Senin, 19 November 2012

Hari Ini Adalah Hari Toilet Sedunia!


RumahCom – Tahukah Anda bahwa hari ini adalah Hari Toilet Sedunia? Ya, sejak 2001, World Toilet Organization (WTO) mencanangkan tanggal 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia atau World Toilet Day (WTD).

Mengapa hal ini penting? Mungkin Anda belum pernah mendengar beberapa fakta berikut ini. Hingga saat ini, masih ada sekitar 40% penduduk dunia atau kurang lebih 2,5 miliar orang di bumi ini tidak memiliki akses pada fasilitas sanitasi dan toilet yang layak. Selain itu, sekitar 1,1 miliar orang terpaksa buang air besar dan buang air kecil di tempat terbuka. Hal itu tentu saja dapat mencemari lingkungan sekitarnya.

Lalu apa dampaknya? Hampir 900 juta orang di dunia dipaksa untuk mempertaruhkan hidupnya setiap hari dengan mengonsumsi air yang tercemar itu, karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Kurang memadainya sanitasi dasar adalah pembunuh berantai tersembunyi , dimana setiap 20 detik seorang anak meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi buruk. Jumlah ini lebih besar daripada kematian yang diakibatkan oleh AIDS, malaria, dan campak jika digabungkan.

Peringatan Hari Toilet Sedunia ini bertujuan untuk mendobrak pemikiran bahwa membicarakan permasalahan sekitar toilet adalah suatu hal yang tabu. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya fasilitas dan infrastruktur toilet, serta sanitasi yang memadai.

Jack Sim, Pendiri dan Direktur WTO mengatakan, salah satu cara yang paling penting untuk memecahkan masalah sanitasi global adalah dengan mendiskusikannya. “Mendiskusikan untuk kemudian membuat sanitasi yang baik dan terjangkau bagi setiap orang di dunia dapat memungkinkan kita untuk membuat langkah besar dalam mengurangi penyakit diare pada anak-anak dan memberi mereka sebuah kehidupan yang lebih layak,” kata Jack hari ini (19/11).

Sementara itu, Haikel Fahim, Advocacy & Communication Manager WTO mengatakan, dalam perjalanan lebih dari 10 tahun organisasi ini, belum banyak perubahan yang dicapai. Dan ini membuatnya prihatin. “Kita memiliki target yang harus dicapai melalui Millenium Development Goals. Namun kita tidak akan bisa meraihnya pada 2015 nanti karena kepedulian kita terhadap sanitasi yang sehat masih sangat rendah,” ungkap Haikel.

