Tampilkan postingan dengan label Walk In Closet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Walk In Closet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2013

Kenali Gaya Sendiri, Sebelum Dekorasi Rumah Diganti


Penulis : Tabita Diela | Kamis, 15 Agustus 2013 | 16:52 WIB

freshome
Sebelum merancang dekorasi rumah, ada baiknya Anda mengenali kepribadian dan gaya sendiri.
KOMPAS.com - Membolak-balik halaman inspirasi desain mungkin merupakan kegiatan yang Anda gemari. Namun, begitu banyaknya sumber dan inspirasi, kemungkinan membingungkan Anda.

Bahkan, tidak jarang desain interior rumah yang diambil langsung dari laman inspirasional terasa kurang "hidup" dan kehilangan sentuhan pribadi.

Hindari hal ini dengan mengetahui gaya pribadi Anda sebelum merancang dekorasi rumah. Berikut ini beberapa cara mengidentifikasi gaya Anda mendekor.
 
Lakukan "tur" dalam rumah 
 
Cobalah memberi perhatian penuh ketika Anda berjalan melewati setiap lorong di dalam rumah. Buatlah catatan mengenai hal-hal yang paling Anda suka dan tidak. Tanya juga pada diri Anda, adakah hal yang selama ini ingin ditambah, ubah, atau kurangi.

Cari alasan di balik keputusan Anda melakukan sesuatu yang terkait dengan dekorasi tersebut. Misalnya, menempatkan foto hitam-putih di dinding hanya untuk mengisi dinding kosong, atau karena Anda menyukai momen di dalam foto dan senang menghias dinding dengan foto monokromatik.
 
Cara paling efisien untuk mulai mendekor kembali rumah dan menciptakan dekor khas Anda adalah menyingkirkan semua yang tidak disukai dan memiliki makna apa pun. Temukan hal-hal tersebut dan mulailah dari daftar yang sudah Anda buat.
 
Cek semua barang 
 
Cobalah melihat kembali koleksi yang Anda miliki. Perhatikan setiap foto, memorabilia, cenderamata, dan suvenir. Kelompokkan semua yang memiliki nilai-nilai sentimental. Gunakan benda-benda tersebut sebagai ornamen dekorasi. Perhatikan warna dan teksturnya. Ekspos kedua hal tersebut dan buat dalam skala yang lebih besar. Misalnya, dengan menggunakan warnanya sebagai warna dinding.
 
Anda juga bisa memajang foto atau kartu pos yang dikumpulkan selama ini. Jadikan satu hiasan berukuran besar, dan pajang di dinding kamar tidur, kamar mandi, atau ruang keluarga Anda.
 
Gunakan "oleh-oleh" perjalanan
 
Selain barang-barang koleksi yang bersifat sentimentil, jangan lupakan cenderamata dari perjalanan Anda. Topeng-topeng khas, patung, peta, maupun foto dari perjalanan bisa Anda pajang. Umumnya, benda-benda etnik ini mampu membawa karakter pada rumah Anda.
 
Selaraskan dengan hobi
 
Untuk memberikan karakter pada rumah, perlu menyelaraskan dekorasinya dengan berbagai hal yang Anda suka. Pecinta olah raga, pecinta buku bacaan, atau seorang fotogafer akan memiliki rumah yang sangat berbeda. "Pamerkan" kesukaan Anda di rumah. Dengan cara ini, bukan hanya Anda yang akan dipermudah karena memiliki ruang-ruang khusus bagi hobi Anda, namun tamu-tamu juga dapat segera melihat adanya karakter dalam rumah Anda.
 
Bayangkan rumah impian
 
Sekarang, coba bayangkan rumah impian Anda. Kemudian, cobalah membuat rumah sekarang   mendekati rumah impian tersebut. Manfaatkan teknik-teknik sederhana seperti penggunaan garis vertikal untuk memberikan ilusi ketinggian plafon, kaca untuk memberikan ilusi luasnya interior rumah, penggunaan warna-warna terang, atau penggunaan log-log kayu untuk "menurunkan" plafon rumah. 
 
Jangan takut menggabungkan beberapa gaya dekorasi dalam rumah Anda. Eksplorasi ide dari majalah, internet, buku, dan bahkan rumah teman atau tetangga Anda. 
 
