terlihat lebih luas. Dengan memainkan warna dan pencahayaan, Anda pun bisa mendapatkan rumah idaman Anda.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda ingin menata rumah mungil Anda adalah cobalah untuk berdiskusi dengan seluruh penghuni rumah. Sehingga nantinya akan didapatkan keselarasan yang seimbang antara nuansa rumah yang baru dengan penghuninya. Dan berikut ini 5 tips bagaimana menata rumah mungil Anda dengan benar :

1. Manfaatkan Ruangan Rumah secara Efisien
Maksud dari memanfaatkan ruangan rumah secara efisien adalah tempatkan benda-benda senada di dalam ruangan yang tepat. Selain itu, usahakan juga untuk memanfaatkan ruangan-ruangan kosong yang strategis, seperti di bawah tangga, sebagai tempat meletakkan barang perkakas.

2. Perhatikan Pencahayaan di dalam Rumah
Ada dua jenis pencahayaan yang biasa digunakan di dalam ruangan. Pencahayaan pertama adalah dengan menggunakan cahaya berwarna putih. Fungsi penggunaan cahaya putih adalah untuk memberikan kesan sebuah ruangan terlihat luas, formal, dan nyaman ditempati. Sedangkan pencahayaan kedua adalah berwarna kuning. Pencahayaan warna kuning digunakan untuk memberikan kesan romantis, hangat, dan alami.

3. Pengaturan Jendela dan Pemilihan Model Kaca
Fungsi utama dari penggunaan jendela berkaca adalah untuk menjaga sirkulasi udara dan cahaya yang masuk di dalam ruangan. Penggunaan jendela dengan kaca yang tepat akan membuat kesan rumah Anda menjadi lebih luas. Gunakan jendela berukuran besar dan model kaca polos tanpa motif agar rumah Anda terasa hangat, nyaman, dan segar.

4. Pemilihan Warna Cat Dinding
Untuk sebuah ruangan mungil, alangkah lebih baik jika Anda memilih jenis warna terang dan hindari penggunaan warna gelap. Penggunaan cat dinding berwarna terang akan memberikan kesan ruangan yang ceria, tanpa batas, dan segar. Sedangkan penggunaan warna gelap akan memberikan kesan ruangan menjadi lebih sempat. Apabila Anda berniat untuk memasang wallpaper, cobalah untuk menggunakan wallpaper bermotif ringan. Motif-motif seperti garis tipis lebih baik digunakan agar ruangan memberikan kesan lembut di mata.

5. Pemilihan Perabotan dan Furnitur
Perabotan rumah tangga yang digunakan sebaiknya memiliki desain yang sederhana. Pilihlah warna furnitur yang lembut ketika dipandang mata. Hindari penggunaan barang-barang yang terlihat berat dan menumpuk beberapa barang di satu tempat. Jangan lupa untuk memasukkan unsur alam seperti bungan dan tanaman di dalam rumah.