Im Suryani
imsuryani@rumah.com 

Percantik Taman Atap dengan Aksesoris


Kehadiran aksesoris pada taman atap (roof garden) akan memberi nilai estetika tersendiri. Seperti batu koral, air mancur, patung hingga lampu. Hanya saja perlu aksesoris perlu disesuaikan untuk taman atap, jangan terlalu berat karena akan mempengaruhi struktur beton sebagai alas dari taman atap.
Ini beberapa jenis aksesoris yang dapat digunakan untuk taman atap agar menjadi lebih cantik.
1. Lampu Taman
Lampu ibarat cahaya dari bintang-bintang yang menerangi taman atap saat malam hari. Tanpa kehadiran lampu, taman akan terlihat gelap gulita. Sebagai alat penerang, lampu dapat menjadi aksesoris yang mempercantik taman.
Pilihan lampu sangat bervariasi, seperti lampu dapat ditempel didinding, menyatu dengan tanaman, berbentuk kupu-kupu, lampu gantung bahkan lampu bohlam.
2. Batu pijakan
(stepping stone) pad ataman akan berfungsi menjadikan jalan setapak bahkan sebuah petunjuk jalan yang mengiringi kesuatu tempat dalam taman. Batu pijakan di taman atap juga dapat menghidupkan suasana dan mengisi kekosongan gamparan rumput.
Ada banyak pilihan batu pijakan. Mulai dari bentuk bulat, kotak, persegi panjang, segitiga, hingga oval. Bahan pun beragam, ada koral sikat, batu alam, atau bisa saja kita meminta tukang untuk membuatkannya dari semen sesuai selera.
3. Bangku kayu
Sesuaikan bentuk dan model bangku dengan gay ataman atap. Bangku kayu yang terlihat tua dan masih berbentuk pohon aslinya akan memberi karakter tersendiri. Misalnya, karakter natural pad ataman atap.
Perlu diperhatikan juga, harus disesuaikan ukuran bangku dengan luasan taman. Jika lahan taman atap cukup kecil atau mungil, gunakan bangku yang juga berukuran kecil.
4. Bola granit sikat
Ornamen bola-bola bermacam ukuran dan bentuk dapat memberi taman semakin hidup seakan dihuni benda-benda selain tanaman. Bola granit sikat juga dapat digunakan untuk aksesoris taman atap, dari ukuran kecil, sedang, sampai besar.
5. Gazebo
Aksesoris lain dalam taman atap bisa menggunakan gazebo mini yang disesuaikan dengan kebutuhan. Gazebo selain dapat mempercantik taman, dapat juga sebagai tempat meditasi, jogging, atau tempat bermain anak-anak.
(Satya Nita Pratama)
Foto: Adrian Mulya
Lokasi: Kediaman Antono dan Fennyanto, Jl. Bima Asri Utama, Bekasi

http://www.tabloidrumah.com/?p=3923

Senin, 12 November 2012

Beli Rumah dari Saudara? Harus Jelas Hitam Putihnya!