Sumber :
Editor :
Hilda B Alexander

Jumat, 10 Mei 2013

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman
SAAT ini terbatasnya uang sudah tidak relevan lagi sebagaialasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi dikota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikanrumah.
BAHKAN masyarakat di perkotaan cenderung ingin memiliki rumah yangpraktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidakmengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumahmungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.
Sebenarnya, masih sulit untuk mendefinisikan rumah mungil karenamenurut Prima Haris, konsultan dan pengasuh rubrik konsultasi desaininterior di tabloid Rumah, rumah seluas 135 meter persegi pun masihbisa disebut mungil. Belum lagi jika kita menilik kemampuan orang kayadan miskin dalam membangun rumah.
Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsipokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dansempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yangtepat agar nyaman dan terkesan luas.
Menarik untuk dikaji, tips 3 in 1 + Prima Haris, dalam acara TemuPembaca Tabloid Rumah, di Bandung, Rabu (15/6). Temu pembaca inimerupakan salah satu rangkaian acara Kompas- Gramedia Fair bersama BNITapenas yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) InstitutTeknologi Bandung (ITB), 14-19 Juni 2005.
PERTAMA, jadikanlah rumah mungil sebagaicerminan gaya hidup kita. “Interior ialah jiwa yang punya rumah,” tuturHaris. Maksudnya, sesuaikanlah desain interior rumah kita dengankarakter dan gaya hidup kita sehari-hari.
Orang yang suka membawa pekerjaan ke rumah bisa saja menata ruangkerjanya sedikit berbeda dengan desain ruangan lainnya. Ini dilakukanagar mereka dapat bekerja senyaman mungkin.
Lain “si tukang kerja”, lain pula “si tukang mandi”. Misalnya,seorang seniman yang senang berlama-lama di kamar mandi karena kerapmendapat inspirasi di sana bisa menambahkan aksesori dan fungsitambahan pada ruangan. Aksesori tambahan itu akhirnya bisa berfungsisebagai sarana untuk bekerja.
Kedua, ruangan yang sempit dapat memberikankesan yang luas jika kita mempertimbangkan pilihan warna cat,keberadaan cermin dan kaca, serta minimnya aksesori.
Haris, yang juga alumnus Teknik Arsitektur ITB ini, menjelaskan,warna senada atau yang masih satu turunan sebaiknya menjadi pilihankita ketika mengecat rumah. Jadi jangan memilih warna-warna yang gelapkarena akan memberikan kesan sempit pada ruangan. Pilihlah warna yangdapat memberikan kesan ringan dan teduh.
Namun, patut diingat, pilihan warna cat ini pun harus disesuaikandengan fungsi ruangan. Warna yang lembut dan ringan, seperti biru danungu, kurang cocok untuk ruangan belajar anak karena akan memberikankesan teduh. Akibatnya, anak akan kurang bergairah belajar. Merah danoranye, yang bersifat ceria serta riang, adalah contoh warna yangjustru cocok untuk kondisi belajar anak.
FAKTOR pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan.Cahaya lampu, menurut Haris, hanya ada dua, yaitu kuning dan putih.Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin,formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat,segar, alami, dan romantis.
Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangandi luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. “Adanyakaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis,memberikan kesan bahwa ruangan itu luas,” tutur Haris.
Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalamruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar mataharileluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.
Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkansatu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dansempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufetkecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.
Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilihmebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memilikiwarna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dansempit.
Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kitasehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, sepertipepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikankesegaran pada ruangan.
PEMANFAATAN ruang-ruang kosong yang ada di rumah untuk menaruhbarang-barang merupakan faktor ketiga dari konsep 3 in 1. Misalnya,ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untukmenyimpan beberapa jenis barang.
Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapatlebih difungsikan. Berburu ruang sisa, itulah istilah Haris. “Denganbegitu, satu tempat bisa saja multifungsi,” ujar pria yang pernahmenjadi Direktur Indonesian Interior and Architectural Space ResourceCenter ini.
“Dinding menganggur, no way,” kata Haris. Justru di dindinglahterdapat kekayaan kita. Selain ketiga hal di atas, dinding rumah pundapat dimanfaatkan. Ia mengatakan, kita bisa saja membuat rak buku didinding rumah. Namun, warna rak pun jangan terlalu kontras dengan warnadinding yang ada.
Bagi yang ingin memasang wallpaper, pakailahyang bermotif dan berwarna ringan. Corak lekukan daun yang lebar-lebar,misalnya, justru bisa menyita pandangan. Warna polos dengan garistipis-tipis dan kotak kecil-kecil malah dapat mengistirahatkanpandangan dan pikiran kita sehingga menjadi rileks.
Jarak lantai dan plafon pun tak luput jadi perhatian Haris. Jarakyang sempit di antara keduanya seolah mempersempit ruang gerak kita.Luasnya jarak antara lantai dan plafon justru membuat kita lebihleluasa bergerak dan sirkulasi udara pun lancar.
Ditanya mengenai estetika penataan rumah mungil, Haris menjawab,”Bagi saya saja yang seorang desainer interior, yang penting nyaman.Estetika nomor dua.” Dalam perkembangan selanjutnya, tentunya rumahmungil pun akan berubah karena bertambahnya beberapa hal.
Bertambahnya anggota dan aktivitas keluarga, kebutuhan ruang, danpeningkatan kualitas hidup adalah beberapa di antaranya. Akan tetapi,yang perlu diingat dalam merenovasi adalah mengenali rumah kitaterlebih dulu, menghitung kebutuhan ruang, dan menentukan skalaprioritas. (D11)
Kompas Online