http://arafuru.com/ruangan/5-tips-menata-rumah-mungil-anda.html

Selasa, 18 Desember 2012

Desain Tangga Minimalis


Artinya, tangga harus nyaman dipakai. Orang tidak merasa capek naik tangga. Idealnya, tinggi anaktangga 20 cm. Tentu dapat diberi toleransi. Tetapi lebih dari 25 cm akan membuat orang lama-lama cepat lelah. Lebar anak tangga setidaknya 25 cm. Agar cukup untuk tapak kaki. Kurang dari itu membahayakan. Sementara panjang anak tangga yang nyaman untuk lalu lalang minimal 0,9-1meter.
Tinggi (rise) dan lebar anak tangga (run) harus konsisten. Semua anak tangga harus mempunya ukuran tinggi dan lebar yang sama persis. Karena itu perhitungan harus dilakukan sejak awal desain. Yang harus dihitung adalah tinggi lantai atas dan tinggi lantai bawah (elevation). Bagilah elevation dengan tinggi anak tangga. Misalnya tinggi lantai 2 adalah 3m. Dan tinggi anak tangga 20 cm. Maka dibutuhkan. Anak Tangga: 300/20= 15 anak tangga.
Tangga Minimalis
Selanjutnya Anda harus juga menentukan berapa luas ruang yang dibutuhkan untuk tangga. Kalau lebar anak tangga adalah 25. Maka total panjang ruang yang dibutuhkan adalah 25×15 = 3,7m. Total ruang yang dibutuhkan adalah 1m (panjang anak tangga) x 3,7m = 3,7m2.
Pengembangan Bentuk Tangga
Bentuk tangga dapat mengikuti ruang. Jadi tangga tidak selalu berbentuk lurus. Tangga dalam rumahdapat berbentuk L atau U. Yang paling populer adalah tangga bentuk U karena lebih ringkas. Tangga U dapat sangat fleksibel tergantung ruang.
Untuk memastikan presisi tangga Anda dapat membuat gambar elevasi dan gambar denah. Saya tampilkan dua contoh sederhana. Asumsi elevasi adalah 2,85 M. Jumlah anak tangga 15. Pada gambar pertama, luas ruang yang dibutuhkan 2,08 m X 3,275 m Sementara pada gambar kedua luas ruang yang dibutuhkan 2,85 x 2,1m. Ingatlah sekali lagi bahwa bila tinggi lantai berubah menjadi 3m, jumlah anak tangga, dan kebutuhan ruang juga akan berubah.
Tangga dan Mezzanine
Bentuk tangga U juga dapat dikembangkan menjadi mezzanine. Yaitu ruang antara lantai 1 dan 2. Mezzanine dalam rumah merupakan pemberhentian sejenak. Di mezzanine Anda dapat menempatkan ruang keluarga, atau ruang baca. Pada contoh di bawah ini saya memperlihatkan sebuah mezzanine yang difungsikan sebagai ruang belajar. Pada sisi sebelah kiri saya tampilkan gambar denah tangga dan mezzanine. Sedang pada gambar sebelah kanan adalah gambar sketsa dari mezzanine dan tangga.
Perpaduan antara mezzanine dan tangga ini cocok diterapkan dalam rumah dengan lahan terbatas namun kebutuhan ruangnya banyak
Tangga dan Pencahayaan
Area tangga harus mendapat sinar matahari yang cukup dari lantai 2. Jika tidak, area tangga akan lembab dan menimbulkan kesan seram atau muram. Perhitungkan agar sinar matahari dapat masuk ke area tangga. Hal itu dapat dilakukan dengan membuat jendela dengan kaca mati di dinding atau glassblock/genting kaca pada atap rumah.