Penting dipahami bahwa membeli rumah dari saudara bukan berarti segalanya dibuat secara kekeluargaan. Anda tetap harus mengikuti prosedur membeli rumah pada umumnya agar semua transaksi terekam jelas dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Awalnya, Dedi Setiadi (32) berniat membantu kakaknya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Saat sang kakak menawarkan rumahnya agar ia beli, Deni pun mengiyakan. “Keputusan saya, ya, karena ingin membantu kakak saya,” ucap Deni. Selain membantu, ada alasan lain yang membuat ia cepat menerima keputusan itu, yaitu kakaknya memberikan penawaran menarik. “Uang yang harus saya serahkan cukup 60% dari nilai total rumah. Sisanya, dibayar saat anaknya masuk kuliah. Dan itu berarti 9 tahun lagi,” tambahnya.
Tak ada hitam putih. Semua transaksi hanya berdasar sebuah “kepercayaan”. Tetapi, setelah 2 tahun berlalu, kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Mendadak, kakaknya selalu meminta uang dengan pelbagai alasan. Awalnya, Deni memberi sejumlah uang yang diminta. Tetapi, saat kakaknya meminta dengan nominal besar, ia terus terang tidak menyanggupi. Ketidak sanggupan ini membuat ia merasa “diteror” kakaknya sendiri. Pertengkaran di antara kedua saudara ini pun akhirnya meledak. Deni merasa air susu dibalas dengan air tuba.
Roni Sembirin Yusuf, konsultan keuangan, PT Winsolutions Financial Consultant, menjelaskan bahwa siapapun pelakunya, tanpa terkecuali, semua yang melibatkan transaksi keuangan wajib dibuatkan hitam putihnya. “Semua yang berhubungan dengan uang itu sifatnya sangat sensitif. Siapapun bisa kalap gara-gara masalah uang. Semua hanya bisa diminimalisasi dengan yang namanya kontrak hitam di atas putih,” terang Roni. Lantas, bagaimana agar kita terhindar dari permasalahan ini?
Ini yang Terpenting!
Jangan terburu-buru memberikan kata “iya” kepada saudara Anda. Walau Anda memang tertarik dengan bentuk desain rumah atau kondisi lingkungan perumahannya yang nyaman ditinggali, sebaiknya cek kondisi keuangan tabungan Anda terlebih dulu. “Jika jumlahnya mencukupi bahkan setelah dihitung Anda masih memiliki tabungan sisa, maka tidak masalah. Tetapi, jika jumlahnya tidak mencukupi atau mencukupi tetapi membuat Anda kehilangan tabungan seluruhnya, sebaiknya perlu berpikir ulang,” ungkap Roni.
Ia menerangkan bahwa jumlah tabungan yang harus dimiliki sisanya tidak kurang dari 20% atau seminimal-minimalnya dapat memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga (jika sudah berkeluarga) selama 4-6 bulan. “Ingat, Anda juga memiliki prioritas untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Jika Anda sudah berkeluarga, juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga Anda,” ucap Roni. “Intinya, jangan sampai Anda menolong saudara dari lubang buaya, tetapi Anda sendiri terperosok dan termakan oleh buaya itu,” ungkap Roni memberi perumpamaan.
Lihat, Teliti, dan Periksa
Walau membeli rumah saudara, bukan hal terlarang jika Anda memeriksa barang yang akan dibeli. Periksa secara seksama kondisi fisik rumah. Apakah masih layak huni atau tidak. Ini penting agar Anda bisa bernego tentang harga rumah. Jika masih layak huni, berarti harga jualnya masih tinggi. Jika tidak, harga dipastikan bisa lebih rendah. Selain itu, tanyakan juga umur rumahnya. Umur rumah digolongkan menjadi 3, yaitu baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10-20 tahun), dan tua (lebih dari 20 tahun). “Semakin tua usia bangunan, semakin besar kemungkinan Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan,” terang Roni.
Pastikan juga bahwa lingkungan perumahan yang akan dibeli memiliki standar kenyamanan dan keamanan yang baik. Jika keduanya tidak terpenuhi, biasanya harga rumah nilainya akan di bawah standar. Jika saudara Anda tetap menjualnya dengan harga tinggi, lebih baik sarankan saja dia untuk menjualnya ke orang lain. Selain tidak akan hidup nyaman di rumah ini, Anda yang berniat untuk investasi pun dipastikan akan kesulitan untuk menjualnya kembali. Terpenting, pastikan bahwa rumah bebas dari sengketa dan lengkap surat-suratnya.
Harga yang Disepakati, Wajar
Membeli rumah dari keluarga biasanya tidak memiliki standar yang jelas. Bahkan, dalam kondisi keuangan yang mendesak ada dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, seseorang akan berani menjual rumahnya di bawah standar harga pasar. Sebenarnya, ini sebuah keuntungan bagi Anda. Tetapi, karena bersaudara, sebaiknya Anda tidak sekejam itu membeli rumah dengan harga semurah-murahnya. Tentukan harga yang sedikit memberi dia “kebahagiaan”.
“Harga harus benar-benar disepakati kedua belah pihak. Jika memang memungkinkan, bawa juga keluarga dalam menentukkan harga rumah ini. Minimalnya, harga disepakati oleh Anda dan isteri Anda (jika Anda sudah menikah) dan saudara Anda beserta isterinya (jika kasusnya saudara Anda sudah menikah),” terang Roni.
Pembayarannya Jelas
Walaupun jual belinya dengan saudara atau pihak keluarga, perlu dibuat surat perjanjian di atas materai antara penjual dan pembeli (pihak 1 dan pihak ke-2). Hal ini penting agar tidak terjadi sengketa di dalam keluarga nantinya. “Banyak kasus karena tidak adanya dokumen kontrak mengakibatkan perselisihan antaranggota keluarga. Dari mulai terjadi adu fisik, hingga hilangnya nyawa di tangan keluarga sendiri,” tukas Roni.
Jika Anda membeli secara tunai, kondisinya akan lebih mudah karena Anda tidak perlu melakukan pembayaran sisanya. Bagaimana jika dicicil? Roni menjelaskan harus dibuat secara detail proses pembayarannya. Misalnya, akan dicicil selama berapa tahun dan perbulannya akan dibayar berapa? Jika sudah pasti, Anda berpegang dengan perjanjian tersebut. “Perlu diingat, perjanjian hitam di atas putih ini perlu menggunakan materai dan juga saksi. untuk saksi sebaiknya dari pihak di luar anggota keluarga,” terang Roni. Jika kedua belah pihak jelas, permasalahan membeli rumah dari keluarga akan terhindar.
(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)
Foto: Jou Endhy Pesuarissa
Lokasi: Rumah Contoh Perumahan Grand Cilebut, Bogor