http://123rumah.wordpress.com/2007/12/23/tips-menata-rumah-mungil-agar-nyaman/

Senin, 19 November 2012

Hari Ini Adalah Hari Toilet Sedunia!


RumahCom – Tahukah Anda bahwa hari ini adalah Hari Toilet Sedunia? Ya, sejak 2001, World Toilet Organization (WTO) mencanangkan tanggal 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia atau World Toilet Day (WTD).

Mengapa hal ini penting? Mungkin Anda belum pernah mendengar beberapa fakta berikut ini. Hingga saat ini, masih ada sekitar 40% penduduk dunia atau kurang lebih 2,5 miliar orang di bumi ini tidak memiliki akses pada fasilitas sanitasi dan toilet yang layak. Selain itu, sekitar 1,1 miliar orang terpaksa buang air besar dan buang air kecil di tempat terbuka. Hal itu tentu saja dapat mencemari lingkungan sekitarnya.

Lalu apa dampaknya? Hampir 900 juta orang di dunia dipaksa untuk mempertaruhkan hidupnya setiap hari dengan mengonsumsi air yang tercemar itu, karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Kurang memadainya sanitasi dasar adalah pembunuh berantai tersembunyi , dimana setiap 20 detik seorang anak meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi buruk. Jumlah ini lebih besar daripada kematian yang diakibatkan oleh AIDS, malaria, dan campak jika digabungkan.

Peringatan Hari Toilet Sedunia ini bertujuan untuk mendobrak pemikiran bahwa membicarakan permasalahan sekitar toilet adalah suatu hal yang tabu. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya fasilitas dan infrastruktur toilet, serta sanitasi yang memadai.

Jack Sim, Pendiri dan Direktur WTO mengatakan, salah satu cara yang paling penting untuk memecahkan masalah sanitasi global adalah dengan mendiskusikannya. “Mendiskusikan untuk kemudian membuat sanitasi yang baik dan terjangkau bagi setiap orang di dunia dapat memungkinkan kita untuk membuat langkah besar dalam mengurangi penyakit diare pada anak-anak dan memberi mereka sebuah kehidupan yang lebih layak,” kata Jack hari ini (19/11).

Sementara itu, Haikel Fahim, Advocacy & Communication Manager WTO mengatakan, dalam perjalanan lebih dari 10 tahun organisasi ini, belum banyak perubahan yang dicapai. Dan ini membuatnya prihatin. “Kita memiliki target yang harus dicapai melalui Millenium Development Goals. Namun kita tidak akan bisa meraihnya pada 2015 nanti karena kepedulian kita terhadap sanitasi yang sehat masih sangat rendah,” ungkap Haikel.

