Senin, 05 November 2012

Kumpulan Istilah Properti

Agunan (Collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.

Amortisasi (Amortization)Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

Anchor TenantTenant utama atau penyewa ruang dengan skala besar di sebuah proyek properti komersial seperti mal, yang bisa menarik pengunjung untuk datang.

Anuitas RestPerhitungan pembebanan bunga efektif dengan periode tahunan. Jika debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka dengan sendirinya akan beban dan pastinya waktu pelunasan akan berakhir lebih cepat dari tenor (masa cicilan).

Arus Kas (Cash Flow)Aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana

BacklogKesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan (rakyat). 

Booming PropertiKondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti.

Bunga Tetap (Flat Rate)Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas.
 
Bunga Mengambang (Floating Rate)Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik-turunnya suku bunga bank.
 
Capital GainKeuntungan yang didapat dari naiknya harga properti, dibandingkan harga saat membeli.

Cluster
Pengelompokan beberapa rumah di dalam sebuah kompleks perumahan yang dibuat eksklusif, dengan sistem one gate. Biasanya dikelompokkan berdasarkan karakter arsitektur tertentu.

Cost and Fee  Sistem yang diberlakukan kontraktor untuk pengerjaan pembangunan/suatu proyek berdasarkan bagi hasil (biasanya 10% - 15%), dimana harga-harga material, desain, dan upah tenaga kerja dapat berubah selama pengerjaan proyek. Sistem ini dinilai merugikan pemilik atau developer. Pasalnya, jika bekerja sama dengan kontraktor nakal, waktu pengerjaan bisa diulur-ulur, sehingga budget membengkak dan tentu fee bagi si kontraktor juga tinggi.

Cut and FillPengolahan lahan berkontur atau berbukit-bukit menjadi lahan yang rata.

Early BirdMembeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Biasanya pengembang menawarkan harga khusus (harga perdana) dengan sejumlah kemudahan dan diskon.

Fixed Cost and Fee Hampir sama dengan sistem cost and fee. Hanya saja fee yang ditetapkan bagi kontraktor tetap, sesuai kesepakatan awal, dan tidak mengalami perubahan, kecuali perubahan dilakukan oleh pemilik properti. Cara ini dianggap yang terbaik bagi kedua belah pihak.

Ground Breaking Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.

Hand Over (Turn Key)Serah terima unit (kunci) dari pengembang kepada pembeli.

Indent Pembelian properti dengan pemesanan terlebih dahulu.

KopelDeretan dua atau lebih rumah, dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasanya sistem ini dipakai di perumahan menengah dan menengah ke bawah.

Loan (Pinjaman)Dana yang disediakan bank untuk nasabah dengan pemberian bunga dalam jumlah tertentu, yang harus dilunasi dengan cara mengangsur dalam kurun waktu yang telah ditentukan.


Mixed-use Development Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.

Okupansi Jumlah unit yang tersewa atau terisi dalam sebuah properti sewa, seperti mal, perkantoran, atau hotel.

Peruntukan Penggunaan fungsi ruang pada daerah/lingkungan yang ditetapkan oleh rencana tata kota. Peruntukan ini menentukan jenis bangunan yang dapat dibangun di daerah tersebut. Peruntukan terbagi menjadi beberapa macam: Wisma Besar, Wisma Sedang, dan Wisma Kecil (rumah tinggal), Wisma Taman, Wisma Flat, Wisma Susun (rumah susun), Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt-untuk bangunan kantor), Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd-dibangun toko atau pertokoan).

Ready Stock Properti dijual dalam keadaan telah terbangun.

Refinancing (Pembiayaan Ulang) Mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.

Service Charge  Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.

Sinking Fund Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, kolam renang, pengecatan gedung, dan lain-lain.

Site plan (Rencana Tapak) Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.


Sunrise Property:Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.

Sunset Property:Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.

Superblok:Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).

Strata Title:Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak eksklusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.

TenorJangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.

Topping-OffPemasangan/penutupan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi.

Wait and See Menunggu dan melihat. Sebuah istilah yang merupakan strategi untuk diam dan mengamati situasi pasar, sambil menunggu saat yang tepat memulai tindakan berikutnya.