Nyaman Memarkir Mobil



Carport bukan sekadar tempat “singgah” mobil, ia juga menyeimbangkan tampilan rumah, dan biasanya menjadi entrance bagi rumah-rumah mungil. Letak carport bisa pada fasad tempat pintu utama terletak atau fasad arah lainnya (samping atau belakang). Karena posisinya yang terlihat dari jalan itulah, carport juga harus didesain seharmoni dengan tampak rumah. Sediakan ruang yang cukup untuk meletakkan kendaraan, termasuk untuk meluruskan posisi badan mobil, serta membuka pintu samping dan bagasi belakang.
KOMPLEKSITAS LANTAI CARPORT
Lantai carport tidak sekadar perkerasan yang mengandung unsur estetis. Setidaknya ada 3 syarat umum material lantai yang cocok untuk carport, yaitu tidak licin (memiliki ketahanan tertentu terhadap slip), daya sokong kuat untuk beban berat, dan tahan cuaca (misalnya tidak mudah berjamur).
Apa saja fungsi yang harus diakomodasi? Pikirkan kekuatan konstruksi lantai untuk menahan berat mobil dengan kapasitas tampung maksimalnya. Untuk penutup lantai, tentunya ketahanan terhadap slip saat hujan dan manuver, menjadi perhatian penting. Jalur air juga harus ada. Hal ini berguna ketika mencuci mobil di carport, sehingga air bisa langsung tersalurkan ke got.
Nah, agar jalur air lancar, selain memberi tali air pada lantai carport, lantai tak dibuat datar, yaitu sekitar 1–3% terhadap panjang horizontalnya. Adapula landasan masuk mobil menuju area carport, yang disebut ramp. Idealnya, kemiringan ramp 10%. Artinya setiap 1m naik 10°.
Air yang jatuh dengan kecepatan tertentu (dalam waktu lama/berkala) pada lantai carport dapat merusak konstruksinya. Begitu pula genangan air. Jadi, sebaiknya pada titik jatuhnya air hujan dari atap carportdibuat saluran ataupun resapan sehingga tidak merusak lantai dan langsung mengalir ke selokan.
KUAT ITU PENTING
Walaupun keindahan carport penting, itu bukanlah yang terpenting. Berangkat dari kegunaannya sebagai tempat parkir mobil, lantai adalah elemen utama yang harus mengakomodasi semua hal yang mendukung fungsi tersebut. Yang harus Anda pikirkan pertama-tama adalah kekuatannya menahan beban kendaraan. Lantai carport yang melesak atau ambles tentunya akan membuat Anda tidak nyaman saat memasukkan mobil.
Dua faktor yang berpengaruh dalam menentukan konstruksi lantai, yaitu berat kendaraan dan kondisi tanah. Bobot kendaraan itu sebenarnya relatif ringan, bisa ditanggung oleh tapakan beton ringan (daya topang sebesar 25Mpa atau 250kg/cm2). Pengukuran kekuatan ini dapat dicek setelah beton kering (kira-kira 28 hari). Perbandingan campurannya ½:3:5 (semen:pasir:kerikil), ditambah air yang berbanding lurus terhadap komposisi semen, dengan juga memperhatikan kondisi/jenis tanah.
Konstruksi lantai carport wajib menggunakan tulangan besi beton, yang dirangkai seperti anyaman fondasi tapak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi sifat getas beton (tak mampu menahan tegangan tarik). Karena itu tulangan baja, yang kuat terhadap tarik, memperlengkapi kelemahan sifat beton ini. Jarak antarbesi tulangan 5–10cm. Setiap pertemuan besi diikat dengan kawat agar rangkaian tidak goyah.
Untuk memperkuat, tulangan besi dapat disambungkan ke balok dan rollaag di bagian pinggir lantai. Fondasi rollaag dibuat di bagian pinggir lantai untuk menghindari penyusutan dan melesaknya tanah ke arah bagian yang kurang padat. Fondasi ringan yang biasanya dikonstruksi dari batu bata sedalam 30cm ini akan memperkuat daya dukung tanah pada bagian tepi carport.
Jadi, untuk kekuatan lantai carport, setidaknya ada 5 lapisan, yaitu tanah asli, pasir, tulangan besi dan cor beton, perekat/spesi, dan penutup lantai. Sudahkah Anda cek kembali susunan lantai carport Anda?
(Swasti Triana Chrisnawati)
Foto: Adeline Krisanti