Kamis, 22 November 2012

Konsep Foyer untuk Rumah Praktik Dokter


TANYA

Saya seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai dokter gigi. Supaya bisa bekerja sambil menjaga anak saya yang masih kecil, saya ingin membuka praktik di rumah. Namun saya bingung dengan penataan ruang di rumah saya agar dapat dijadikan ruang praktik. Saya berencana membuat ruang praktik di ruang tamu, karena ruangan ini cukup besar, yaitu berukuran 6 m x 5 m. Tetapi saya ingin tetap ada akses masuk ke dalam rumah tanpa harus melalui ruang praktik. Peralatan yang akan saya masukkan ke ruang praktik adalah kursi praktik, lemari, meja, dan kursi. Saya juga ingin menyediakan ruang tunggu, yang rencananya akan diletakkan di teras rumah yang berukuran 3 m x 2 m. Apakah ini memungkinkan?
Oya, pintu masuk ke dalam rumah saat ini terletak di tengah-tengah dinding yang panjangnya 6 m. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya.
Tari, Pluit
JAWAB
Salam kenal untuk Bu Tari di Pluit. Saat ini memang sudah menjadi satu tren, seorang profesional menggerakkan usahanya dari rumah tinggal, yang biasa dikenal dengan sebutan SOHO (small office home office). Membuka praktik dokter gigi di rumah seperti Bu Tari memang menjadi satu pilihan yang menarik. Sambil bekerja, seorang ibu atau orangtua tetap dapat mengawasi anak-anaknya.
Saya coba perkenalkan satu konsep foyer, untuk memecahkan masalah Bu Tari. Foyer, atau bisa juga disebut lobi, atau hall, pada dasarnya berfungsi sebagai ruang penerima pertama dari rumah, atau bangunan lain seperti hotel, kantor, dan sebagainya.
Foyer di rumah sangat baik digunakan terutama sebagai ruang antara, atau ruang pengarah antara area publik dengan area privat. Dalam beberapa penyelesaian pada rumah tinggal, foyer dapat digunakan sebagai ruang antara sebelum tamu atau penghuni masuk ke dalam rumah. Pada saat hujan, maka jas hujan, payung, sepatu, dapat disimpan di ruang ini. Ruang ini biasanya dilengkapi dengan cermin, meja konsol, atau dapat juga ditambahkan rak-rak simpan sepatu, kursi tunggu, dan sebagainya.
Dalam kasus Bu Tari, maka foyer digunakan sebagai ruang pengarah antara ruang publik yakni ruang praktik dokter dengan ruang privat yakni ruang tamu ataupun ruang keluarga.
Secara ringkas saya coba usulkan penyelesaian sebagai berikut. Ruang teras yang berukuran 2 m x 3 m tetap dapat digunakan sebagai ruang pendaftaran dan ruang tunggu pasien tanpa harus mengubahnya. Ruang tamu yang ukurannya 6 m x 5 m, dibagi menjadi dua ruang utama yakni ruang praktik dokter dan ruang tamu, dengan foyer sebagai ruang antara. Letak pintu tidak saya ubah; tetap seperti yang ada saat ini.
Silakan perhatikan denah dan gambar berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai ruang foyer, dan sedikit gambaran dari dalam ruang praktek dokter gigi Bu Tari.
Demikian Bu Tari, mudah-mudahan jawaban ini cukup memuaskan. Silakan mencoba ide-ide lain.

