Selasa, 18 Desember 2012
Desain Tangga Minimalis
Kamis, 22 November 2012
Penambahan Ruang-ruang Servis
TANYA
Senin, 05 November 2012
Cara Merubah GIRIK Jadi SHM
Artikel kali ini saya ingin membahas mengenai tanah girik. Tapi sebelum membahas lebih jauh mengenai pengurusannya sepertinya kita harus mendefinisikan apa itu tanah girik ?
Tanah girik adalah istilah populer dari tanah adat atau tanah-tanah lain yang belum di konversi menjadi salah satu tanah hak tertentu (Hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha) dan belum didaftarkan atau di sertifikat kan pada Kantor Pertanahan setempat. Sebutannya bisa bermacam2, antara lain: girik, petok D, rincik, ketitir, dll.
Peralihan hak atas tanah girik biasanya dilakukan dari tangan ke tangan, dimana pada awalnya bisa berbentuk tanah yang sangat luas, dan kemudian di bagi-bagi atau dipecah-pecah menjadi beberapa bidang tanah yang lebih kecil. Peralihan hak atas tanah girik tersebut biasanya dilakukan di hadapan Lurah atau kepala desa. Namun demikian, banyak juga yang hanya dilakukan berdasarkan kepercayaan dari para pihak saja, sehingga tidak ada surat-surat apapun yang dapat digunakan untuk menelusui kepemilikannya.
Pensertifikatan tanah girik tersebut dalam istilah Hukum tanah disebut sebagai Pendaftaran Tanah Pertama kali . Pendaftaran tanah untuk pertama kalinya untuk TANAH GARAPAN, dalam prakteknya prosesnya dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Mendapatkan surat rekomendasi dari lurah/camat perihal tanah yang bersangkutan
2. Pembuatan surat tidak sengketa dari RT/RW/LURAH
3. Dilakukan tinjau lokasi dan pengukuran tanah oleh kantor pertanahan
4. Penerbitan Gambar Situasi baru
5. Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas tanah dan bangunan sesuai dengan luas yang tercantum dalam Gambar Situasi
6. Proses pertimbangan pada panitia A
7. Penerbitan SK Pemilikan tanah (SKPT)
8. Pembayaran Uang pemasukan ke negara (SPS)
9. Penerbitan Sertifikat tanah.
Untuk proses pensertifikatan tanah tersebut hanya dapat dilakukan jika pada waktu pengecekan di kantor kelurahan setempat dan kantor pertanahan terbukti bahwa tanah tersebut memang belum pernah disertifikatkan dan selama proses tersebut tidak ada pihak-pihak yang mengajukan keberatan (perihal pemilikan tanah tersebut). Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka proses pensertifikatan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 bulan sampai dengan 1 tahun
http://www.dualand.com/2012/05/legalitas.html
Selasa, 30 Oktober 2012
Mengenal Lebih Jauh tentang Sejarah & Perkembangan Ruko
Sejarah & Perkembangan Ruko
Fungsi & Investasi Ruko
Permasalahan Ruko & Solusinya
Beberapa permasalahan yang terkait dengan ruko beserta solusinya :
Tips Membeli Ruko
Minggu, 28 Oktober 2012
5 Jenis Investasi Properti
Ilustrasi, Sumber: Inhabitat
Berikut lima jenis ivestasi properti seperti dikutip dari buku Rahasia Menjadi Miliarder Properti, Panangian Simanungkalit, di Jakarta, Senin (15/10/2012).
1. Pasar Tanah
Seorang investor properti per orangan yang membeli sebuah tanah, kemudian membangun rumah, dan dijual kembali hal tersebut merupakan investasi. Dengan membeli tanah dan membangunnya, memugar, lalu menjual properti, maka ada dua hal yang akan diperoleh. Pertama, nilai tambah yang berasal dari selisih harga tanah matang setelah dikembangkan dengan harga tanah mentah ketka dibeli. Oleh sebab itu, tanah disebut sebagai investasi yang menjajikan.
2. Pasar Investasi Tanah Kavling
Pengembang selain membangun perumahan di suatu kawasan, juga menjual tanah kavling kepada konsumen yang ingin mendesain sendiri rumahnya. Oleh sebab itu, tidak jarang jika investor properti per orangan berinvestasi pada tanah kavling di kawasan perumahan yang dibangun pengembang. Tak jarang, investor tanah tersebut menjual kembali tanah tersebut setelah harganya sudah melambung tinggi.