Yield Keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibagi harga properti. Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut adalah 5%.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)


http://www.rumah.com/berita-properti/2012/4/698/kumpulan-istilah-properti-1-

ISTILAH PROPERTI


AJB
Akta Jual Beli
Agunan (Collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka kredit atau pembiayaan
Amortisasi
Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo
Anuitas
Cara pembayaran kewajiban secara berkala selama jangka waktu tertentu
Angsuran Tetap
Pembayaran kewajiban dalam jumlah tetap dalam periode tertentu
Arus Kas (Cash Flow)
Simpulan aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana
Booming
Kondisi dimana ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi
BBN
Bea Balik Nama
BPHTB
Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan
BPN
Badan Pertanahan Nasional
Floating interest rate
Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank
Gain
Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan
IMB
Izin Mendirikan Bangunan
Indent
Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu
KPR
Kredit Kepemilikan Rumah
KPA
Kredit Pemilikan Apartemen
KDB
Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
KLB
Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
NJOP
Nilai Jual Objek Pajak
NPWP
Nomor Pokok Wajib Pajak

PPh
Pajak Perolehan penghasilan
PBB
Pajak Bumi dan Bangunan
PPJB
Pengikatan Perjanjian Jual Beli
PPN
Pajak Pertambahan Nilai
Pembiayaan Ulang (Refinancing)
Mengubah atau mengganti struktur pinjaman yang lama dengan yang baru. Pembiayaan ulang ini dilakukan supaya memperoleh suku bunga yang lebih kecil atau jumlah angsuran yang lebih kecil
Rusunami
Rumah Susun Sederhana Milik
Rusunawa
Rumah Susun Sederhana Sewa
SBDK
Suku Bunga Dasar Kredit
SPPT
Surat Pemberitahuan Pajak
SIUP
Surat izin untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan
SHGB
Sertifikat Hak Guna Bangunan
SHM
Sertifikat Hak Milik
SPOP
Surat Pemberitahuan Objek Pajak

Cara Merubah GIRIK Jadi SHM



Artikel kali ini saya ingin membahas mengenai tanah girik. Tapi sebelum membahas lebih jauh mengenai pengurusannya sepertinya kita harus mendefinisikan apa itu tanah girik ?
Tanah girik adalah istilah populer dari tanah adat atau tanah-tanah lain yang belum di konversi menjadi salah satu tanah hak tertentu (Hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha) dan belum didaftarkan atau di sertifikat kan pada Kantor Pertanahan setempat. Sebutannya bisa bermacam2, antara lain: girik, petok D, rincik, ketitir, dll.

Peralihan hak atas tanah girik biasanya dilakukan dari tangan ke tangan, dimana pada awalnya bisa berbentuk tanah yang sangat luas, dan kemudian di bagi-bagi atau dipecah-pecah menjadi beberapa bidang tanah yang lebih kecil. Peralihan hak atas tanah girik tersebut biasanya dilakukan di hadapan Lurah atau kepala desa. Namun demikian, banyak juga yang hanya dilakukan berdasarkan kepercayaan dari para pihak saja, sehingga tidak ada surat-surat apapun yang dapat digunakan untuk menelusui kepemilikannya.

Pensertifikatan tanah girik tersebut dalam istilah Hukum tanah disebut sebagai Pendaftaran Tanah Pertama kali . Pendaftaran tanah untuk pertama kalinya untuk TANAH GARAPAN, dalam prakteknya prosesnya dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Mendapatkan surat rekomendasi dari lurah/camat perihal tanah yang bersangkutan
2. Pembuatan surat tidak sengketa dari RT/RW/LURAH
3. Dilakukan tinjau lokasi dan pengukuran tanah oleh kantor pertanahan
4. Penerbitan Gambar Situasi baru
5. Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas tanah dan bangunan sesuai dengan luas yang tercantum dalam Gambar Situasi
6. Proses pertimbangan pada panitia A
7. Penerbitan SK Pemilikan tanah (SKPT)
8. Pembayaran Uang pemasukan ke negara (SPS)
9. Penerbitan Sertifikat tanah.

Untuk proses pensertifikatan tanah tersebut hanya dapat dilakukan jika pada waktu pengecekan di kantor kelurahan setempat dan kantor pertanahan terbukti bahwa tanah tersebut memang belum pernah disertifikatkan dan selama proses tersebut tidak ada pihak-pihak yang mengajukan keberatan (perihal pemilikan tanah tersebut). Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka proses pensertifikatan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 bulan sampai dengan 1 tahun

http://www.dualand.com/2012/05/legalitas.html

Selasa, 30 Oktober 2012

Istilah Dalam Properti


Semua orang pada dasarnya selalu bersentuhan dengan dunia properti. tidak hanya kalangan pengusaha besar yang suka jual-beli properti, pegawai kelas bawah pun sebenarnya melakukan hal yang sama, yang membedakan hanya besaran nominalnya saja.