Im Suryani
imsuryani@rumah.com 

Senin, 12 November 2012

Nyaman Memarkir Mobil



Carport bukan sekadar tempat “singgah” mobil, ia juga menyeimbangkan tampilan rumah, dan biasanya menjadi entrance bagi rumah-rumah mungil. Letak carport bisa pada fasad tempat pintu utama terletak atau fasad arah lainnya (samping atau belakang). Karena posisinya yang terlihat dari jalan itulah, carport juga harus didesain seharmoni dengan tampak rumah. Sediakan ruang yang cukup untuk meletakkan kendaraan, termasuk untuk meluruskan posisi badan mobil, serta membuka pintu samping dan bagasi belakang.
KOMPLEKSITAS LANTAI CARPORT
Lantai carport tidak sekadar perkerasan yang mengandung unsur estetis. Setidaknya ada 3 syarat umum material lantai yang cocok untuk carport, yaitu tidak licin (memiliki ketahanan tertentu terhadap slip), daya sokong kuat untuk beban berat, dan tahan cuaca (misalnya tidak mudah berjamur).
Apa saja fungsi yang harus diakomodasi? Pikirkan kekuatan konstruksi lantai untuk menahan berat mobil dengan kapasitas tampung maksimalnya. Untuk penutup lantai, tentunya ketahanan terhadap slip saat hujan dan manuver, menjadi perhatian penting. Jalur air juga harus ada. Hal ini berguna ketika mencuci mobil di carport, sehingga air bisa langsung tersalurkan ke got.
Nah, agar jalur air lancar, selain memberi tali air pada lantai carport, lantai tak dibuat datar, yaitu sekitar 1–3% terhadap panjang horizontalnya. Adapula landasan masuk mobil menuju area carport, yang disebut ramp. Idealnya, kemiringan ramp 10%. Artinya setiap 1m naik 10°.
Air yang jatuh dengan kecepatan tertentu (dalam waktu lama/berkala) pada lantai carport dapat merusak konstruksinya. Begitu pula genangan air. Jadi, sebaiknya pada titik jatuhnya air hujan dari atap carportdibuat saluran ataupun resapan sehingga tidak merusak lantai dan langsung mengalir ke selokan.
KUAT ITU PENTING
Walaupun keindahan carport penting, itu bukanlah yang terpenting. Berangkat dari kegunaannya sebagai tempat parkir mobil, lantai adalah elemen utama yang harus mengakomodasi semua hal yang mendukung fungsi tersebut. Yang harus Anda pikirkan pertama-tama adalah kekuatannya menahan beban kendaraan. Lantai carport yang melesak atau ambles tentunya akan membuat Anda tidak nyaman saat memasukkan mobil.
Dua faktor yang berpengaruh dalam menentukan konstruksi lantai, yaitu berat kendaraan dan kondisi tanah. Bobot kendaraan itu sebenarnya relatif ringan, bisa ditanggung oleh tapakan beton ringan (daya topang sebesar 25Mpa atau 250kg/cm2). Pengukuran kekuatan ini dapat dicek setelah beton kering (kira-kira 28 hari). Perbandingan campurannya ½:3:5 (semen:pasir:kerikil), ditambah air yang berbanding lurus terhadap komposisi semen, dengan juga memperhatikan kondisi/jenis tanah.
Konstruksi lantai carport wajib menggunakan tulangan besi beton, yang dirangkai seperti anyaman fondasi tapak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi sifat getas beton (tak mampu menahan tegangan tarik). Karena itu tulangan baja, yang kuat terhadap tarik, memperlengkapi kelemahan sifat beton ini. Jarak antarbesi tulangan 5–10cm. Setiap pertemuan besi diikat dengan kawat agar rangkaian tidak goyah.
Untuk memperkuat, tulangan besi dapat disambungkan ke balok dan rollaag di bagian pinggir lantai. Fondasi rollaag dibuat di bagian pinggir lantai untuk menghindari penyusutan dan melesaknya tanah ke arah bagian yang kurang padat. Fondasi ringan yang biasanya dikonstruksi dari batu bata sedalam 30cm ini akan memperkuat daya dukung tanah pada bagian tepi carport.
Jadi, untuk kekuatan lantai carport, setidaknya ada 5 lapisan, yaitu tanah asli, pasir, tulangan besi dan cor beton, perekat/spesi, dan penutup lantai. Sudahkah Anda cek kembali susunan lantai carport Anda?
(Swasti Triana Chrisnawati)
Foto: Adeline Krisanti

Selasa, 30 Oktober 2012

Tips Memilih ‘Papan’


Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk tempat tinggal. Aman dan nyaman, baik dalam rumah maupun lingkungan sekitar, tentu jadi syarat utama. Sebisa mungkin, jarak tempat tinggal dan tempat bekerja juga tidak jauh.