Rabu, 07 November 2012

Green Property Tidak Sekedar Lingkungan Asri


Isu ramah lingkungan terus menjelma dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Tak terkecuali industri properti di tanah air, konsep ramah lingkungan telah berkembang dan banyak diaplikasikan. Tak hanya menjadi barang dagangan yang harus di jual ke masyarakat. Dan bukan hanya menjadi gimmickmarketing semata untuk menaikan angka penjualan saja.



Maklum, tuntunan ini tak hanya dari pemerintah melalui lembaga yang mengaturnya, namun lebih karena masyarakat saat ini, khususnya kelas menengah-atas juga sudah sangat care dengan masalah ini. Sehingga konsep properti hijau akan terus berkembang dengan terbentuknya kesadaran masyarakat atau konsumen terhadap lingkungan.

Menurut Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra, konsep properti hijau atau properti ramah lingkungan akan terus berkembang. Selain tuntutan dari konsumen yang tinggi juga preasure dari pemerintah. Konsep properti hijau ini tak hanya menampilkan keasrian lingkungan tetapi juga memerhatikan berbagai aspek tekhnis yang mengharuskan developer lebih kreatif dan inovatif mengembangkan properti hijau.

“Untuk itu Sinarmas Land melalui berbagai proyeknya akan terus menerapkan properti hijau. Karena ini merupakan komitmen  perusahaan untuk menyediakan properti ramah lingkungan dan dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuh Ishak.

“Kami ada distrik seluas 25 hektare di BSD City yang dibangun dengan konsep properti hijau. Ini akan menjadi komplek yang ramah lingkungan dari berbagai aspek, mulai dari perencanaan kawasannya, konsep arsitektur bangunannya, hingga sistem pengelolaannya. Ada sekitar 11 gedung komersial yang akan berdiri di kawasan seluas 25 hektare itu dengan menerapkan konsep green building,” tegas Ishak.

Pengembangan ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan BSD City seluas 6000 hektar yang sudah menjalankan prinsip properti hijau sejak awal dikembangkan. BSD City saat ini sudah memasuki pengembangan tahap kedua setelah tuntas membangun sebagianm kawasannya di sekitar kawasan Sungai Cisadane, Serpong. (Prokit)

Sumber: Propertykita

Senin, 05 November 2012

Pusing Rumah Berantakan Terus? Ini Dia Solusinya!