Anda berprofesi sebagai apa? seberapa paham tentang istilah properti?
Yuk, kita belajar bersama tentang istilah-istilah yang sering dipakai dalam dunia properti. simak :D :D
Agunan (Collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.
Amortisasi (Amortization)Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.
Anchor TenantTenant utama atau penyewa ruang dengan skala besar di sebuah proyek properti komersial seperti mal, yang bisa menarik pengunjung untuk datang.
Anuitas RestPerhitungan pembebanan bunga efektif dengan periode tahunan. Jika debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka dengan sendirinya akan beban dan pastinya waktu pelunasan akan berakhir lebih cepat dari tenor (masa cicilan).
Arus Kas (Cash Flow)Aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana
BacklogKesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan (rakyat).
Booming PropertiKondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti.
Bunga Tetap (Flat Rate)Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas.
Bunga Mengambang (Floating Rate)Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik-turunnya suku bunga bank.
Capital GainKeuntungan yang didapat dari naiknya harga properti, dibandingkan harga saat membeli.
sumber: berbagai altikel tentang properti
MAU EBOOK CARA MEMULAI BISNIS PROPERTI??? KLIK DIBAWAH INI !!!

Tips Memilih ‘Papan’


Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk tempat tinggal. Aman dan nyaman, baik dalam rumah maupun lingkungan sekitar, tentu jadi syarat utama. Sebisa mungkin, jarak tempat tinggal dan tempat bekerja juga tidak jauh.

Dalam mencari lokasi yang tepat, ada beberapa tips untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat, di antaranya adalah berikut ini.
Kondisi Jalan Utama. Jalan utama menjadi titik akses penting menuju ke rumah Anda. Jika kondisinya penuh lubang, atau sulit dijangkau karena terlalu sempit untuk kendaraan, ada baiknya Anda mempertimbangkan lokasi lain untuk tempat tinggal.
Pelayanan Air, Listrik, dan Telepon. Layanan-layanan tersebut adalah syarat kelengkapan rumah. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan-layanan tersebut bisa jadi faktor pertimbangan. Contohnya: Anda tentu tidak mau membeli rumah di daearh rawan mati listrik.
Kebersihan Lingkungan. Bersih pangkal sehat. Apabila lingkungan tempat Anda tinggal tidak bersih, maka kesehatan Anda dan keluarga pun terancam. Apalagi mengingat keluarga Anda akan menghabiskan waktu lebih banyak di lingkungan ini. Perhatikan kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk jarak dari rumah ke tempat pembuangan sampah sementara. Lihat juga ke saluran got. Apa mampat?
Polusi. Jika tingkat polusi udaranya di atas ambang batas, kesehatan pun akan terancam. Bagaimana cara mengetahui status polusi di suatu daerah? Sayangnya tidak ada informasi spesifik mengenai hal ini. Tapi, jika lokasi rumah terlalu dekat dengan jalan raya, kemungkinan Anda terkena dampak polusi lebih besar. Selain polusi udara, polusi suara juga dapat mengganggu ketenangan hidup di rumah.

Penghijauan. 
Lokasi yang lebih banyak penghijauannya tentunya lebih menarik. Penghijauan, selain menjaga kualitas udara, juga  memberikan relaksasi untuk mata.
Bebas Banjir. Bebas banjir menjadi salah satu kriteria terpenting dalam menentukan lokasi rumah. Rutinitas rumah tangga dipastikan terganggu jika tempat tinggal dilanda banjir: Transportasi menjadi sulit dan barang-barang berharga pun rusak karena terendam air. Karenanya, pilihlah lokasi tempat tinggal yang tidak rawan banjir.
Kemudahan Transportasi. Walaupun rumah di jalan raya atau dekat jalan raya mungkin lebih berpotensi untuk terkena polusi, namun hal ini juga berarti jarak antara rumah Anda ke pusat transportasi juga lebih dekat. Tempat tinggal yang dekat stasiun, misalnya, dapat memberikan kemudahan bertransportasi jika kendaraan bermotor Anda bermasalah, atau jalanan rumah anda terlanda banjir.
Strategis. Strategis memang hal yang cenderung subjektif. Anda dapat menentukan sendiri apakah tempat tinggal mudah dijangkau Anda sendiri dan orang lain, atau dekat dengan tempat yang sering Anda kunjungi. Lokasi strategis artinya Anda leluasa melakukan kegiatan-kegiatan dengan efisien dan waktu agar Anda tidak sering kehilangan waktu di perjalanan.
Fasilitas umum. Fasilitas umum dapat berupa rumah sakit, apotek, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, kantor pos, atau fasilitas lainnya yang akan membuat tempat tinggal Anda menjadi kota mandiri.
Ada beberapa contoh gambar Rumah yg bisa Anda milik hanya dengan 300 ribu. klik disinihttp://www.developerkreatif.com/?id=dini