Dalam mencari lokasi yang tepat, ada beberapa tips untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat, di antaranya adalah berikut ini.
Kondisi Jalan Utama. Jalan utama menjadi titik akses penting menuju ke rumah Anda. Jika kondisinya penuh lubang, atau sulit dijangkau karena terlalu sempit untuk kendaraan, ada baiknya Anda mempertimbangkan lokasi lain untuk tempat tinggal.
Pelayanan Air, Listrik, dan Telepon. Layanan-layanan tersebut adalah syarat kelengkapan rumah. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan-layanan tersebut bisa jadi faktor pertimbangan. Contohnya: Anda tentu tidak mau membeli rumah di daearh rawan mati listrik.
Kebersihan Lingkungan. Bersih pangkal sehat. Apabila lingkungan tempat Anda tinggal tidak bersih, maka kesehatan Anda dan keluarga pun terancam. Apalagi mengingat keluarga Anda akan menghabiskan waktu lebih banyak di lingkungan ini. Perhatikan kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk jarak dari rumah ke tempat pembuangan sampah sementara. Lihat juga ke saluran got. Apa mampat?
Polusi. Jika tingkat polusi udaranya di atas ambang batas, kesehatan pun akan terancam. Bagaimana cara mengetahui status polusi di suatu daerah? Sayangnya tidak ada informasi spesifik mengenai hal ini. Tapi, jika lokasi rumah terlalu dekat dengan jalan raya, kemungkinan Anda terkena dampak polusi lebih besar. Selain polusi udara, polusi suara juga dapat mengganggu ketenangan hidup di rumah.

Penghijauan. 
Lokasi yang lebih banyak penghijauannya tentunya lebih menarik. Penghijauan, selain menjaga kualitas udara, juga  memberikan relaksasi untuk mata.
Bebas Banjir. Bebas banjir menjadi salah satu kriteria terpenting dalam menentukan lokasi rumah. Rutinitas rumah tangga dipastikan terganggu jika tempat tinggal dilanda banjir: Transportasi menjadi sulit dan barang-barang berharga pun rusak karena terendam air. Karenanya, pilihlah lokasi tempat tinggal yang tidak rawan banjir.
Kemudahan Transportasi. Walaupun rumah di jalan raya atau dekat jalan raya mungkin lebih berpotensi untuk terkena polusi, namun hal ini juga berarti jarak antara rumah Anda ke pusat transportasi juga lebih dekat. Tempat tinggal yang dekat stasiun, misalnya, dapat memberikan kemudahan bertransportasi jika kendaraan bermotor Anda bermasalah, atau jalanan rumah anda terlanda banjir.
Strategis. Strategis memang hal yang cenderung subjektif. Anda dapat menentukan sendiri apakah tempat tinggal mudah dijangkau Anda sendiri dan orang lain, atau dekat dengan tempat yang sering Anda kunjungi. Lokasi strategis artinya Anda leluasa melakukan kegiatan-kegiatan dengan efisien dan waktu agar Anda tidak sering kehilangan waktu di perjalanan.
Fasilitas umum. Fasilitas umum dapat berupa rumah sakit, apotek, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, kantor pos, atau fasilitas lainnya yang akan membuat tempat tinggal Anda menjadi kota mandiri.
Ada beberapa contoh gambar Rumah yg bisa Anda milik hanya dengan 300 ribu. klik disinihttp://www.developerkreatif.com/?id=dini

Selasa, 04 September 2012

Ciri-Ciri Pengembang Nakal


Penting untuk mengetahui ciri-ciri pengembang properti yang nakal. Itu karena transaksi Anda dengan mereka tidak bernilai kecil–bahkan bisa jadi merupakan transaksi terbesar sepanjang hidup Anda. Ketika Anda terjebak dengan pengembang yang nakal, bukan waktu saja yang mungkin terbuang, tapi juga uang.
Anda bisa mengenali pengembang nakal dengan melakukan investigasi sendiri dan investigasi di Internet, seperti forum, mailing list, situs web berita, atau komentar-komentar di Facebook. Berikut ini adalah ciri-ciri pengembang nakal.
  • Pengembang tidak menyerahkan Perjanjian Pengikatan Jual-Beli (PPJB) setelah Anda menyetor uang tanda jadi (booking fee).
  • PPJB tidak dapat dapat dinegosiasikan dan uang tanda jadi tidak dapat dikembalikan.
  • Proses pemesanan, pembangunan, dan proses lain tidak berjalan sesuai jadwal yang diejaskan di awal.
  • Pengembang tidak memiliki tim khusus untuk layanan pelanggan yang dapat menjelaskan atau menangani keluhan pelanggan.
  • Spesifikasi bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan di awal.
Ketika Anda sudah terlanjur terjebak berurusan dengan pengembang nakal, sulit bagi Anda untuk menyelesaikan masalah. Ketika Anda sudah menyerahkan uang, apalagi cicilan sudah berjalan, pengembang sudah di atas angin. Saat perlu menyampaikan komplain, ada baiknya bicara dengan pembeli rumah lain dan mengajak mereka bersama-sama mengajukan komplain.