3. Pasar Properti
Pasar properti seperti ruko, rumah, rukan, townhouse, apartemen secara umum dibagi menjadi sekunder dan primer. Kedua jenis pasar tersebut dijual berdasarkan hukum permintaan yaitu permintaand an penawaran. Pasar primer dipengaruhi oleh harga bahan bangunan, suku bunga KPR dan lainnya. Sebaliknya, pasar sekunder dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi, kependudukan dan musiman.
4. Pasar Properti yang Disewakan
Pasar properti yang disewakan contohnya adalah rumah, ruko, rukan, townhouse, apartemen maupun kos-kosan yang sifatnya jangka panjang. Pasar properti seperti biasanya dikendalikan oleh pengembang, investor institusi dan perorangan. Dengan membangun lalu menyewakan, investor akan memperoleh pendapatan dari sewa properti, nilai tambah selisih dari harga tanah, dan apresiasi kenaikan harga properti. Cara investasi ini disebut juga sebagai investasi aktif.
5. Pasar Properti yang Memiliki Goodwill
Bisnis seperti ini biasanya dilakukan pada sektor perhotelan atau apartemen sewa yang dikelola oleh tim manajemen khusus. Artinya pemodal bukan hanya membeli tanah dan membangun tapi juga semua pelayanan. Selain itu, bisnis properti sewa lain misalnya kondotel, villa, service apartemen dan rumah sakit.
Di Indonesia, salah stau pengembang yang sudah masuk ke semua lini industri properti adalah Agung Podomoro, Agung Sedayu Group, Bakrieland Development, serta Lippo Land Development. (nia) (rhs)
Rabu, 24 Oktober 2012
7 Keuntungan Investasi Properti
Investasi di sektor di properti masih jadi pilihan utama kebanyakan orang. Setidaknya ada 7 keuntungan yang menjadi daya tarik berinvestasi di bidang properti.
- Calon investor tidak harus memiliki uang tunai sebanyak harga beli properti yang akan dibeli. Investor bisa mendapatkan properti dengan menggunakan sebagian uang sendiri dan sisanya memakai uang orang lain, dalam hal ini uang bank.
- Investor bisa membeli properti dengan nilai yang jauh lebih tinggi daripada yang dibayarnya.
- Investor bisa meningkatkan nilai propertinya secara besar-besaran tanpa mengeluarkan banyak uang. Bandingkan dengan investasi di emas atau saham. Ketika membeli emas, investor tidak bisa menaikkan harga emas Anda. Kalau mau menjual maka harganya sesuai dengan harga pasar yang fluktuatif naik turun. Meski emas Anda diberi hiasan atau bentuk yang indah, cukup sulit untuk mendapatkan pembeli yang senang dengan emas Anda. Demikian juga investasi di saham. Anda tidak bisa mengontrol harga saham yang Anda beli.
- Investor bisa mendapatkan kredit lagi dari properti yang sudah dimiliki, kemudian membelikan properti yang lain.
- Investor tidak perlu memantau properti yang sudah dimiliki setiap saat. Begitu Anda beli sebuah rumah misalnya, Anda tidak perlu lagi setiap hari mendatangi rumah itu. Tidak perlu kuatir rumah Anda hilang. Kondisinya akan berbeda jika memiliki emas senilai Rp200 juta. Anda akan memikirkan tempat yang aman.
- Investor tidak perlu harus memantau harga properti setiap hari atau setiap bulan. Setelah properti dibeli, maka Anda bisa menyewakannya. Setelah itu, Anda sudah tidak perlu memikirkan apakah harganya akan naik atau turun. Dengan demikian, beban pikiran Anda relatif ringan dibanding dengan investasi atau bisnis yang lain.
- Harga properti cenderung naik. Kenaikannya yang pasti adalah secara perlahan-lahan dan konsisten, tapi tidak menutup kemungkinan kenaikannya akan melejit karena adanya perubahan positif disekitar properti Anda. Anda tertarik?
Senin, 22 Oktober 2012
Pagar: Melindungi Tanpa Mengurangi Keindahan
Rabu, 17 Oktober 2012
Gading Kencana Asri
Perumahan Gading Kencana Asri adalah hunian asri yang terletak di Kota Sukabumi, memakai jasa d'sign untuk membuat brosur penjualan dengan konsep green minimalist.