Pusing Rumah Berantakan Terus? Ini Dia Solusinya!
Membereskan rumah memang pekerjaan yang paling merepotkan dan menyusahkan, sehingga sering kali kita merasa malas untuk melakukannya. Kita sering hanya mengandalkan tenaga pembantu saja untuk urusan yang satu ini, sehingga ketika tiba saatnya pembantu izin pulang kampung atau justru mendadak berhenti kerja, tebak siapa yang panik dan kalang kabut? Ya, Anda.
Tapi tidak perlu khawatir. Banyak cara praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga supaya rumah tetap rapi setiap hari. Berikut tips yang bisa Anda jadikan pedoman untuk membereskan kekacauan rumah Anda secara cepat!
Bersihkan Secara Teratur
Yah, kebiasaan buruk kita dalam hal beres-membereskan ini biasanya adalah sikap kita yang sering menunda-nunda. Seribu macam penyangkalan biasanya selalu datang di benak Anda ketika Anda sudah berniat untuk melakukan kegiatan ini secara teratur. Kebiasaan baik memang tidak bisa muncul sendiri, semua harus dilatih. Oleh karena itu latihlah kebiasaan berbenah secara teratur dengan membuat jadwal singkat setiap dua atau tiga hari sekali. Setelah beberapa lama dijalankan secara konsisten, Anda akan menjadi terbiasa berbenah secara teratur.
Sediakan Box Darurat di Setiap Ruangan
Selalu sediakan Box atau keranjang besar sebagai tempat menaruh barang-barang yang berserakan di lantai secara cepat. Untuk menghindari kesan aneh dengan adanya Box yang tiba-tiba muncul di setiap ruangan, Sesuaikan warna atau motif dari Box dan keranjang itu dengan desain dekorasi di setiap ruangan rumah Anda.
Singkirkan Yang tidak Perlu!
Mungkin Anda sering kali menumpuk barang-barang lama di rumah, baik itu pakaian bekas yang sudah kekecilan atau bangkai barang-barang elektronik yang sudah rusak. karena menganggap “suatu saat nanti” barang tersebut akan dipakai lagi. Kebiasaan ini memang baik karena dapat menghemat uang Anda jika dibanding harus selalu membeli barang baru. Tapi sering kali, barang tersebut mengendap berbulan-bulan sampai bertahun-tahun lebih di rumah Anda.  Jika hal ini terjadi sudah tandanya Anda menyingkirkan mereka dari rumah Anda, karena sudah jelas mereka tidak akan pernah dipakai lagi, sampai kapanpun.
Utamakan kebersihan Ruang yang sering dipakai Tamu
Untuk mereka yang terpaksa bersih-bersih karena ada tamu penting yang akan datang secara mendadak, Cukup bersihkan ruangan yang sering dipakai oleh Tamu, seperti teras rumah, ruang tamu, ruang makan dan kamar mandi. Tutup semua pintu kamar tidur dan gudang agar rumah terkesan rapi secara keseluruhan.
Sediakan Tisu atau Lap Sebanyak Mungkin
Mendadak ada makanan dan minuman tumpah di atas meja? Dengan tisu dan lap, semuanya bisa terselesaikan. Hampir setiap hari kita harus berurusan dengan noda-noda kecil membandel yang ditimbulkan oleh makanan, minuman, spidol, dan benda-benda lain pada furnitur atau lantai. Oleh karena itu sediakan tisu dan lap bersih sebanyak mungkin, supaya bisa segera dipakai saat diperlukan.
Sediakan Ruangan Khusus untuk menyembunyikan Benda yang Berantakan
Tumpukan pakaian kusut yang belum disetrika belum sempat dibereskan dan dilipat, tapi Tamu penting sudah keburu datang? Tenang! Segera ungsikan mereka semua ke sebuaah tempat persembunyian aman yang tidak diketahui tamu, lalu segera bersihkan meja, kursi, dan lantai supaya tampak bersih dan segar. Nah, baru setelah tamu pulang, Anda bisa kembali berurusan dengan para pakaian kusut yang telah menanti Anda membereskan mereka.
Sumber: wolipop.com

Cara Memilih Apartemen

Cara Memilih Apartemen
Tinggal di apartemen tentu ada kebanggaan tersendiri. Mengapa? Karena apartemen identik dengan gaya hidup atau trend masa kini. Kebanyakan yang tinggal di apartemen adalah kalangan menengah ke atas. Dan kemudahan akses apartemen serta berbagai fasilitas penunjang yang tersedia membuat nilai tambah untuk tinggal di apartemen.