Senin, 12 November 2012

Beli Rumah dari Saudara? Harus Jelas Hitam Putihnya!



Penting dipahami bahwa membeli rumah dari saudara bukan berarti segalanya dibuat secara kekeluargaan. Anda tetap harus mengikuti prosedur membeli rumah pada umumnya agar semua transaksi terekam jelas dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Awalnya, Dedi Setiadi (32) berniat membantu kakaknya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Saat sang kakak menawarkan rumahnya agar ia beli, Deni pun mengiyakan. “Keputusan saya, ya, karena ingin membantu kakak saya,” ucap Deni. Selain membantu, ada alasan lain yang membuat ia cepat menerima keputusan itu, yaitu kakaknya memberikan penawaran menarik. “Uang yang harus saya serahkan cukup 60% dari nilai total rumah. Sisanya, dibayar saat anaknya masuk kuliah. Dan itu berarti 9 tahun lagi,” tambahnya.
Tak ada hitam putih. Semua transaksi hanya berdasar sebuah “kepercayaan”. Tetapi, setelah 2 tahun berlalu, kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Mendadak, kakaknya selalu meminta uang dengan pelbagai alasan. Awalnya, Deni memberi sejumlah uang yang diminta. Tetapi, saat kakaknya meminta dengan nominal besar, ia terus terang tidak menyanggupi. Ketidak sanggupan ini membuat ia merasa “diteror” kakaknya sendiri. Pertengkaran di antara kedua saudara ini pun akhirnya meledak. Deni merasa air susu dibalas dengan air tuba.
Roni Sembirin Yusuf, konsultan keuangan, PT Winsolutions Financial Consultant, menjelaskan bahwa siapapun pelakunya, tanpa terkecuali, semua yang melibatkan transaksi keuangan wajib dibuatkan hitam putihnya. “Semua yang berhubungan dengan uang itu sifatnya sangat sensitif. Siapapun bisa kalap gara-gara masalah uang. Semua hanya bisa diminimalisasi dengan yang namanya kontrak hitam di atas putih,” terang Roni. Lantas, bagaimana agar kita terhindar dari permasalahan ini?
Ini yang Terpenting!
Jangan terburu-buru memberikan kata “iya” kepada saudara Anda. Walau Anda memang tertarik dengan bentuk desain rumah atau kondisi lingkungan perumahannya yang nyaman ditinggali, sebaiknya cek kondisi keuangan tabungan Anda terlebih dulu. “Jika jumlahnya mencukupi bahkan setelah dihitung Anda masih memiliki tabungan sisa, maka tidak masalah. Tetapi, jika jumlahnya tidak mencukupi atau mencukupi tetapi membuat Anda kehilangan tabungan seluruhnya, sebaiknya perlu berpikir ulang,” ungkap Roni.
Ia menerangkan bahwa jumlah tabungan yang harus dimiliki sisanya tidak kurang dari 20% atau seminimal-minimalnya dapat memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga (jika sudah berkeluarga) selama 4-6 bulan. “Ingat, Anda juga memiliki prioritas untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Jika Anda sudah berkeluarga, juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga Anda,” ucap Roni. “Intinya, jangan sampai Anda menolong saudara dari lubang buaya, tetapi Anda sendiri terperosok dan termakan oleh buaya itu,” ungkap Roni memberi perumpamaan.
Lihat, Teliti, dan Periksa
Walau membeli rumah saudara, bukan hal terlarang jika Anda memeriksa barang yang akan dibeli. Periksa secara seksama kondisi fisik rumah. Apakah masih layak huni atau tidak. Ini penting agar Anda bisa bernego tentang harga rumah. Jika masih layak huni, berarti harga jualnya masih tinggi. Jika tidak, harga dipastikan bisa lebih rendah. Selain itu, tanyakan juga umur rumahnya. Umur rumah digolongkan menjadi 3, yaitu baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10-20 tahun), dan tua (lebih dari 20 tahun). “Semakin tua usia bangunan, semakin besar kemungkinan Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan,” terang Roni.
Pastikan juga bahwa lingkungan perumahan yang akan dibeli memiliki standar kenyamanan dan keamanan yang baik. Jika keduanya tidak terpenuhi, biasanya harga rumah nilainya akan di bawah standar. Jika saudara Anda tetap menjualnya dengan harga tinggi, lebih baik sarankan saja dia untuk menjualnya ke orang lain. Selain tidak akan hidup nyaman di rumah ini, Anda yang berniat untuk investasi pun dipastikan akan kesulitan untuk menjualnya kembali. Terpenting, pastikan bahwa rumah bebas dari sengketa dan lengkap surat-suratnya.
Harga yang Disepakati, Wajar
Membeli rumah dari keluarga biasanya tidak memiliki standar yang jelas. Bahkan, dalam kondisi keuangan yang mendesak ada dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, seseorang akan berani menjual rumahnya di bawah standar harga pasar. Sebenarnya, ini sebuah keuntungan bagi Anda. Tetapi, karena bersaudara, sebaiknya Anda tidak sekejam itu membeli rumah dengan harga semurah-murahnya. Tentukan harga yang sedikit memberi dia “kebahagiaan”.
“Harga harus benar-benar disepakati kedua belah pihak. Jika memang memungkinkan, bawa juga keluarga dalam menentukkan harga rumah ini. Minimalnya, harga disepakati oleh Anda dan isteri Anda (jika Anda sudah menikah) dan saudara Anda beserta isterinya (jika kasusnya saudara Anda sudah menikah),” terang Roni.
Pembayarannya Jelas
Walaupun jual belinya dengan saudara atau pihak keluarga, perlu dibuat surat perjanjian di atas materai antara penjual dan pembeli (pihak 1 dan pihak ke-2). Hal ini penting agar tidak terjadi sengketa di dalam keluarga nantinya. “Banyak kasus karena tidak adanya dokumen kontrak mengakibatkan perselisihan antaranggota keluarga. Dari mulai terjadi adu fisik, hingga hilangnya nyawa di tangan keluarga sendiri,” tukas Roni.
Jika Anda membeli secara tunai, kondisinya akan lebih mudah karena Anda tidak perlu melakukan pembayaran sisanya. Bagaimana jika dicicil? Roni menjelaskan harus dibuat secara detail proses pembayarannya. Misalnya, akan dicicil selama berapa tahun dan perbulannya akan dibayar berapa? Jika sudah pasti, Anda berpegang dengan perjanjian tersebut. “Perlu diingat, perjanjian hitam di atas putih ini perlu menggunakan materai dan juga saksi. untuk saksi sebaiknya dari pihak di luar anggota keluarga,” terang Roni. Jika kedua belah pihak jelas, permasalahan membeli rumah dari keluarga akan terhindar.
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Foto: Jou Endhy Pesuarissa
Lokasi: Rumah Contoh Perumahan Grand Cilebut, Bogor


Senin, 05 November 2012

Kumpulan Istilah Properti

Agunan (Collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.