Minggu, 10 April 2011

Wardrobe Atau Walk In Closet ?

Dewasa ini kita mengenal dua jenis lemari pakaian: wardrobe dan walk in closet. Wardrobe adalah loose furniture, lemari pakaian yang dapat dipindah-pindah atau diletakkan di mana saja sesuai kebutuhan. Sedangkan walk ini closet adalah ruang tempat menyimpan pakaian termasuk tas, sepatu, dan lain-lain yang memungkinkan pengguna melaluinya (walk in). Ukurannya biasanya lebih besar. “Minimal 2 x 3 meter,” kata Fernando S Siregar, desainer Chantique, salah satu produsen lemari di Jakarta.
Lemari ini sulit dipindah-pindah karena sudah built in dengan sebuah ruang. Lazimnya peletakan dekat kamar mandi dalam kamar tidur utama, menyatu dengan tempat berdandan. Jadi, selesai mandi kita bisa langsung memilih busana di walk in closet sebelum berhias. Keluar dari kamar tidur sudah dalam keadaan rapi. Wardrobe tersedia dalam bentuk produk jadi, sedangkan walk in closet dibuat berdasarkan pesanan (customized).

Sesuai kebutuhan
Menurut Evelyn Nila Chandra, Designer PT Linear Indonesia, produsen furniture lain di Jakarta yang mengusung merek The Line, walk in closet harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. “Jadi, kita perlu menentukan dulu barang-barang yang akan disimpan di walk in closet mulai dari pakaian, tas, sepatu, sampai aksesori,” katanya.

Dari situ bisa dirumuskan bentuk modul yang akan diaplikasikan pada walk in closet seperti pintu, rak, laci, dan area gantung. Rak untuk menaruh pakaian lipat, handuk, dan selimut; laci untuk pakaian dalam, kaos kaki, dan yang sejenis itu; area gantung untuk pakaian yang harus digantung seperti kemeja dan gaun panjang, atau bisa juga ditambah area gantung khusus untuk dasi, selendang, dan syal.

Penempatan barang-barang dalam modul perlu juga disesuaikan dengan jenis dan frekuensi penggunaannya. “Misalnya, sepatu pesta yang jarang dipakai bisa ditaruh di lemari dengan tempat khusus sepatu,” jelasnya. Sementara pintu bisa diterapkan bisa juga tidak. Yang penting semua barang dalam lemari terlindung dari debu dan kotoran. Kalau diberi pintu, bentuknya bisa lipat (folding door) atau geser (sliding door).

Lampu otomatis
Evelyn menyarankan pemasangan walk in closet sudah direncanakan saat merancang rumah. Bentuknya disesuaikan dengan luas ruang. Bisa I-line (memanjang segaris dengan dinding), berbentuk L, atau empat persegi panjang. Pada rumah besar walk in closet bisa didesain terhubung dengan ruang tidur atau bahkan ruang mandi kering. Jangan lupa memajang cermin atau meja rias agar aktivitas berpakaian dan berdandan lebih maksimal.

Bahan lemari pakaian beragam sesuai dengan desain ruang. Selain MDF (medium density fiber), kayu nyatoh dan plywood dengan finishing melamik atau duco juga populer digunakan. Pilihan warna dan motifnya juga beragam. Aplikasi kaca sandblast (buram) pada pintu dapat makin mempercantik lemari.

Untuk memudahkan pencarian barang di lemari, walk in closet perlu dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis saat kita mengambil pakaian, dan mati setelah kita keluar dari lemari. Sebaiknya gunakan lampu halogen yang cahayanya terang dan mampu memperlihatkan warna asli pakaian dalam lemari. Jadi, kita tidak keliru memilih. Bisa juga lampu neon kecil dengan intensitas cahaya memadai.

Chantique menjual lemarinya sekitar Rp4 juta/meter lari. Sedangkan The Line menawarkan koleksi lemari dengan tinggi 207 cm, lebar 101 cm, dan panjang 60 cm seharga Rp4,9 juta. Sementara walk in closet akan dikerjakan dengan minimal order untuk 10 proyek dengan harga sesuai kesepakatan. Tak ada tips khusus untuk merawat lemari pakaian. Yang penting jaga kelembabannya agar pakaian tidak berjamur dan cepat rusak. “Buka pintu lemari supaya udara masuk,” ujar Fernando.

Sumber: housing-estate.com