Namun tidak berarti tinggal di apartemen benar-benar menyenangkan. Sebelum Anda membeli sebuah unit apartemen, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal seperti cara memilih apartemen yang baik dan apa saja kelebihan dan kekurangan di apartemen.

Berikut adalah tips saat anda memutuskan untuk membeli sebuah unit apartemen, hal – hal yang harus diperhatikan selain fasilitas yang ditawarkan oleh pihak marketing, Cari tahu juga tentang tempat parkir, sistem keamanan, sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran, ketersediaan air, dan lainnya. Hal ini sering terluput dari para pembeli.

Ketika anda tertarik dengan sebuah iklan apartemen yang ada di Spanduk – spanduk di berbagai jalan dikota anda atau anda melihat dari berbagai media cetak maupun online namun apartemen tersebut belum dibangun atau belum rampung, sebaiknya Anda menanyakan tentang siapa pengembangnya dan bagaimana kelengkapan surat-surat yang diperlukan untuk mendirikan apartemen. Dalam beberapa kasus, pengembang yang tidak professional tidak kunjung membangun apartemen yang diiklankan atau bangunan setengah jadi dibiarkan terbengkalai. Tentu kejadian ini akan merugikan pihak pembeli.

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Di kota-kota besar, banyak pengembang properti yang marak membangun apartemen. Hal ini karena minat untuk tinggal dalam bangunan tempat tinggal vertikal di daerah perkotaan cukup besar. Penyebabnya antara lain terbatasnya lahan untuk mendirikan pemukiman horizontal atau rumah di daerah perkotaan serta harga tanah yang sudah mahal. Sedangkan apartemen yang dibangun secara vertikal memerlukan lahan yang lebih sedikit sehingga harganya lebih terjangkau.

 Kemacetan yang umum terjadi di kota-kota besar dapat menyebabkan kelelahan saat harus pergi atau pulang dari kantor. Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Maka, dengan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak.

Kehidupan masyarakat perkotaan yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis. Unit apartemen biasanya tidak terlalu besar, sehingga waktu dan energi yang diperlukan untuk membersihkan ruangan tidak terlalu banyak. Mereka juga tidak direpotkan untuk mengurus taman, sarana pembuangan, air, atau sirkulasi udara karena sudah ada pengelola yang bertanggung jawab akan hal itu.

Tingkat keamanan juga lebih baik karena adanya penjagaan 24 jam dan CCTV yang memantau, sehingga penghuni dapat lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Ini merupakan hal yang penting karena sebagian besar masyarakat perkotaan yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar, baik untuk bekerja, makan atau rekreasi.

Fasilitas yang tersedia di apartemen juga menjadi daya tarik tersendiri. Sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya.

Kerugian Tinggal di Apartemen

Selain kelebihan dari apartemen, ada pula kekurangan tinggal di apartemen yang perlu diketahui. Misalnya biaya perawatan (maintenance fee) atau service charge yang harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk membayar penggunaan listrik di tempat umum, lift, kebersihan tempat umum, biaya petugas keamanan, kebersihan, dan lainnya. Biaya ini biasanya dihitung tiap meter persegi dari luas unit apartemen yang dimiliki.

Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi. Misalnya larangan membawa binatang peliharaan. Bagi Anda yang menyukai tanaman, Anda tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan. Anda juga harus bertimbang rasa ketika akan mendengarkan musik atau kegiatan lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Luas apartemen yang tidak terlalu besar mungkin tidak disukai bagi yang telah terbiasa tinggal di rumah dengan ukuran luas.

Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit. Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosialisai antar tetangga. Ditambah dengan tingkat kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni, membuat keakraban dan sikap tolong menolong dalam hunian ini berkurang.

Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah. Karena semakin sedikitnya lahan untuk pemukiman sehingga harga tanah akan lebih mahal.

Apartemen kini telah menjadi alternatif pilihan tempat tinggal yang trend. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah Anda akan senang untuk menempati sebuah apartemen.