Amortisasi (Amortization)Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

Anchor TenantTenant utama atau penyewa ruang dengan skala besar di sebuah proyek properti komersial seperti mal, yang bisa menarik pengunjung untuk datang.

Anuitas RestPerhitungan pembebanan bunga efektif dengan periode tahunan. Jika debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka dengan sendirinya akan beban dan pastinya waktu pelunasan akan berakhir lebih cepat dari tenor (masa cicilan).

Arus Kas (Cash Flow)Aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana

BacklogKesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan (rakyat). 

Booming PropertiKondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti.

Bunga Tetap (Flat Rate)Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas.
 
Bunga Mengambang (Floating Rate)Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik-turunnya suku bunga bank.
 
Capital GainKeuntungan yang didapat dari naiknya harga properti, dibandingkan harga saat membeli.

Cluster
Pengelompokan beberapa rumah di dalam sebuah kompleks perumahan yang dibuat eksklusif, dengan sistem one gate. Biasanya dikelompokkan berdasarkan karakter arsitektur tertentu.

Cost and Fee  Sistem yang diberlakukan kontraktor untuk pengerjaan pembangunan/suatu proyek berdasarkan bagi hasil (biasanya 10% - 15%), dimana harga-harga material, desain, dan upah tenaga kerja dapat berubah selama pengerjaan proyek. Sistem ini dinilai merugikan pemilik atau developer. Pasalnya, jika bekerja sama dengan kontraktor nakal, waktu pengerjaan bisa diulur-ulur, sehingga budget membengkak dan tentu fee bagi si kontraktor juga tinggi.

Cut and FillPengolahan lahan berkontur atau berbukit-bukit menjadi lahan yang rata.

Early BirdMembeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Biasanya pengembang menawarkan harga khusus (harga perdana) dengan sejumlah kemudahan dan diskon.

Fixed Cost and Fee Hampir sama dengan sistem cost and fee. Hanya saja fee yang ditetapkan bagi kontraktor tetap, sesuai kesepakatan awal, dan tidak mengalami perubahan, kecuali perubahan dilakukan oleh pemilik properti. Cara ini dianggap yang terbaik bagi kedua belah pihak.

Ground Breaking Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.

Hand Over (Turn Key)Serah terima unit (kunci) dari pengembang kepada pembeli.

Indent Pembelian properti dengan pemesanan terlebih dahulu.

KopelDeretan dua atau lebih rumah, dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasanya sistem ini dipakai di perumahan menengah dan menengah ke bawah.

Loan (Pinjaman)Dana yang disediakan bank untuk nasabah dengan pemberian bunga dalam jumlah tertentu, yang harus dilunasi dengan cara mengangsur dalam kurun waktu yang telah ditentukan.


Mixed-use Development Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.

Okupansi Jumlah unit yang tersewa atau terisi dalam sebuah properti sewa, seperti mal, perkantoran, atau hotel.

Peruntukan Penggunaan fungsi ruang pada daerah/lingkungan yang ditetapkan oleh rencana tata kota. Peruntukan ini menentukan jenis bangunan yang dapat dibangun di daerah tersebut. Peruntukan terbagi menjadi beberapa macam: Wisma Besar, Wisma Sedang, dan Wisma Kecil (rumah tinggal), Wisma Taman, Wisma Flat, Wisma Susun (rumah susun), Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt-untuk bangunan kantor), Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd-dibangun toko atau pertokoan).

Ready Stock Properti dijual dalam keadaan telah terbangun.

Refinancing (Pembiayaan Ulang) Mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.

Service Charge  Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.

Sinking Fund Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, kolam renang, pengecatan gedung, dan lain-lain.

Site plan (Rencana Tapak) Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.


Sunrise Property:Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.

Sunset Property:Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.

Superblok:Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).

Strata Title:Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak eksklusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.

TenorJangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.

Topping-OffPemasangan/penutupan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi.

Wait and See Menunggu dan melihat. Sebuah istilah yang merupakan strategi untuk diam dan mengamati situasi pasar, sambil menunggu saat yang tepat memulai tindakan berikutnya.