Kamis, 10 Maret 2011
Tips Memilih Gorden
Gorden biasanya dipasang pada jendela, pintu, atau penghubung antar ruangan. Salah satu fungsi gorden adalah sebagai penghalau agar aktivitas di dalam ruangan tidak terlihat atau sekedar pembatas. Fungsi lainnya juga mampu mencegah masuknya sinar matahari ke dalam ruangan. Sinar matahari yang terik dapat mengganggu kenyamanan penghuni dalam ruangan juga dapat merusak perabot yang ada di sekitarnya.
Untuk mendapatkan suasana atau nuansa tertentu dalam suatu ruangan, Anda dapat memilih model, motif dan warna gorden yang sesuai. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih gorden dalam rumah. Berikut ini beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat memilih gorden atau gordyn untuk rumah Anda.
Fungsi Gorden
Kegunaan atau fungsi yang diharapkan dari gorden dapat menjadi pertimbangan dalam memilih gorden. Misalnya jika hanya sebagai penghias ruangan atau sebagai partisi ruangan, penggunaan gorden berjenis vitrase dapat dipilih. Model yang terbuat dari manik-manik, kerang, atau batu-batuan dapat menjadi pemanis ruangan. Tetapi, tentu saja model seperti ini tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga tidak cocok jika Anda ingin menggunakan gorden untuk menutup pandangan dari orang di luar.
Bahan Gorden
Ada berbagai macam pilihan bahan yang dapat digunakan sebagai pembuat gorden. Tiap bahan memiliki ciri masing-masing. Dalam penentuan bahan biasanya bergantung pula dengan model yang ingin dibuat dan fungsi yang diinginkan pada gorden. Apakah menginginkan gorden berkesan lentur, ringan atau gelap dan mampu memendam suara.
Beberapa bahan yang sering dipakai dalam pembuatan gorden anatara lain lamborgini yang memiliki sifat lentur. Bahan yang ringan seperti katun, satin, linen atau polyester. Jenis lainnya adalah beludru, organza dan paloma yang lebih berat dan juga dapat membuat kedap suara dan menyerap sinar matahari.
Model Gorden
Gorden akan menjadi penyempurna desain suatu ruangan. Memilih gorden yang sesuai dengan desain rumah, khususnya ruangan akan menjadikan keseluruhan tema ruangan tercipta dengan baik.
Salah satu cara paling mudah adalah dengan memilih gorden yang warnanya sesuai dengan warna dinding dan furniture yang ada di sekitarnya. Anda juga dapat menyesuaikan model gorden dengan desain rumah. Misalnya, jika rumah Anda bergaya klasik, Anda dapat memilih gorden dengan model dengan desain yang rumit. Sedangkan jika rumah Anda bergaya minimalis, gorden dengan model minimalis, misalnya gorden satu warna polos dengan smocked ring berkesan simpel atau dengan vitrage putih dengan model kupu-kupu cocok untuk desain minimalis. Dalam hal ini penentuan warna, model dan motif menjadi hal yang terutama.
Harga Gorden
Harga atau budget untuk membeli gorden juga menjadi pertimbangan. Yang terutama menentukan harga suatu gorden antara lain bergantung pada bahan yang dipilih, model dan aksesories pelengkap gorden.
Setiap bahan mempunyai tingkat harga yang berbeda sehingga akan mempengaruhi harganya. Semakin rumit model juga akan menambah tingkat harganya. Selain itu, model juga mempengaruhi banyaknya bahan yang akan dipakai. Misalnya, model gorden yang memakai poni membuat penggunaan bahan lebih banyak.
Yang dapat menambah budget Anda adalah aksesoris pelengkap seperti tassel yaitu tali yang berfungsi mengikat gorden pada saat dibuka. Atau model baru untuk mengikat kain gorden adalah dengan curtain holder, yang mirip dengan sanggul dimana gorden dibuka dengan cara disanggul pada bagian tengahnya. Pelengkap lainnya adalah rel tempat menggantungkan gorden yang terbuat dari kayu, besi atau kuningan yang harganya berbeda.
Dekorasi gorden yang baik akan menyempurnakan ruangan dan dapat membuat Anda merasa nyaman. Maka, pertimbangkan hal-hal yang Anda inginkan dengan kehadirannya sehingga gorden atau gordyn akan hadir sebagai pelengkap yang menarik untuk interior rumah Anda, bukan hanya sebagai penutup jendela.
URL: http://kumpulan.info
Kamis, 16 September 2010
Arsitektur
Ruang lingkup dan keinginan
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.
Teori dan praktik
Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: "Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan".
Sejarah
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.
Kesimpulan
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.
*sumber : wikipedia