Yield Keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibagi harga properti. Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut adalah 5%.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)


http://www.rumah.com/berita-properti/2012/4/698/kumpulan-istilah-properti-1-

Senin, 29 Oktober 2012

Memikat Fasad Lewat Batu Alam



Pesona batu alam tak ada habisnya, ia mampu memberi kesan alami sekaligus mempercantik tampilan rumah. Tak heran, jika banyak orang mengaplikasi material ini. Salah satunya di fasad rumah.
Salah satu cara untuk mendapatkan fasad yang cantik dan menarik, yaitu dengan memainkanfinishing-nya. Dari sekian banyakfinishing yang ada, batu alam adalah material yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengubah tampilan fasad rumah menjadi lebih alami. Kehadirannya juga dianggap dapat menetralisir kesan kaku bangunan. Beragam orang memiliki pendapat berbeda mengapa menggunakanfinishing batu alam. Ada yang suka karena warna, motif, atau teksturnya. Tetapi, bagaimana caranya biar tampilan batu alam dapat memikat fasad rumah Anda?
Pilihannya Apa Saja?
Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah jangan sembarangan pilih batu alam. Anda harus mengenal karakteristiknya agar sesuai dengan konsepnya. Setidaknya ada 5 jenis material batu alam yang sering dipergunakan untuk dijadikan fasad, yaitu batu candi, paras, lempeng kali, andesit, dan marmer. Ini dia karakteristiknya.
Batu candi mudah menyerap air karena berpori besar, berwarna gelap, dan memiliki tekstur kasar. Batu paras mudah menyerap air karena berpori besar, berwarna terang (kuning, hijau, cokelat, dan putih), dan bertekstur halus. Batu lempeng kali memiliki pori kecil, berwarna gelap, dan keras. Batu Andesit memiliki pori kecil, berwarna gelap, dan keras. Batu marmer memiliki pori kecil, warna terang (abu-abu, krem, broken white), keras, dan paling mahal.
Catatannya, semakin besar pori semakin rentan batu berlumut. Anda wajib meng-coating batu untuk meminimalisir masalah yang timbul. Selain itu, semakin muda warnanya akan semakin mudah terlihat jika kotor.
Dimana Meletakkannya?
Sah-sah saja Anda meletakkan batu alam di manapun. Tetapi perlu diingat, jangan sampai kahadiran batu alam merusak tampilan wajah rumah. “Kalo saya, sih, menyarankan batu alam jadi aksen ataupoint of interest. Bukan jadi elemen utama yang mendominasi semua fasad,” terang Bambang Soesatyo, ST, Arsitek. “Perbandingan antara dinding batu alam dengan dengan dinding bidang fasad lainnya tidak melebihi 40%,” tambahnya.
Sedangkan untuk perletakannya, Bambang lebih menekankan sifatnya mengelompok dalam satu bidang dan tidak menyebar. “Kalo sudah di area tengah, ya area tengah saja. Misal, di sepanjang dinding dari mulai teras, balkon, hingga plafon atap di atas balkon, menggunakan batu. Sisanya, cukup menggunakan dinding finishing cat saja,” ungkapnya.
Memasangnya? Mudah, kok!
Memasang batu alam tak jauh berbeda dengan memasang keramik. Sebelum dipasang, rendamlah batu alam di dalam air. Lalu, tempelkan plesteran semen ke dinding dan tempelkan batu alam ke plesteran tersebut. Plesteran yang digunakan harus menggunakan semen khusus atau semen instan agar batu alam lebih kuat menempel. Semakin jelek kualitas plesteran dipastikan batu alam akan mudah lepas dari dinding.
Jangan lupa untuk mengetuk-ngetuk batu dengan palu atau pegangan sekop agar menempel sempurna. Lakukan hingga semua bidang terpasang. Setelah pemasangan, sikat permukaan hingga bersih dari cipratan plesteran dan keringkan. Lalu, lapisi dengan cairan coating. Untuk tambah memperkuat keindahan batu alam, lindungi permukaannya dengan anti jamur dan lumut. Dengan pemasangan yang tepat, fasad dari batu alam makin tampil memikat, kan?
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Ilustrasi: Tan Rahardian dan Irfan Hidayat
Lokasi: Perumahan Tamansari Majapahit Semarang
Pengembang: PT Wika Realty, Tbk